Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Kamis, 27 Agustus 2020

12 ADAB SUAMI TERHADAP ISTRI


Suami dan istri adalah dua insan yang 
saling mengikatkan diri. Ada hak dan kewajiban bagi  mereka termasuk yang berkaitan dengan adab.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan tentang adab seorang suami terhadap istri sebagai berikut: 

 آداب الرجل مع زوجته: حسن العشرة، ولطافة الكلمة، وإظهار المودة، والبسط في الخلوة، والتغافل عن الزلة وإقالة العثرة، وصيانة عرضها، وقلة مجادلتها، وبذل المؤونة بلا بخل لها، وإكرام أهلها، ودوام الوعد الجميل، وشدة الغيرة عليها 

Artinya: Adab suami terhadap Istri, yakni: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah, menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil, memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.  

Dari kutipan di atas, dapat diuraikan kedua belas adab suami terhadap istri  sebagai berikut: 

Pertama, bergaul dengan baik.  Seorang suami hendaknya berinteraksi dengan istri secara baik. Seorang suami adalah pelindung bagi istrinya. Tidak selayaknya ia mengambil jarak dari istrinya karena merasa memiliki kedudukan lebih tinggi dalam keluarga.  

Kedua, bertutur kata yang lembut. Seorang suami hendaknya berbicara kepada istrinya dengan bahasa yang lembut. Kata-kata kasar dan caci maki yang menyakitkan istri harus dihindari. Jika hubungan suami dan istri baik tentulah suasana rumah tangga sangat menyenangkan.  

Ketiga, menunjukkan cinta kasih. Seorang suami hendaknya selalu menunjukkan cinta dan kasih sayangnya kepada istri. Dalam suasana marah pun, seorang suami tetap dituntut dapat menunjukkan kasih dan sayangnya kepada istri.   

Keempat, bersikap lapang ketika sendiri. Seorang suami hendaknya tetap memiliki kemandirian sehingga jika suatu ketika harus sendirian di rumah, misalnya karena istri ada perlu di luar rumah yang tidak bisa dihindari, ia dapat melayani dirinya sendiri dengan baik tanpa banyak keluhan. Apalagi menyalahkan istri. 

Kelima, tidak terlalu mempersoalkan kesalahan istri. Setiap orang bisa berbuat salah meskipun mungkin telah berusaha bersikap hati-hati. Jika istri berbuat salah, seorang suami hendaknya  dapat menasihatinya dengan bijak. Tentu saja tidak setiap kesalahan harus dipersoalkan secara serius dan berlarut-larut sebab hal ini dapat memperburuk hubungan.  

Keenam, memaafkan jika istri berbuat salah. Dalam Islam memaafkan sangat dianjurkan. Oleh karena itu seorang suami, diminta atau tidak, hendaknya dapat memaafkan kesalahan istri. Memaafkan adalah sikap moral yang sangat terpuji dan menunjukkan jiwa besar.  

Ketujuh, menjaga harta istri. Harta istri seperti mahar dari suami atau hasil bekerja sendiri merupakan milik istri. Oleh karena itu seorang suami hendaknya menjaga harta itu dengan baik dan tidak mengklaim sebagai miliknya. Jika ia bermasud menggukan sebagian atau seluruh harta itu, maka harus meminta izin dari istrinya hingga  mendapatkan persetujuan.  

Kedelapan, tidak banyak mendebat. Perdebatan tidak selalu berdampak baik. Oleh karena itu seorang suami hendaknya dapat menghargai pendapat istri sekalipun mungkin kurang setuju. Tentu saja hal ini berlaku untuk masalah-masalah yang memang kurang prinsipil.    

Kesembilan, mengeluarkan biaya untuk mencukupi kebutuhan istri secara tidak bakhil. Sebuah parikan bahasa Jawa berbunyi: Lombok ijo lombok jeprit, karo bojo ojo medhit. Maksudnya,  suami-istri jangan pelit satu sama lain sebab hal ini akan berdampak kurang baik dalam keharmonisan keluarga.  Suami dan istri hendaknya bersikap longgar satu sama lain untuk saling membantu.     

Kesepuluh, memuliakan keluarga istri. Secara naluri seorang istri umumnya memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan keluarganya. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu seorang suami hendaknya bersikap baik terhadap keluarga istrinya dengan menghormati mereka.  Sikap sebaliknya akan melukai perasaan istri.   

Kesebelas, senantiasa memberi janji yang baik. Menjanjikan sesuatu yang baik kepada istri adalah baik terutama dalam rangka mendorong kebiasaan yang baik dalam keluarga. Sebaliknya, sangat sering memberi ancaman-ancaman tentu tidak bijaksana sebab akan menimbulkan ketakutan-ketakutan yang  berdampak kurang baik. 

Kedua belas, selalu bersemangat terhadap istri. Kegairahan hidup berumah tangga harus selalu dirawat dengan baik. Oleh karena itu seorang suami hendaknya menunjukkan semangatnya dalam berinteraksi dengan istri termasuk dalam memenuhi nafkah lahir dan batinnya.  

Demkianlah kedua belas adab suami terhadap istri sebagaimana nasihat Imam Al-Ghazali. Nasihat ini sekaligus menepis anggapan bahwa seorang suami boleh berbuat sesuka hati kepada istrinya. 

Tentu saja hal ini tidak benar sama sekali karena Islam sangat menekankan sikap adil. Jangankan kepada istri yang kita cintai, kepada pihak lain yang mungkin kita tidak suka, kita tetap dituntut bersikap adil.   

Ustadz Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.
Share:

Selasa, 25 Agustus 2020

ADAB KEPADA KEDUA ORANGTUA


Jika kamu masih memiliki kedua orangtua, maka adab kepada keduanya adalah:

1. Mendengarkan ucapan keduanya.

2. Berdiri ketika mereka berdiri.

3. Mematuhi perintah keduanya.

4. Tidak berjalan di depan keduanya.

5. Tidak mengangkat suara melebihi suara keduanya.

6. Menjawab panggilan keduanya.

7. Bersemangat untuk mendapatkan keridhoan keduanya.

8. Tawadhu' kepada keduanya.

9. Tidak mengungkit-ungkit kebaikan kepada keduanya, tidak pula mengungkit bahwa kita sudah mematuhi perintah keduanya.

10. Tidak melihat kepada keduanya dengan pandangan marah.

11. Tidak memasamkan wajah di depan mereka.

12. Tidak pergi kecuali setelah meminta izin kepada keduanya.

Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah

Share:

PAHALA BESAR BAGI WANITA HAID

 

نزهة المجالس صـ ٢٩٠ / للنساء فقط صـ ١٥


 فائدة: عن النبي صلى الله عليه وسلم إذا اغتسلت المرأة من حيضها وصلت ركعتين تقرأ فاتحة الكتاب وقل هو الله أحد ثلاث مرات غفر الله لها كل ذنب عملته من صغيرة أو كبيرة ولم تكتب عليها خطيئة إلى الحيضة الأخرى وأعطاها أجر ستين شهيدا وبنى لها مدينة في الجنة وأعطاها على كل شعرة على رأسها نورا وإن ماتت إلى الحيضة الأخرى ماتت شهيدة


FAEDAH : 


Rasulullah SAW bersabda, 

"Jika seorang wanita mandi untuk bersuci dari haidnya, kemudia dia sholat (sunnah) dua rakaat, dan membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca Al-Ikhlas sebanyak 3 kali, maka Allah SWT akan mengampuni setiap dosa yang pernah dia kerjakan, baik dosa kecil maupun dosa besar, dan kesalahannya tidak akan dicatat hingga dia haid lagi, dan baginya pahala 60 syahid, dan dibangunkan untuknya rumah disurga, dan dijadikan untuknya setiap helai rambutnya cahaya, seandainya dia meninggal sebelum sampai waktu haidnya lagi, maka dia meninggal dalam keadaan mati syahid."


Sumber : Kitab Nuzhatul Majalis, hlm 290 / Lin Nisa' Faqot, hlm 15

Share:

Minggu, 23 Agustus 2020

MERIAHKAN HUT RI KE 75 DAN TAHUN BARU 1442 HIJRIAH, BIKERS SUBUHAN PALANGKARAYA GELAR DONOR DARAH

Palangkaraya,- Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 75 dan Tahun Baru 1442 Hijriah, Bikers Subuhan Palangkaraya mengadakan aksi donor darah di bundaran besar, Kota Palangkaraya. Minggu (23/08/2020)

Ketua Aksi donor darah Khairul menyampaikan Aksi bakti sosial donor darah  ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 75 dan Tahun Baru 1442 Hijriah. Kegiatan donor darah salah satu wujud kepedulian terhadap sesama.

"Aksi donor darah ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke 75 dan Tahun Baru 1442 Hijriah, sebagai bentuk kepedulian sosial antar sesama dan rasa kemanusiaan komunitas Bikers Subuhan Palangkaraya dalam upaya membantu sesama, karena setetes darah  yang di donorkan sangat berharga dan bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan," tuturnya


Khairul menambahkan darah yang terkumpul akan segara disalurkan kepada saudara kita yang membutuhkan transfusi darah dan mereka yang memerlukan.

"Dalam hal ini Bikers Subuhan Palangkaraya berkerjasama dengan PMI Kota Palangkaraya dalam upaya mengatasi kebutuhan darah di wilayah Kota Palangkaraya. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan khususnya PMI Kota Palangkaraya yang menyambut baik dan mau berkerja sama dengan Bikers Subuhan Palangkaraya dalam kegiatan donor darah ini" ucapnya


"Bikers Subuhan Palangkaraya adalah komunitas Bikers yang ada di Kota Palangkaraya yang bertujuan memakmurkan masjid setiap subuh dan untuk menambah ilmu agama. Mudahan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih memakmurkan masjid khususnya saat sholat subuh. Harapnya. (Anas)

Share:

Jumat, 21 Agustus 2020

JUMAT BERKAH, KOMUNITAS GENERASI PEDULI BAGIKAN NASI BUNGKUS


Palangkaraya,- 
 Pendemi Covid-19 sampai saat ini belum berakhir. Ini berdampak kepada beberapa sektor, salah satunya sektor ekonomi. Bagi ekonominya menengah kebawah dampak pandemi ini begitu sulit terhadap ekonomi keluarga mereka.

Peduli dengan mereka, komunitas Generasi Peduli membentuk gerakan Jumat berkah, yang salah satu kegiatannya memberikan nasi bungkus kepada masyarakat  yang membutuhkan khususnya di Kota Palangkaraya.

"Aksi Jumat berkah ini rutin setiap Jumat kita laksanakan dengan tujuan meringankan beban saudara-saudara kita yang ekonominya terdampak pandemi ini, salah satunya dengan membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, buruh, tukang parkir dan anak yatim-piatu serta masyarakat yang membutuhkan," tutur Sujatmi sebagai koordinator aksi. Jumat (21/08/2020)


Sujatmi juga menambahkan hari ini ada 100 nasi bungkus yang di bagikan sekitaran pasar besar.

"Ada 100 nasi bungkus yang kita bagikan hari ini, untuk wilayah pasar besar dan sekitarnya, karena di pasar besar ini banyak tukang becak dan buruh harian yang mencari nafkah di pasar. Untuk itu nasi bungkus kami bagikan langsung kepada mereka dengan cara mendatangi mereka langsung," jelasnya


Sujatmi menjelaskan, kegiatan amal ini, awalnya muncul dalam obrolan WhatsApp, sehingga melalui rapat resmi, komunitas tersebut mencetuskan kegiatan Jumat berkah.

Ibu yang akrab di sapa bunda mimi ini berharap "aksinya ini mendapat respon positif dan bisa menggerakkan hati teman-teman yang lain agar bisa berbagi, karena berbagi itu indah," harapnya (Anas)

Share:

Kamis, 20 Agustus 2020

SEDANG MEMBANGUN RUMAH MARBOT, MASJID AL HIDAYAH PALANGKARAYA BUTUH BANTUAN DONATOR


Palangkaraya,-  Dalam peradaban Islam, masjid merupakan sentra dan jantung kegiatan masyarakat Muslimin. Tidak mungkin adab dan akhlak kolektif umat Islam terbina tanpa fasilitas tersebut.

Masjid disebut pula sebagai rumah ibadah. Sebab, di sanalah tempat pelaksanaan ibadah rutin secara berjamaah. Dengan sering hadir dalam jamaah, seorang Muslim tidak akan terasing dari sesamanya. Imannya pun akan kian kuat. 

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah masjid juga memiliki fungsi sosial terhadap masyarakat.


Seperti Masjid Al Hidayah Palangkaraya Yang terletak di jalan Tjilik Riwut km. 11,5 selain sebagai tempat ibadah Masjid ini juga sering dijadikan tempat peristirahatan bagi mereka yang mau beristirahat untuk melepas penat.

Karena letaknya yang berada di jalan lintas antar kabupaten yang menghubungkan kota Palangkaraya dan kabupaten Katingan, sudah sewajarnya masjid Al Hidayah Palangkaraya menjadi rest area bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh.

Masjid yang melaksanakan pengajian rutin setiap malam Jumat ini sedang berbenah untuk memenuhi fasilitas wudhu dan toilet, agar masyarakat yang mau melakukan ibadah atau beristirahat merasa nyaman.


Untuk pembangunan itu semua sekarang sudah berjalan 65 %. Selain fasilitas umum pengurus saat ini juga sedang membangun rumah untuk marbot.

Pengurus Masjid Al Hidayah Palangkaraya menghimbau bagi masyarakat yang mau menyumbangkan hartanya dan berdonasi untuk pembangunan rumah marbot, fasilitas wudhu dan toilet bisa datang langsung ke Masjid Al Hidayah yang terletak di jalan Tjilik Riwut Km 11,5, kota Palangkaraya. (Anas)
Share:

Rabu, 19 Agustus 2020

HABIB ABDULLAH BIN ALWI AL HADDAD : ULAMA PRODUKTIF YANG KARYANYA DIBACA DUNIA


Al-Imam al-Habib Abdullah bin Alawiy bin Muhammad al-Haddad RA, lahir di desa Sabir, kota Tarim, Hadramaut Yaman, pada hari Kamis 5 Safar 1044 H. Tumbuh berkembang dan dididik di Tarim. Habib Abdullah al-Haddad ditakdirkan sejak kecil matanya buta. Akan tetapi Allah memberinya nur al-bashirah (cahaya mata bathin), tajam dalam melihat dan menganalisa keadaan, dimudahkan dalam menghapal dan memahami pelajaran dan bersemangat serta sungguh-sungguh dalam belajar.

Semasa kecil dan remaja Habib Abdullah al-Haddad di Tarim, Hadramaut, belajar kepada al-Habib Umar bin Abdurrahman al-’Athas, al-Habib al-’Allamah ‘Aqil bin Abdurrahman al-Saqqaf, al-Habib al-’Allamah Abdurrahman bin Syekh ‘Aidid, al-Habib al-’Allamah Sahl bin Ahmad Bahasan al-Hadiliy Ba’alwiy, dan ketika ada kesempatan ke Makah al-Mukarramah belajar pada as-Sayyid Muhammad bin Alawiy al-Saqqaf.

Semasa hidupnya, Habib Abdullah al-Haddad mendedikasikan diri untuk gerakan dakwah, mengajar, menyebar hikmah, memberi nasihat yang baik, dan menulis kitab dengan cara ucapanannya diketik dan dituliskan oleh para muridnya, lantaran ada keterbatasan penglihatan. Dakwah, nasihat, dan kitab karyanya mendapatkan respon dan penerimaan yang baik oleh semua kalangan, dari masyarakat umum sampai pemerintah pada masanya.

Kitab-kitab karyanya sampai sekarang dibaca, dikaji, dan sebagai materi pengajian di dunia Islam, khususnya di Yaman. Sedangkan di Indonesia, kitab-kitabnya banyak dikaji dan dijadikan bahan ajar pengajian para kiyai dan santri kalangan Nahdhiyyin dan tentu saja di kalangan habaib sendiri. Bahkan dikenal dipenjuru dunia. Sebagian karyanya telah diterjemah ke bahasa asing, yaitu Inggris, Perancis, dan Indonesia.

Di antara kitab karyanya yang terkenal yaitu al-Nashaih al-Diniyah, al-Da’wah al-Tammah, dan Risalah al-Mu’awanah. Kitab-kitab ini dibaca di kalangan para kiyai dan santri Nahdhatul Ulama. Beliau sangat mencintai dan gandrung pada kitab-kitab karya Imam al-Ghazali, khususnya kitab Ihya ‘Ulumuddin. Sehingga beliau sangat terpengaruh oleh Imam al-Ghazali. Pengaruh Imam al-Ghazali sangat terasa di kitab-kitab karyanya. Seperti di kitab Nashaih al-Diniyah, beliau mengadopsi istilah-istilah yang dipopularkan Imam al-Ghazali, yaitu al-muhlikat (hal-hal yang merusak jiwa manusia) dan al-munjiyat (hal-hal yang menyucikan/menyelamatkan jiwa manusia).

Dilihat dari madzhab dan akidahnya, Habib Abdullah al-Haddad serupa dengan NU, yaitu seorang Ahlissunnah Wal Jamaah (Sunni), bermadzhab al-Syafi’i, dan sufi pengagum sufisme Imam al-Ghazali.

Di antara murid-muridnya yang kemudian hari menjadi ulama besar yaitu putranya sendiri yang bernama Al-Habib Hasan bin Abdullah al-Haddad, al-Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi, al-Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih, Habib Muhammad dan Habib ‘Umar yang keduanya adalah putra dari Zein bin Semith, al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Bar, al-Habib Ali bin Abdullah bin Abdurrahman al-Saqqaf, al-Habib Muhammad bin Umar bin Thaha al-Shafi al-Saqqaf. Dan masih banyak lagi ulama besar dan berpengaruh yang termasuk sebagai muridnya.

Pada tahun 1079, beliau pergi ke Mekah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji, ziarah ke makam kakek moyangnya, yaitu Rasulullah SAW, dan berkumpul bersama para ulama yang ada di Mekah dan Madinah.

Wafat dan berpulang ke Haribaan Allah SWT pada hari Selasa, 7 Dzu al-Qa’dah 1132 H. Dikubur di Kuburan Zanbal, kota Tarim, Yaman.

Kebanyakan karyanya ditulis dengan dengan bahasa yang enak dibaca. di antaranya yaitu Kitab Nashaih al-Diniyah ditulis dengan bahasa yang enak dibaca, mudah dipahami baik oleh terpelajar maupun orang umum.

Di dalamnya membahas beberapa tema yaitu; Mabhats at-taqwa (pembahasan tentang takwa); Mabhats al-’ilmi (pembahasan tentang ilmu); Mabhats al-shalat (pembahasan tentang shalat); Mabhats al-zakat (pembahasan tentang zakat); Mabhats al-shaum, (pembahasan tentang puasa); Mabhats al-haj (pembahasan tentang haji); Mabhats Tilawat al-Quran wa al-Dzikr (pembahasan tentang membaca al-Quran dan berdzikir); Mabhats al-Amr bi al-Ma’ruf wa al-Nahyi ‘an al-Munkar (pembahasan tentang perintah yang makruf dan larangan yang munkar); Mabhats al-Jihad; Mabhats al-Wilayah wa al-Huquq (pembahasan tentang perwaliyan dan hak-hak kewajiban); Mabhats al-Muhlikat (pembahasan tentang hal-hal yang merusak jiwa manusia); Mabhats al-Munjiyat (pembahasan tentang hal-hal yang menyucikan/menyelamatkan jiwa manusia); Khatimah al-Kitab fi ‘Aqidah Ahlissunnah wa al-Jamaah; Khatimah al-khathimah yang menjelaskan tujuh hadis keutamaan berdakwah.

Seluruh karya Habib Abdullah al-Haddad tersimpan rapih di perpustakaan Alawiyyin Jakarta, sebuah lembaga yang dirintis oleh para habaib Indonesia untuk mengoleksi karya-karya habaib Nusantara dan dunia Islam. Menurut penjelasan dari ketua kajiannya, KH. Habib Sayyid Yusuf Aidid, bahwa karya habaib yang berhasil dikumpulkan sampai hari ini mencapai 3000 judul. Ini sebuah kekayaan khazanah tersendiri yang layak diteliti dan dikaji.


Sumber : https://islami.co/habib-abdullah-bin-alwi-al-haddad-ulama-produktif-yang-karyanya-dibaca-dunia/

Share:

Support