Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Senin, 21 September 2020

PC NU KOTA PALANGKA RAYA RESMI DILANTIK, INI HARAPAN GUBERNUR


Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengharap Nahdlatul Ulama (NU) mampu menunjukkan eksistensi Islam yang menebarkan kasih sayang bagi semesta.

Sugianto mengungkapkan hal itu saat memberikan sambutan pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NUKota Palangka Raya masa khidmat 2020-2025.

“Saya berharap NU terus menyampaikan dakwah bahwa Islamitu rahmatan lil-alamin, karena kita di dunia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa,” kata Sugianto dalam kegiatan yang digelar di Pondopo Rumah Dinas Wali Kota Palangka Raya, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Palangka Raya, Kalimatan Tengah, Minggu (20/9/2020).

Toleransi dan keharmonisan yang ada di Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah harus dijaga, kata Sugiyanto, sebab menurutnya Islam Indonesia mestinya bisa berdampingan secara damai dengan umat agama lain. Bahkan, calon petahana Gubernur Kalteng ini berharap, di masa mendatang ada tokoh agama yang tersohor berasal dari kader NU.

“Mudah-mudahan NU Kalteng bisa melahirkan ulama-ulama yang kharismatik dan termasuk wali Allah,” doanya.


Dalam kesempatan itu, Sugianto menepati janjinya membantu PWNUKalteng untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berupa satu unit mobil ambulans.

“Bantuan mobil ambulans untuk klink NU ini mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga NU dan umat Islam di Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Perlu diketahui, plantikan tersebut sempat tertunda selama hampir empat bulan. Menurut Ketua PCNU Kota Palangka Raya H Muhammad Syahrun, hal itu karena wabah Covid-19. Sehingga, pihaknya baru dapat merealisasikan saat era kenormalan baru ini dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Selalu cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak sebagai ikhtiar untuk melumpuhkan penyebaran Covid-19. Mari disiplin protokol kesehatan. Insyaallah kita akan aman dari virus yang menakutkan itu,” ajaknya.


Syahrun berharap kepada jajarannya yang telah dilantik agar mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi NU, “Jangan ada niat untuk memperbaiki NU karena NU itu sudah baik. Seharusnya kita yang bisa berubah lebih baik setelah masuk ke organisasi NU ini,” pesannya

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua PWNU Kalimantan Tengah Wahyudi F Dirun dan Ketua PW Muslimat NU Kalimantan Tengah Rahmaniar. Selain Gubernur Kalimantan Tengah, turut hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Bupati Pulang Pisau Edy Protowo, dan beberapa tokoh masyarakat.

Shalat hajat menjadi rangkaian pembuka acara dengan niat agar selalu diberikan kesehatan dan terhindar wabah, khususnya agar Covid-19 cepat berakhir. Acara dilanjut dengan penyerahan bantuan mobil ambulans dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran untuk klink NU dan serah terima berkas tanah wakaf dari Zuraidah Hatimah seluas 20.000 meter persegi untuk PCNU Kota Palangka Raya.

“Tanah wakaf ini akan kita bangun diatasnya perkampungan NU, pesantren NU dan Mualaf Center. Kita doakan mudahan cepat terealisasi, dan pengurus yang baru dilantik ini bisa mewujudkan. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Zuraidah Hatimah yang telah mewakafkan hartanya. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi beliau,” kata Rais PCNU Kota Palangka Raya KH. Zainal Arifin. (anas/arh)

Sumber :  https://sorotnusantara.com/

Share:

Jumat, 18 September 2020

SANAD KEILMUAN DAN GURU-GURU AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ


Sanad keilmuan Guru Mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz, disampaikan oleh beliau secara langsung di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 25 September 2019.

Diantara Guru-guru beliau yaitu :

1. Ayah beliau yaitu Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz
2. Habib Muhammad bin Alwi bin Abdullah bin Syihabuddin
3. Habib Abdillah bin Syekh bin Idrus Al Idrus
4. Habib Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Syaikh Abu Bakar
5. Habib Ahmad Waliy bin Ahmad Abu Bakar bin Syaikh Abu Bakar
6. Habib Muhammad bin Awud bin Syaikh Abu Bakar
7. Habib Syekh bin Ahmad bin Salim bin Syaikh Abu Bakar
8. Habib Abdul Qodir bin Muhammad Al Habsyi
9. Habib Ahmad bin Hasan Al Haddad
10. Habib Ja'far bin Salim Al Habsyi
11. Habib Ali bin Hasan bin Ahmad Al Attas
12. Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf
13. Habib Abubakar Attas bin Abdullah Al Habsyi
14. Habib Ahmad Masyhur bin Thoha Al Haddad
15. Habib Ibrahim bin Umar bin Agil bin Yahya
16. Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar
17. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki
18. Habib Haddar bin Muhammad Al Haddar
19. Habib Salim bin Abdullah Asy Syatiri
20. Syaikh Fadhil bin Abdurrahman BaFadhl
21. Syaikh Muhammad Yasin Al Fadani
22. Syaikh Ismail bin Zain Al Yamani
23. Habib Idrus bin Umar Al Habsyi
24. Habib Muhammad bin Salim As Sirri
25. Para Ulama dari Negeri Syam dan India
26. Para Ulama dari Negeri wilayah Barat dan Timur
27. Serta banyak Ulama lainnya

Ijazah Sanad ilmu dakwah :

1. Habib Ahmad bin Hasan Al Haddad
2. dari Ahmad bin Hasan Al Attas
3. dari Habib Abubakar bin Abdullah Al Attas
4. dari Habib Ahmad bin Umar bin Smith Quthb Da'i pada zamannya
5. dari Ayahnya dan dari pamannya Habib Muhammad bin Zain Al Habsyi
6. dari Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad
7. dari Imam Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas
8. dari Habib Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim
9. dari Ayahnya yaitu Syaikh Abu Bakar bin Salim
10. dari Imam Ahmad Syihabuddin bin Abdurrahman
11. dari Imam Al Habib Umar bin Muhammad Basyaiban
12. dari Imam Abdurrahman bin Syaikh Ali
13. dari Ayahnya dan Pamannya Imam Abdullah Alaydrus
14. dari Imam Abubakar As Sakran dan Imam Umar Muhdor
15. dari ayahnya Imam Abdurrahman Assegaf
16. dari Imam Muhammad Mauladdawilaih
17. dari ayahnya Imam Ali dan pamannya Imam Abdullah
18. dari ayahnya Imam Alwi bin Faqih Al Muqoddam
19. dari ayahnya Sayyidna Faqih Al Muqoddam
20. dari ayahnya Imam Ali
21. dari pamannya Alwi (kakek dari Walisongo di Indonesia)
23. dari Imam Muhammad bin Shahib Mirbath
24. dari ayahnya Imam Kholi' Qosam
25. dari ayahnya Imam Alwi
26. dari ayahnya Imam Muhammad
27. dari ayahnya Imam Alwi (awal dari marga Ahlul Bait yang disebut sebagai Alawiyyin)
28. dari ayahnya Imam Ubaidillah
29. dari ayahnya Imam Ahmad Muhajir bin Isa
30. dari ayahnya Imam Isa
31. dari ayahnya Imam Muhammad
32. dari Imam Ali Al Uraidhi
33. dari saudaranya Imam Musa Al Kadzim
34. dari ayahnya Imam Ja'far As Sodiq
35. dari ayahnya Imam Muhammad Al Bagir
36. dari ayahnya Imam Ali Zainal Abidin
37. dari ayahnya Sayyidina Husein bin Ali
38. dari ayahnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib
39. dari Ibunya Sayyidina Fatimah Az Zahra
40. dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Kemudian setelah menyebutkan guru-guru beliau, Habib Umar bin Hafidz mengijazahkan sanad ilmu dakwah kepada ribuan Ulama, Habaib Kiai, dan Ustadz yang hadir.

Sumber : dikutip melalui laman Facebook Ustadz Imron Rosyadi

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Share:

KOMUNITAS PENCINTA HABAIB DAN ULAMA PALANGKARAYA, SIAP MENGAWAL HABAIB DAN ULAMA


Ulama adalah orang-orang yang berjuang di jalan agama melalui ilmu. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ilmu-ilmu-Nya. Imam Hasan al-Basri ketika ditanya tentang amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan yang menyelamatkan pada hari akhir. "Cintailah para aulia atau ulama (orang yang dekat dengan Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya, di sana tertulis namamu.

Dengan mencintai Habaib dan Ulama maka pasti yang ditemukan adalah kebaikan dan keberkahan. Untuk mengambil keberkahannya sejumlah pemuda yang berlatar belakang dari beberapa Majelis yang ada di Kota Palangkaraya berinisiatif membuat suatu wadah komunitas yaitu Pencinta Habaib dan Ulama.


"Tujuan dibuatnya komunitas ini adalah untuk menambah kecintaan kita kepada Ahlul Bait Rasulullah (Dzuriat Nabi) dan para pewaris Nabi yaitu Para ulama," jelas ketua Komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya Haji Muhammad Khaidir," Jumat  (18/09/2020)

H. Khaidir menambahkan selain wadah tempat berkumpul dan sharing komunitas  Pencinta Habaib dan Ulama juga sering melakukan kegiatan yang sifatnya pengawalan terhadap Habaib dan Ulama yang ada di Kota Palangkaraya.


"Kami komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Palangkaraya sering di minta untuk mengawal para Habaib dan ulama yang lagi berdakwah di kota Palangkaraya, selain itu kami juga membantu warga atau majelis yang akan mengadakan hari besar Islam dalam hal materi, tenaga dan pikiran," ucapnya

Sementara itu sekretaris Komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya Haji Muhammad Azhar menuturkan komunitas ini untuk mempererat   tali silaturahmi antara sesama muslim.


"Komunitas ini sebagai wadah kita untuk mempererat tali silaturahmi sesama muslim khususnya jama'ah majelis yang ada di Kota Palangkaraya," ucapnya

Haji Azhar berpesan bagi warga masyarakat yang perlu bantuan dalam pengawalan kepada Habaib dan ulama maupun perayaan hari besar Islam, Komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya siap membantu silahkan hubungi kami.

"Kami siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam hal Pengawalan terhadap Habaib dan Ulama maupun perayaan hari besar Islam kami siap membantu, silahkan hubungi saja kontak ini 081352732987 ( H. M. Khaidir) , 085230515533 (Haji Arief), 082251442016 ( H. A. Safawi)," pesannya.

Adapun susunan struktur komunitas Pecinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya adalah
Pembina/Penasehat:
GURU H.M.ARSYAD, USTADZ H.M.ALGHIFARI, GURU AHMAD SAZALI
Ketua Umum:
 H.M.KHAIDIR(081352732987)
Ketua 1: H.ARIEF(085230515533) 
Ketua 2: H.A.SAFAWI(082251442016)
Sekretaris:
H.M.AZHAR
Bendahara:
LIKMA AHJAYADI
Bidang Humas:
USTADZ M.YUSUF, USTADZ A.KHAIRUN, IMRON NAZIBULLAH, H.AHYADIN
Bidang Dokumentasi: 
AHMAD SOFYAN(AMAT GADUX), OMAN, ANDI, YADI
Bidang Kesehatan: ARJAN
Bidang Sosial: H.M.RIFA'I,H.HANAFIAH,H.ZAINAL
Bidang Keamanan: H.A.BASUKI RAHMAT
Bidang Umum:
ZANI ALVARO, REZA, A.QUSYAIRI, ABI, A.TAUFIK, A.KHAIDIR, YUDI, FAJRIN, IYAN SETIAWAN, M.AINI DAN SELURUH ANGGOTA GRUP
Share:

Kamis, 17 September 2020

BANSER PALANGKARAYA TERTIBKAN PEMAKAMAN ROIS SYURIAH PW NU KALTENG


Palangkaraya,- Ribuan jamaah hadiri Sholat jenazah KH Anwar Isa di Masjid Raya Nurul Islam Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Banyaknya jamaah membuat situasi tidak lagi memenuhi protokol kesehatan covid-19. Melihat situasi seperti itu Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan cepat menertibkan para jamaah yang akan ikut melaksanakan sholat jenazah sampai proses pemakaman, sehingga semuanya berjalan dengan lancar.

"Pengamanan Dan Pengawalan Jenazah KH. Anwar Isa ini salah Satu bentuk pengabdian Kami Banser Kepada Ulama NU Yang juga Ketua MUI Provinsi Kalteng karena beliau merupakan ulama kharismatik pemersatu seluruh umat Kalteng khususnya Kota Palangka Raya ini," kata Kepala Satkorcab Kota Palangkaraya Ary Kholiq. Kamis (17/09/2020)

Ary menambahkan ini menjadi suatu kebanggaan bagi Banser Palangkaraya di beri amanah untuk berpartisipasi dalam proses pemakaman ulama kita.

"Suatu kebanggaan Banser Palangkaraya untuk turut berpartisipasi dalam prosesi Pemakaman ini. Harapannya akan ada lagi pengganti beliau sebagai sosok jadi panutan seluruh umat tapi dihati kami tidak tergantikan. kami mendoakan beliau Husnul Khotimah dan keluarga Yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.Amiin," harapnya

Hal senada juga di sampaikan oleh ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah Elly Saputra.

"Sosok KH Anwar Isa adalah panutan kami di NU karena beliau sekarang menjabat Rois Syuriah PW NU Kalteng saat ini. Kami begitu sangat kehilangan, karena beliau adalah ulama pemersatu umat yang bisa di jadikan Guru, Orang Tua, dan juga sahabat," tuturnya

Elly juga mendoakan ulama yang akrab disapa Abi ini mendapat Husnul khatimah dan di Ampuni segala dosanya, dan amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT.

Perlu diketahui KH Anwar Isa saat ini menjabat sebagai Rois Syuriah PW NU Kalteng dan juga Ketua MUI Kalimantan Tengah. beliau wafat pada Rabu (16/09/2020) dan di makamkan di kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai. Selain itu beliau juga menjadi Imam Besar Masjid Raya Nurul Islam. Karena itulah beliau bisa di terima dari kalangan Ulama, pejabat dan masyarakat umum.
Share:

BIOGRAFI SINGKAT KH ANWAR ISA

Ayahnda Drs.H. Anwar Isa, Lc, putera dari pasangan H.M. Isa dan Hj.Nuriah, beliau adalah saudara kandung Prof.DR. H. Ahmadi  Isa, MA. Pria yang akrab di sapa "Abi" ini  lahir  pada  tanggal  1  Mei  1946  di  Jarang Kuantan,  Amuntai Kalimantan Selatan.  Alamat tinggal di jalan Salak No. 8 (Belakang Masjid Nurul Islam) Palangka Raya. Kyai Anwar Isa menekuni bidang keagamaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Beliau sangat mahir berbahasa Arab dan karenanya urang Jarang  Kuantan ini sangat  menggemari membaca kitab-kitab  berbahasa  Arab.  Motto  hidupnya  adalah  berjuang untuk ummat Islam. Ia berpesan kepada generasi muda jadilah insan yang bermanfaat bagi ummat dan masyarakat. 

Pendidikannya  dimulai  dari  SR  6  tahun  (Amuntai)  tamat tahun  1959,  PGA  4  tahun  (Rantau)  tamat  tahun  1962,  MAAIN (Banjarmasin)  lulus  tahun  1965,  Pondok pesantren  Rasyidiyah Khalidiyah  (Amuntai)  lulus tahun 1965. Di pondok Rakha ini beliau belajar kepada Ulama besar di antaranya Syaikh Janawi, Syaikh Nafiah, Syaikh Zam Zam( beliau mendengarkan Hadits Arbain Nawawi dengan beliau).

Sarjana  Muda  IAIN  (Amuntai)  lulus  tahun  1972,  Sarjana Lengkap(Drs) diraihnya dari Sekolah Tinggi Islam Tarbiyah Rakha Kopertis IV Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1992.Sedangkan gelar Lc diperolehnya di Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus, Syiria pada tahun 1982.Beliau bermukim di sana kurang lebih 10 tahun. 

Beliau kuliah di sana dan mendapati Ulama- Ulama besar di antaranya :
1. Fadhilatu Syaikh Muhaddits Doktor Nuruddin 'Itr
2. Fadhilatu syaikh Al-Imam Asy-Syahid Doktor Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi.
3. Fadhilatu Syaikh Al-Faqih Doktor Wahbah Az-Zuhaili.
4. Serta Saudaranya Fadhilatu syaikh Musthafa Zuhaili.
5. Fadhilatu Syaikh Al-Habib Muhammad bin Alwi Al- Maliki Al-Hasani.
6. Fadhilatu Syaikh Abdul Karim Al-Banjary
Dan lain-lain.
Melakukan perjalan Haji kurang lebih 22 kali, melakukan perjalanan ke Lebanon, mesir.

Selain itu, beliau juga mengikuti penataran P4 Tingkat Nasional (1985), Tenaga Pengajar Bahasa  Arab LIPIA  (1988), Manasik haji (1992) dan  Pelatihan Pemahaman Al-Qur’an di Palangkaraya (2001). Berbagai kegiatan lain yang bertemakan agama (bidang Kemasjidan dan Tilawatil Qur’an) beliau ikuti secara berkesinambungan.

Sejak usia muda hingga sekarang beliau aktif diberbagai organisasi keagamaan, kemahasiswaan, kemesjidan  dan lain-lain. Putera H. Muhammad Isa yang ini juga aktif dibidang pendidikan. Hal  tersebut  dapat  dilihat  dari  aktifitasnya  sebagai  Pemimpin Ponpes Al-Anwar Amuntai (1988), Kepala Sekolah Ibtidaiyah NU Jl. Dr. Murjani Palangka Raya (1994-2000), Dosen Luar Biasa pada STAIN Palangka Raya (1999-2000), Dosen Pendidikan Agama Islam di Akademi Gizi Politeknik Kesehatan Palangka Raya (2000), selain mengajar di Perguruan Tinggi tersebut, juga berprofesi sebagai  Imam besar Mesjid Raya Nurul Islam  Palangkaraya (sejak 1994 – sekarang), Penatar/Pelatih Manasik Haji  Tingkat Provinsi  Kalteng (2004),  Penyeleksi  calon Petugas Haji Daerah Kalteng (2003-2005), Ketua KBIH Kiswah Palangka Raya (sejak 2002-sekarang) dan sebagai penceramah di berbagai Majelis Ta’lim. 

Jabatan lainnya yang pernah diemban adalah sebagai Ketua MUI Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua/ Rois Syuriah PWNU Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kalimantan Tengah.


Beliau berpulang kerahmatullah pada hari Rabu 16 September 2020 sekitar Pukul 11.20 WIB di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya. Dan di makamkan di Alkah Warga Amuntai Komp. Bengaris Kota Palangka Raya berdampingan dengan makam KH. Busra Khalid dan Prof. Dr. H Ahmadi Isa dengan usia 74 tahun.

Selamat jalan guruku
Semoga Allah melapangkan Kubur pian, selalu dapat curahan Rahmat dan maghfirah dariNya dan semoga yg ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran. Aamiin

#Catatan ini diambil dari berbagai sumber dengan sedikit penambahan dari penulis

Sumber: 
1) Judul Buku "Ulama Banjar dari Masa ke Masa" (edisi revisi) kerjasama LP2M UIN Antasari dgn MUI Provinsi Kalimantan Selatan thn 2018 hal 446 (Profil KH. Anwar Isa)
2) Catatan Sanad Masyaikhah Banjariyyah yg ditulis Guru H. Abdussalam AM ketika berkunjung kerumah alm abi tanggal 10 Juli 2020
Share:

Rabu, 16 September 2020

PEMAKAMAN KH. ANWAR ISA DIANTAR RIBUAN ORANG


Ulama adalah pewaris para Nabi (Al-'ulama warasatul Anbiya). Mereka yang disebut pewaris para Nabi adalah ulama yang lurus, punya ilmu dan adab yang tinggi, memiliki sifat khauf (rasa takut) kepada Allah 'Azza wa Jalla. Mereka laksana pelita yang menerangi bumi.

Kemaren Kalimantan Tengah berduka dengan wafatnya ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah KH. Anwar Isa. Beliau sosok Ulama yang menyejukkan umat. Beliau bisa juga sebagai Guru, Orang Tua, dan Sahabat. Selain menjabat sebagai Ketua MUI Kalteng, beliau juga aktif di Nahdatul Ulama Organisasi terbesar di Indonesia, beliau menjabat sebagai Rois Syuriah PWNU Kalteng dan menjadi Imam Besar Masjid Raya Nurul Islam. Oleh sebab itu beliau bisa di terima dari kalangan Ulama, pejabat dan masyarakat.

Itu terbukti saat proses pemakaman ribuan jamaah mengantarkan jenazah KH Anwar Isa ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai. Kamis (17/09/2020)

Jenazah KH. Anwar Isa di sholatkan di Masjid Raya Nurul Islam dengan imam sholat jenazah KH. Muksin di hadiri ribuan jamaah yang ikut sholat jenazah. Setelah itu jenazah dibawa kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai dengan di iringi ribuan pelayat.

Sedangkan proses pemakaman ketika pembacaan talqin dibacakan oleh Wakil Gubernur Habib Ismail Bin Yahya Balghoits, Ketua MUI Kota KH. Zainal Arifin, dan KH. Muksin.

Salah satu pelayat Supiani mengatakan baru pertama kali selama ia di Palangka Raya melihat iringan pelayat panjangnya lebih dari satu kilometer.

"KH Anwar Isa memang sosok ulama kharismatik bisa dekat dengan siapa saja, beliau contoh panutan bagi siapa saja," ucapnya.

Share:

Selasa, 15 September 2020

KETUA MUI KALIMANTAN TENGAH, KH. ANWAR ISA TUTUP USIA


Kabar duka menyelimuti Kota Palangkaraya khususnya, Kalimantan Tengah umumnya. Ketua MUI Kalimantan Tengah KH. Anwar Isa tutup usia. Rabu (16/9/2020) di Rumah Sakit Doris Sylvanus kota Palangkaraya.

Ulama besar Kalimantan Tengah ini menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.20 wib siang tadi. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit.

Sekarang almarhum di semayamkan di rumah duka jalan Salak, Kampung Baru, kelurahan Pahandut, kecamatan Pahandut.

Berdasarkan info di grup WhatsApp Almarhum di kebumikan di kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai.

Share:

PERANGI COVID, KEMENAG PUSAT BANTU RP 200 JUTA UNTUK PESANTREN DI PALANGKA RAYA


Palangka Raya (Humas) Kementerian Agama terus berupaya mengurangi penyebaran virus korona, salah satunya dengan memberikan bantuan biaya operasional ke pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam. 

Untuk wilayah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, sedikitnya ada lima pondok pesantren (Pontren) dan enam lembaga pendidikan Islam mendapat bantuan dengan nilai total Rp 200 juta. 

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Rahmat Fauzi, Jumat (11/9/2020) siang. 

"Di Palangka ada lima pondok dan enam lembaga pendidikan keagamaan Islam yang dapat bantuan yaitu empat Taman Pendidikan Alquran atau TPQ dan dua Madrasah Diniyah Takmiliyah atau MDT" ucap Fauzi. 

Dikatakan nilai bantuan lembaga berbeda-beda ada yang Rp40 juta dan 25 juta untuk pesantren dan untuk TPQ serta MDT masing-masing Rp10 juta.

"Untuk pondok sesuai Juknis nilai bantuannya tergantung jumlah santrinya. Ada yang 50 juta untuk pondok besar, 40 juta untuk pondok sedang dan pondok kecil Rp25 juta. Di kita satu pondok dapat Rp40 juta dan empat pondok dapat Rp25 juta serta enam lembaga pendidikan keagaman Islam masing-masing Rp10 juta sehingga total Rp200 juta," ucapnya. 

Bantuan itu, lanjut Fauzi ditransfer langsung oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian RI ke rekening masing-masing lembaga melalui BNI.

Dijelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan biaya operasional pesantren dan lembaga keagamaan Islam. Selain itu juga untuk memutus atau mengurangi mata rantai penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam. 

"Bantuan ini juga sebagai wujud keberpihakan pemerintah atau affirnative action bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam," ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Fauzi, sesuai petunjuk teknis yg dikeluarkan Dirjen Pendis Kemenag RI, bantuan itu harus dimanfaatkan untuk biaya kebutuhan penerapan protokol kesehatan seperti pembelian sabun, hand sanitizer, masker, thermal scenner, wastafel atau alat-alat penunjang penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Dana itu juga bisa dimanfaatkan untuk biaya operasional seperti pembayaran listrik, air ataupun untuk biaya keamanan," ucapnya. 

Karena sumber dana tersebut dari negara, lanjut Fauzi, maka penggunaanya harus sesuai juknis dan harus dipertanggungjawabkan. Karena itu setiap lembaga yang mendapatkan bantuan tersebut harus membuat pertanggungjawaban dan diserahkan ke Kementerian Agama Kota Palangka Raya. (Eka)


Sumber : https://kalteng.kemenag.go.id/palangkaraya/berita/505319/Perangi-Covid-Kemenag-Pusat-Bantu-Rp-200-Juta-untuk-Pesantren-di-Palangka-Raya

Share:

Senin, 14 September 2020

PONTREN RADJA GELAR WISUDA TAHFIDZ KE-2



Palangka Raya (Humas) Meski sempat tertunda karena pandemi covid 19, akhirnya prosesi wisuda Tahfidz ke-2 santri putra dan putri Pontren Raudhatul Jannah (RadJa) Palangka Raya dapat diselenggarakan meskipun secara sederhana. pada tanggal 15 Muharram 1442 H di halaman utama Pontren Raudhatul Jannah. Kamis (13/9/2020)

Prosesi wisuda tersebut merupakan kegiatan wajib untuk kelas Tahfidz yang diselenggarakan setiap tahun di penanggalan 10 Muharram.

"Sebenarnya wisuda Tahfidz ini diselenggarakan setiap 10 Muharram seperti tahun yang lalu, karena pandemi Covid-19 akhirnya tahun ke-2 ini Alhamdulillah dapat kita laksanakan pada 15 Muharram 1442 H," ucap ustadz Yasin selaku ketua Yayasan pondok.

Menghafal Al Qur’an atau biasa dikenal dengan tahfidz memiliki dua kriteria yang harus dipenuhi, yakni hafal dalam ingatan dan bisa mengucapkannya kembali diluar kepala tanpa membaca Al Qur’an atau catatan lain.

Dalam kegiatan Wisuda Tahfidz ke-2 ini Pontren Raudhatul Jannah Palangka Raya berhasil mewisuda 30 Santri Putra dan Putri mulai dari umur 5 sd 16 tahun dengan rentang hapalan mulai dari 1 juz sd  30 juz.

Dalam rangkaian prosesi wisuda para santri putra dan putri terlebih dahulu  diuji kemampuannya dalam menghapal Al-Qur`an, adapun tim penguji antara lain ustadz Marzuki, ustadz Ahmad Yasin, dan ustadz zainal.

"Anak yang terbiasa dalam menghafal Al Quran, secara tidak langsung dia akan lebih bisa berdisiplin dan mengatur waktu. Setiap santri yang mampu menghapal Al Qur`an 1 sd 30 Juz akan kita beri penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai. Uang tunai ini merupakan sumbangan dari komite dan donatur yang memang khusus mendukung program Tahfidz ini, "semoga ke depan akan lebih banyak dukungan dari para donatur sehingga mampu memotivasi santri untuk lebih bersemangat lagi menghapal, meskipun materi (uang) bukan lah tujuan utama para hafidz dan hafidzah ini," ungkap ustadz Yasin

Menurut tim Humas Kemenag Kota yang bertugas di Pontren RadJa, Nur Hidayah, bantuan uang tunai dari para donatur yang diamanahkan untuk para anak yatim pun telah disampaikan kepada yang berhak menerimanya.

Berikut daftar nama para hafidz-hafidzah yang diwisuda :

1. M. Hirzi Ramadhani - 1 Juz

2. Al Fatih Abigail R - 1 Juz

3. Nazril Nur Ilham - 1 Juz

4. M. Dzakirurrahman - 1 Juz

5. Alan Al Madani - 1 Juz

6. Hilal Nazmi - 1 Juz

7. M.Kahfi - 1 Juz

8. Nadi Setiawan - 1 Juz

9. Setiawan Bagus W - 1 Juz

10. Nabila Nur Syafitri - 1 Juz

11. Zahratunnisa - 1 Juz

12. Ahmad Rifani - 1 Juz

13. M. Ihsanul Hafidz Andi - 1 Juz

14. Tria Tama P. - 1 Juz

15. Multiya Faridah - 1 Juz

16. Andry Sevencho - 2 Juz

17. M. Rasya Aditya -  2 Juz

18. M. Mujib - 2 Juz

19. M. Hafizh - 2 Juz

20. Ronald Adi Syaputra - 2 Juz

21. Abraar Reyvaldi  P - 3 Juz

22. Kelvin Avrliansyah - 4 Juz

23. Ahmad Khoirul Mujib - 4 Juz

24. Resky Mustakim - 4 Juz

25. Aula Ikrima - 4 Juz

26. M. Rudianor - 6 Juz

27. Shaulatiyah - 7 Juz

28. Ali Nor Irfansyah - 12 Juz

29. Rifky Ilham - 24 Juz

30. M.Dzikri Aulia - 30 Juz 

(Nur Hidayah,**)

Share:

Sabtu, 12 September 2020

MENGHORMATI AHLUL BAIT DAN AHLI ILMU


Di zaman Sahabat, pernah terjadi pertikaian antara dua Ulama besar, dua sosok yang sama-sama disayangi baginda Nabi Saw. Dua tokoh itu adalah Zaid Bin Tsabit dan Abdullah Bin Abbas -Rodiyallahu anhuma-.

'Konflik' kedua sahabat Nabi itu sampai sekarang masyhur dengan masalah 'Mubahalah'. Santri yang pernah ngaji Faraidh pasti tahu masalah ini.

Cerita bermula ketika Abdullah Bin Abbas berbeda pendapat dengan Zaid Bin Tsabit dalam masalah 'Jadd wa Ikhwah'. Ibnu Abbas menyatakan bahwa 'kakek' bisa menggugurkan hak waris 'saudara-saudara' mayit sedangkan Zaid tetap kukuh bahwa mereka tetap memiliki hak waris meskipun kakek masih hidup.

Saking yakinnya Ibnu Abbas akan kebenaran pendapatnya, sampai-sampai beliau berkata :

" Tidak takutkan Zaid kepada Allah dalam masalah ini ?? Aku ingin ia dan orang-orang yang tidak sependapat denganku dalam masalah ini mendatangi Ka'bah dan marilah kita 'bermubahalah'. Siapa yang berdusta maka laknat Allah akan turun atas dirinya !! "

Beberapa waktu Kemudian mereka berdua bertemu dalam suatu acara. orang-orang sudah menanti apa yang akan dilakukan dua sahabat yang sedang berseteru itu. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan..

Kala itu, Ibnu Abbas melihat Zaid datang menaiki kuda. Segeralah ia mengambil tali kekang kudanya lantas menuntunnya sebagai bentuk penghormatan. Zaid yang tak nyaman dimuliakan seperti itu berkata :

" Jangan kau lakukan ini wahai sepupu Rasulullah"

" Seperti ini kami diajarkan untuk menghormati ulama kami", jawab Ibnu Abbas santai sambil tersenyum

Zaid tak mau kalah. Ia berkata kepada Ibnu Abbas :

" Bisa liat tanganmu sebentar" ??

Ibnu Abbas yang sama sekali tak curiga langsung memberikan tangannya. Ibnu Abbas 'tertipu'. Di detik itu juga Zaid dengan penuh Tadhim mencium tangannya.

" Seperti ini kami diajarkan untuk memuliakan keluarga Nabi kami.. " Zaid tersenyum bahagia.

Sumber : Kutipan Postingan dari Ustadz Muhammad Ismael Al Kholilie, salah satu keturunan dari Syaikhona KH. Kholil Bangkalan, Madura

http://www.rumah-muslimin.com/2019/11/menghormati-ahlul-bait-dan-ahli-ilmu.html?m=1#.X1ygQINgPAU.facebook
Share:

Jumat, 11 September 2020

KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN HIDUP YANG SEJATI


Siapa yang dalam hidupnya tidak ingin bahagia? Laki-laki maupun perempuan. Besar maupun kecil. Tua maupun muda, bahkan yang kafir maupun yang mukmin. Pasti di dalam hidupnya berharap untuk menjadi orang yang berbahagia.

Hanyalah orang yang tidak berakal yang tidak ingin bahagia di dalam hidupnya. Akan tetapi bagaimana kita meraihnya?. Seseorang yang melakukan bermacam-macam aktifitas, dia lakukan bermacam-macam pekerjaan karena dia yakin di situlah letak kebahagiaan.

Tanpa ada harapan untuk mendapatkan kebahagiaan, maka dia tidak akan berani untuk beraktifitas dan melakukan bermacam-macam pekerjaan. Akan tetapi, bagaimana kita meraih kebahagiaan? Ketauhilah sesungguhnya, manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala bukan hanya dengan jasmani, bukan hanya dengan akal. Dalam diri manusia terdapat ruh, terdapat jiwa yang di situ juga sama mempunyai kebutuhan untuk senang dan bahagia.

Di saat jasmani kita akan merasa berbahagia dengan beristirahat, dengan makan, dengan tidur dan bermacam-macam aktifitas lainnya. Maka sesungguhnya akal kita akan menuntut, akal lebih berbahagia tatkala akan mendapatkan siraman ilmu pengetahuan.

Begitu pula ruh dan jiwa. Ruh akan kembali merasakan kebahagiaan tatkala kembali ke tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala, di mana Allah mengatakan di dalam Al-Quran:

……. وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى ….

Dan aku (Allah) tiupkan di dalam Adam dan anak cucunya bagian dari ruh (ciptaan)-Ku”. Ruh akan menjadi seimbang, tatkala dia akan kembali kepada Tuhannya.

Bahagia bukan hanya dengan menumpuk harta, Bahagia bukan hanya di saat ia merasakan kekuasaan yang besar. Namun hakikat dari pada kebahagiaan (adalah) tatkala jiwa seseorang stabil, tenang, tentram (dan) kembali kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka Allah mengatakan di dalam Al-Quran :

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(surat Ar-Rad ayat 28)

Orang-orang yang beriman tentram jiwanya, hatinya menjadai tenang tatkala mengingat kepada Tuhannya, karena saat itu kembalinya ruh kepada tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala. Ketauhilah dengan mengingat Allah, di situlah letak kebahagiaan.

Sebaliknya, orang yang sama sekali lalai kepada Allah subhanahu wata’ala, tidak melaksanakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah, bahkan ia langgar (peraturan) Allah subhanahu wta’ala. Maka meskipun secara lahiriyyah dia adalah orang yang bergelimang dengan harta benda, berada di dalam puncak jabatan di depan manusia, maka pada hakikatnya Allah mengatakan :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا …..

(surat Thaha Ayat 124)

Mereka yang berpaling dariku, tidak mau kepadaku, tidak mau kembali pada kasih sayangku, kata Allah subhanahu wata’ala. Maka dia berada di dalam kehidupan yang sempit. Meskipun seperti apa bentuknya, dia tidak merasakan hakikat dari pada kebahagiaan yang sesungguhnya.

Bukti bahwa manusia tidak bisa lepas dari pada bertuhan, adalah adanya agama-agama di muka bumi ini. Bahwa ruh dan jiwa mereka tidak bisa lepas dari yang namanya  al-ilah atau yang Namanya al-ma’bud. Ini adalah bukti nyata, lihat, orang menyembah pahala, menyembah matahari, menyembah api, menyembah ini dan itu adalah bukti bentuk ekspresi mereka, kebutuhan ruh mereka terhadap yang Namanya sesembahan, di mana ruh akan menjadi tenang dan tentram tatkala di situ dia menemukan tempat asalnya sesembahan.

Nah, di sinilah pentingnya Allah mengutus para utusan. Ini loh makanan yang halal. Tidak setiap sesuatu yang bisa dikonsumsi itu halal. Begitu pula tidak setiap sesuatu yang bisa disembah, itu bisa disembah.

Maka di saat kembali kepada Tuhannya, di situlah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Di tulis oleh : Al Habib Hamid Al Qadri

Sumber : https://mading.id/uncategorized/kunci-meraih-kebahagiaan-hidup-yang-sejati/

Share:

SILATURAHMI KE GP ANSOR PALANGKARAYA, HABIB HAMID AL QADRI : UTAMAKAN ILMU DAN AKHLAK


PALANGKARAYA,- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Palangkaraya mengadakan silaturahmi bersama Habaib di sekretariat PC GP Ansor Palangkaraya jalan G. Obos X no 50, Menteng Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya. Rabu (9/9/2020)

Hadir pada kesempatan itu Habib Hamid Bin Ja'far Al Qadri dari Jakarta, ketua PC GP Ansor Palangkaraya Achmad Noor Slamet, beberapa pengurus PC GP Ansor  dan Banser Palangkaraya. 

"Kami mengucapkan terima kasih dan ahalan wa Sahlan kepada Al Habib Hamid Bin Ja'far Al Qadri yang telah mau menyempatkan diri bersilaturahmi dengan PC GP Ansor Palangkaraya di sekretariat yang baru," ucap ketua PC GP Ansor Palangkaraya Achmad Noor Slamet

Slamet mengatakan silaturahmi ini bentuk ikhtiar kita dalam menjaga para Habaib ulama kita dan mengharapkan keberkahan dari para Habaib dan ulama.

"Silaturahmi ini adalah sebagai wujud kami menjaga para Habaib dan ulama, karena salah satu tugas GP Ansor itu sendiri menjaga para Habaib dan Ulama. Kami juga mengharapkan keberkahan dan nasehat dalam menghadapi isu-isu yang beredar di media sosial saat ini," tuturnya

Sementara itu Habib Hamid Al Qadri berpesan kepada GP Ansor selalu mengedepankan akhlak dan ilmu dalam menghadapi isu-isu yang beredar.

"Dalam kondisi saat ini, kita harus selalu mengedepankan ilmu dan akhlak. Dan selalu menjalin silaturahmi kepada para tokoh masyarakat, Ulama dan Habaib yang ada, agar selalu terjalin ikatan antara Ulama, Habaib dan Ansor Banser," pesannya

Untuk mengambil berkahnya acara silaturahmi ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Hamid Al Qadri yang juga salah satu Pengurus Pusat Rijalul Ansor. 
Share:

Kamis, 10 September 2020

TAHUN INI HABIB UMAR BIN HAFIDZ TIDAK BERKUNJUNG KE INDONESIA


 Al Habib Umar bin hafidz, merupakan seorang Dai yang namanya telah tersohor diseluruh penjuru dunia. Lembutnya sifat dan akhlak beliau serta sifat tawadhunya menjadikan dirinya sesosok ulama yang dikagumi oleh banyak orang dibelahan dunia, termasuk negeri Indonesia.

Setiap tahun, kehadiran Guru Mulia Al Habib Umar bin hafidz sangat dinanti-nantikan oleh para pecintanya, namun pada tahun kali ini kandas sudah harapan para pecintanya untuk melihat tausiyah nan wajah indahnya. 

Biasanya, Guru Mulia Al Habib Umar bin hafidz hadir di acara Haul Syeikh Abu Bakar bin Salim yang diadakan oleh Majelis Rasulullah SAW, hari setelahnya, barulah Tabligh Akbar bersama Guru Mulia Al Habib Umar bin hafiz dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas) - Jakarta Pusat.

Al Habib Nabiel Al Musawa, melalui video yang diunggahnya mengatakan, bahwa tahun ini guru mulia tidak bisa hadir, namun insya allah beliau akan memberikan tausiyah melalui video yang nanti akan disiarkan melalui live streaming haul syeikh abu bakar bin salim pada hari sabtu (12/09/2020) besok.

Nabawi TV serta Majelis Rasulullah SAW akan menyiarkan acara tersebut secara live, Namun kapan waktunya belum dapat dipastikan, nanti akan diberitahu melalui media sosial official Majelis Rasulullah SAW melalui postingannya.

Ketidakhadiran Guru Mulia, memberikan goresan kekecewaan di hati para pecintanya, namun itulah keputusannya, demi kebaikan diri kita wa bil khusus guru kita, Sayyidil Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Mari berdo'a untuk kebaikan bangsa ini, serta pulihnya negeri ini dan belahan dunia lainnya dari wabah virus corona.

Bagi yang ingin melihat guru mulia, pantau terus media sosial Majelis Rasulullah SAW untuk melihat jadwal live streamingnya, Besok hari sabtu, 12 September 2020 (acaranya).

Source : Habib Nabiel Al Musawa

Ditulis Oleh : Admin rumah-muslimin.com

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
Share:

Support