Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Jumat, 11 September 2020

KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN HIDUP YANG SEJATI


Siapa yang dalam hidupnya tidak ingin bahagia? Laki-laki maupun perempuan. Besar maupun kecil. Tua maupun muda, bahkan yang kafir maupun yang mukmin. Pasti di dalam hidupnya berharap untuk menjadi orang yang berbahagia.

Hanyalah orang yang tidak berakal yang tidak ingin bahagia di dalam hidupnya. Akan tetapi bagaimana kita meraihnya?. Seseorang yang melakukan bermacam-macam aktifitas, dia lakukan bermacam-macam pekerjaan karena dia yakin di situlah letak kebahagiaan.

Tanpa ada harapan untuk mendapatkan kebahagiaan, maka dia tidak akan berani untuk beraktifitas dan melakukan bermacam-macam pekerjaan. Akan tetapi, bagaimana kita meraih kebahagiaan? Ketauhilah sesungguhnya, manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala bukan hanya dengan jasmani, bukan hanya dengan akal. Dalam diri manusia terdapat ruh, terdapat jiwa yang di situ juga sama mempunyai kebutuhan untuk senang dan bahagia.

Di saat jasmani kita akan merasa berbahagia dengan beristirahat, dengan makan, dengan tidur dan bermacam-macam aktifitas lainnya. Maka sesungguhnya akal kita akan menuntut, akal lebih berbahagia tatkala akan mendapatkan siraman ilmu pengetahuan.

Begitu pula ruh dan jiwa. Ruh akan kembali merasakan kebahagiaan tatkala kembali ke tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala, di mana Allah mengatakan di dalam Al-Quran:

……. وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى ….

Dan aku (Allah) tiupkan di dalam Adam dan anak cucunya bagian dari ruh (ciptaan)-Ku”. Ruh akan menjadi seimbang, tatkala dia akan kembali kepada Tuhannya.

Bahagia bukan hanya dengan menumpuk harta, Bahagia bukan hanya di saat ia merasakan kekuasaan yang besar. Namun hakikat dari pada kebahagiaan (adalah) tatkala jiwa seseorang stabil, tenang, tentram (dan) kembali kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka Allah mengatakan di dalam Al-Quran :

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(surat Ar-Rad ayat 28)

Orang-orang yang beriman tentram jiwanya, hatinya menjadai tenang tatkala mengingat kepada Tuhannya, karena saat itu kembalinya ruh kepada tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala. Ketauhilah dengan mengingat Allah, di situlah letak kebahagiaan.

Sebaliknya, orang yang sama sekali lalai kepada Allah subhanahu wata’ala, tidak melaksanakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah, bahkan ia langgar (peraturan) Allah subhanahu wta’ala. Maka meskipun secara lahiriyyah dia adalah orang yang bergelimang dengan harta benda, berada di dalam puncak jabatan di depan manusia, maka pada hakikatnya Allah mengatakan :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا …..

(surat Thaha Ayat 124)

Mereka yang berpaling dariku, tidak mau kepadaku, tidak mau kembali pada kasih sayangku, kata Allah subhanahu wata’ala. Maka dia berada di dalam kehidupan yang sempit. Meskipun seperti apa bentuknya, dia tidak merasakan hakikat dari pada kebahagiaan yang sesungguhnya.

Bukti bahwa manusia tidak bisa lepas dari pada bertuhan, adalah adanya agama-agama di muka bumi ini. Bahwa ruh dan jiwa mereka tidak bisa lepas dari yang namanya  al-ilah atau yang Namanya al-ma’bud. Ini adalah bukti nyata, lihat, orang menyembah pahala, menyembah matahari, menyembah api, menyembah ini dan itu adalah bukti bentuk ekspresi mereka, kebutuhan ruh mereka terhadap yang Namanya sesembahan, di mana ruh akan menjadi tenang dan tentram tatkala di situ dia menemukan tempat asalnya sesembahan.

Nah, di sinilah pentingnya Allah mengutus para utusan. Ini loh makanan yang halal. Tidak setiap sesuatu yang bisa dikonsumsi itu halal. Begitu pula tidak setiap sesuatu yang bisa disembah, itu bisa disembah.

Maka di saat kembali kepada Tuhannya, di situlah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Di tulis oleh : Al Habib Hamid Al Qadri

Sumber : https://mading.id/uncategorized/kunci-meraih-kebahagiaan-hidup-yang-sejati/

Share:

SILATURAHMI KE GP ANSOR PALANGKARAYA, HABIB HAMID AL QADRI : UTAMAKAN ILMU DAN AKHLAK


PALANGKARAYA,- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Palangkaraya mengadakan silaturahmi bersama Habaib di sekretariat PC GP Ansor Palangkaraya jalan G. Obos X no 50, Menteng Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya. Rabu (9/9/2020)

Hadir pada kesempatan itu Habib Hamid Bin Ja'far Al Qadri dari Jakarta, ketua PC GP Ansor Palangkaraya Achmad Noor Slamet, beberapa pengurus PC GP Ansor  dan Banser Palangkaraya. 

"Kami mengucapkan terima kasih dan ahalan wa Sahlan kepada Al Habib Hamid Bin Ja'far Al Qadri yang telah mau menyempatkan diri bersilaturahmi dengan PC GP Ansor Palangkaraya di sekretariat yang baru," ucap ketua PC GP Ansor Palangkaraya Achmad Noor Slamet

Slamet mengatakan silaturahmi ini bentuk ikhtiar kita dalam menjaga para Habaib ulama kita dan mengharapkan keberkahan dari para Habaib dan ulama.

"Silaturahmi ini adalah sebagai wujud kami menjaga para Habaib dan ulama, karena salah satu tugas GP Ansor itu sendiri menjaga para Habaib dan Ulama. Kami juga mengharapkan keberkahan dan nasehat dalam menghadapi isu-isu yang beredar di media sosial saat ini," tuturnya

Sementara itu Habib Hamid Al Qadri berpesan kepada GP Ansor selalu mengedepankan akhlak dan ilmu dalam menghadapi isu-isu yang beredar.

"Dalam kondisi saat ini, kita harus selalu mengedepankan ilmu dan akhlak. Dan selalu menjalin silaturahmi kepada para tokoh masyarakat, Ulama dan Habaib yang ada, agar selalu terjalin ikatan antara Ulama, Habaib dan Ansor Banser," pesannya

Untuk mengambil berkahnya acara silaturahmi ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Hamid Al Qadri yang juga salah satu Pengurus Pusat Rijalul Ansor. 
Share:

Kamis, 10 September 2020

TAHUN INI HABIB UMAR BIN HAFIDZ TIDAK BERKUNJUNG KE INDONESIA


 Al Habib Umar bin hafidz, merupakan seorang Dai yang namanya telah tersohor diseluruh penjuru dunia. Lembutnya sifat dan akhlak beliau serta sifat tawadhunya menjadikan dirinya sesosok ulama yang dikagumi oleh banyak orang dibelahan dunia, termasuk negeri Indonesia.

Setiap tahun, kehadiran Guru Mulia Al Habib Umar bin hafidz sangat dinanti-nantikan oleh para pecintanya, namun pada tahun kali ini kandas sudah harapan para pecintanya untuk melihat tausiyah nan wajah indahnya. 

Biasanya, Guru Mulia Al Habib Umar bin hafidz hadir di acara Haul Syeikh Abu Bakar bin Salim yang diadakan oleh Majelis Rasulullah SAW, hari setelahnya, barulah Tabligh Akbar bersama Guru Mulia Al Habib Umar bin hafiz dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas) - Jakarta Pusat.

Al Habib Nabiel Al Musawa, melalui video yang diunggahnya mengatakan, bahwa tahun ini guru mulia tidak bisa hadir, namun insya allah beliau akan memberikan tausiyah melalui video yang nanti akan disiarkan melalui live streaming haul syeikh abu bakar bin salim pada hari sabtu (12/09/2020) besok.

Nabawi TV serta Majelis Rasulullah SAW akan menyiarkan acara tersebut secara live, Namun kapan waktunya belum dapat dipastikan, nanti akan diberitahu melalui media sosial official Majelis Rasulullah SAW melalui postingannya.

Ketidakhadiran Guru Mulia, memberikan goresan kekecewaan di hati para pecintanya, namun itulah keputusannya, demi kebaikan diri kita wa bil khusus guru kita, Sayyidil Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Mari berdo'a untuk kebaikan bangsa ini, serta pulihnya negeri ini dan belahan dunia lainnya dari wabah virus corona.

Bagi yang ingin melihat guru mulia, pantau terus media sosial Majelis Rasulullah SAW untuk melihat jadwal live streamingnya, Besok hari sabtu, 12 September 2020 (acaranya).

Source : Habib Nabiel Al Musawa

Ditulis Oleh : Admin rumah-muslimin.com

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
Share:

Senin, 07 September 2020

TIGA WIRID PARA AULIYA


 Al Habib Ali Ibn Hasan Al Attas berkata :
Ada tiga macam wirid yang tidak pernah berpisah dengan para auliya'/sholihin, di keranakan manfaat dari wirid ini yang sangat besar dalam hidup, baik di Dunia maupun Akhirat :

1.Membaca 100x sebelum Solat Subuh :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم ،استغفرالله
(Subhanallah Wabihamdih Subhanallahil'adzim ,Astagfirullah )
Ini di-kenal dengan sebutan Istighfar para Malaikat.

2. Membaca 100x sesudah Solat Zuhur:
لاإله إلا الله الملك الحق المبين
( La Ilaha Illallah Al-Malikul Haqqul Mubin)
Rasulullah Sallallahu alaihi wa alaa aalihi wa sallam bersabda 'Siapa saja yang membaca kalimat ini, akan selamat (di-jauhkan) dari kemiskinan dan akan menenangkan serta menyenangkan di alam kubur dari rasa 
kesepian "

3. Dan membaca sebelum Tidur :
33 x سبحان الله(Subhanallah)
33 x الحمدلله(Alhhamdulillah)
34 x الله اكبر (Allahu Akbar)
Dan menutup dgn
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(la ilaha illallah wahdahu la sharika lahu lahul mulku wa lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai-in qadir)

Inilah kalimat yang di-ajarkan Rasulullah ﷺ kepada anaknya tercinta, Sayyidah Fatimah RA dan juga kepada Sayyidina Ali RA, para Ulama' mengatakan ada rahasia yang sangat besar
Share:

Rabu, 02 September 2020

11 ADAB MURID TERHADAP GURU


1) Apabila bertemu dengan guru, murid hendaklah mengucapkan salam

2) Murid hendaklah tidak banyak bicara di depan guru.

3) Murid tidak boleh berkata sesuatu yang tidak di izinkan gurunya.

4) Murid tidak boleh menanyakan sesuatu kepada gurunya melainkan setelah meminta izin dari gurunya. 

5) Murid tidak boleh menyangkal kata-kata gurunya seperti menyarankan bahwa kata-kata si fulan itu bertentangan dengan kata-kata gurunya atau sebagainya.

6) Murid tidak boleh memberi isyarat untuk menunjukkan kata-kata gurunya salah dan menganggap akan dirinya lebih betul atau lebih mengetahui daripada gurunya. Perbuatan seperti ini menunjukkan kekurangan adab murid kepada guru, di samping kurang berkatnya.

7) Murid tidak boleh berbisik dengan orang-orang yang disebelahnya berhadapan dengan guru.

8) Murid tidak boleh menoleh ke kiri atau ke kanan ketika berada di depan guru, sebaliknya ia hendaklah duduk dengan menunduk penuh adab sopan.

9) Murid tidak boleh bertanya kepada gurunya yang sedang capek.

10) Apabila guru berdiri atau baru tiba, murid hendaklah berdiri menghormatinya. Ketika guru bangkit dari duduknya, murid tidak boleh mengemukakan sebarang pertanyaan atau sesuatu masalah. Begitu juga ketika guru sedang berjalan hinggalah tiba di tempat duduknya. Pertanyaan boleh dilakukan hanya ketika darurat.

11) Murid tidak boleh berprasangka buruk terhadap gurunya.

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*



Share:

Senin, 31 Agustus 2020

ADAB BANGUNKAN ANAK DARI TIDUR



Cara atau adab membangunkan anak yang tidur, anak yang masih bayi, kanak - kanak , remaja atau dewasa.

1. Beri salam kepada anak yang sedang tidur

2. Sentuh ujung ibu jari kakinya dan goyangkannya perlahan -perlahan.

3. Panggil namanya dengan lembut dan teruskan menggoyang kakinya.

4. Kalau masih belum bangun, kuatkan sedikit suara dan goyang badannya.

5. Teruskan memanggil namanya dan panggillah sayang, manja atau anak.

6. Bangunkan sambil memujinya contoh: Bangun sayang, anak umi yang baik, anak umi yang soleh, anak umi yang rajin.

7. Setelah anak bangun, usap kepalanya sambil berucap dengan lembut agar ia mandi , sholat subuh dan bersegera ke sekolah untuk menjadi anak yang bijak pandai.

8. InsyaALLAH , anak anda akan bangun dengan badan yang segar dan otak yang cerdas karena dibangunkan dengan penuh kasih sayang.

Cara ini juga boleh dilakukan kepada suami isteri tersayang atau kesiapa saja.


Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

Sabtu, 29 Agustus 2020

PERINGATI 10 MUHARAM, IBU-IBU PENGAJIAN MASJID NURUL HIKMAH MEMBUAT BUBUR ASYURA DAN SANTUNI ANAK YATIM

Palangkaraya,-  Salah satu tradisi orang Banjar di 10 Muharam adalah membuat bubur Asyura. Bubur yang di masak hanya di hari Asyura ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kalimantan Selatan khususnya suku Banjar. Selain membuat bubur Asyura, pada tanggal 10 Muharam juga di kenal sebagai hari Raya anak yatim. Di mana mereka yang mampu memberikan santunan kepada anak yatim dengan niat mendapatkan barokahnya.

Tradisi ini masih di laksanakan oleh ibu-ibu Pengajian Masjid Nurul Hikmah yang berada di jalan Darmosugondo kompleks palangkasari. Sabtu (29/08/2020)

Ketua ibu-ibu Pengajian Masjid Nurul Hikmah Hj. Norsidah mengatakan pembuatan bubur Asyura dan memberikan santunan kepada anak yatim sudah menjadi tradisi yang di lakukan ibu-ibu Pengajian.

"Pembuatan bubur Asyura dan santunan anak yatim ini setiap tahunnya kita laksanakan pada tanggal 10 Muharam. Dan ini sudah menjadi tradisi khususnya warga komplek Palangkasari," tuturnya

Hj. Norsidah menjelaskan dana untuk pembuatan bubur Asyura ini dari sumbangan yang diberikan oleh warga. Dan pembuatan buburnya dimasak oleh ibu-ibu warga komplek Palangkasari.

"Untuk biaya pembuatan bubur Asyura kita mendapat sumbangan dari warga sekitar kompleks. Dan pembuatan buburnya di lakukan secara gotong royong oleh warga kompleks. Sedangkan untuk santunan kepada anak yatim di berikan langsung oleh warga yang mampu. Yang mana anak yatimnya dari anak-anak yatim yang ada di sekitar kompleks palangkasari," jelasnya

Ibu yang akrab disapa Hj.idak ini mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan relawan yang telah membantu kegiatan 10 Muharam ini.

"Kami dari ibu-ibu Pengajian Masjid Nurul Hikmah kompleks Palangkasari mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya dan kepada para relawan yang telah membantu hingga terlaksananya kegiatan ini," ucapnya (Anas)
Share:

Support