Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Rabu, 19 Mei 2021

Sambut Konfercab VIII, Ini Pesan Ketua PCNU Kota Palangka Raya.

Ketua Tanfiziah PCNU Kota Palangka Raya, Ustadz Muhammad Syahrun


Palangka Raya - Jelang Konferensi Cabang (Konfercab) VIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Palangka Raya yang akan dilaksanakan 29 - 30 Mei 2021 mendatang memunculkan kader-kader terbaik Ansor yang akan maju dalam bursa calon pemilihan ketua Ansor Kota Palangka Raya.

Ketua Tanfiziah PCNU Kota Palangka Raya, Ustadz Muhammad Syahrun menyambut baik banyaknya kader yang akan berkompetisi di bursa pemilihan ketua Ansor Kota Palangka Raya.

"Dengan banyaknya kader yang ingin berkompetisi di bursa pemilihan ketua Ansor Kota Palangka Raya, itu membuktikan bahwa kaderisasi yang dijalankan selama ini berjalan dengan baik. Dan mereka yang maju sebagai bakal calon ketua di Konfercab nanti adalah mereka yang sudah siap menjalankan organisasi kedepannya,"ucapnya saat di temui di kediamannya jalan Pantai Cemara Labat. Kamis (20/5/2021)

Ustadz Syahrun berpesan bagi kader-kader yang akan maju dalam Konfercab VIII PC GP Ansor Kota Palangka Raya agar selalu mengedepankan akhlak dan etika dalam berkompetisi.


"Saat berkompetisi nanti diharapkan agar para calon ketua untuk selalu menjaga akhlak dan etikanya, berkompetisi sesuai AD/ART, dan jangan mencampur adukkan kepentingan untuk memecah belah organisasi. Mari kita membangun Ansor kedepannya lebih baik lagi, walaupun nanti ada yang tidak terpilih bisa tetap berkontribusi membangun Ansor,"tuturnya

Ustadz Syahrun menambahkan siapa saja nanti yang terpilih bisa merangkul semua unsur di kepengurusan untuk membangun Ansor.

"Jangan ada kesan yang kalah dan menang, sehingga menimbulkan kesenjangan di Ansor nanti, agar nantinya ketua yang terpilih bisa merangkul semua unsur di Ansor bersama-sama membangun menjadi lebih baik lagi. Dan semoga acara Konfercab nanti berjalan dengan lancar," pesannya
Share:

Selasa, 18 Mei 2021

Jelang Konfercab, PAC GP Ansor Pahandut Siapkan Kader Terbaiknya


Palangka Raya - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Palangka Raya akan mengelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII pada 29 - 30 Mei 2021 mendatang. 

Jelang Konfercab PC GP Ansor Kota Palangka Raya kali ini, PAC GP Ansor Pahandut mempersiapkan Kadernya untuk meramaikan bursa pemilihan ketua.

"Kita sudah mempersiapkan beberapa kader terbaik kita untuk bertarung meramaikan bursa pemilihan ketua Ansor Kota Palangka Raya. Ada dua kandidat yang kita siapkan yaitu ketua dan wakil ketua PAC GP Ansor Pahandut," ujar Muhammad Misbah Sekretaris PAC GP Ansor Pahandut di sekretariat PAC GP Ansor Pahandut jalan Tumbang Rungan. Rabu (19/5/2021)

Misbah mengungkapkan dua kader PAC GP Ansor Pahandut yang nanti maju adalah kader terbaik yang dimiliki Ansor Pahandut.

"Yang pertama ketua PAC GP Ansor Pahandut yaitu, Yek Ali memiliki visi  misi untuk membangun Ansor Kota periode 2021 - 2025 lebih baik. Dengan latar belakangnya sebagai santri yang mencintai seni dan budaya, Ali ingin menguatkan kader Ansor dalam kreatifitas. Sedangkan yang kedua Subahanor yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua PAC GP Ansor Pahandut juga mempunyai visi misi yang tak kalah hebatnya untuk membangun Ansor Kota Palangka Raya di zaman era industri 4.0, Ansor Kota Palangka Raya ke depan harus matang secara organisasi, kaderisasi maupun kreatifitas di media sosial dan cetak," jelasnya

Misbah berharap nantinya kader dari PAC GP Ansor Pahandut bisa memberikan kontribusi membangun Ansor Kota Palangka Raya menjadi lebih baik lagi.
Share:

Selasa, 16 Maret 2021

Bangsawan di Mata Rasulullah

Suatu hari Rasulullah SAW sedang berbincang-bincang dengan para sahabatnya. Tiba-tiba seorang lelaki berpakaian bagus dan nampak berwibawa melewati mereka. Rasulullah SAW pun kemudian bertanya kepada salah seorang sahabat yang berada di dekatnya mengenai orang yang baru saja lewat tersebut.

Seorang sahabat segera menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang bangsawan, demi Allah pantas saja jika ia meminang seorang gadis pasti diterima, dan apabila ia membantu memintakan sesuatu untuk orang lain pasti akan dikabulkan.” Rasulullah SAW hanya diam mendengar jawaban demikian.

Tak lama kemudian ada lagi orang lain yang melewati mereka dengan pakaian sederhana dan dalam tingkah yang biasa-biasa saja. 


Lalu Rasulullah SAW pun bertanya kembali kepada para sahabat di sekelilingnya. Bagaimanakah pendapat mereka tentang orang yang juga baru saja lewat. Seorang sahabat menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang rakyat jelata miskin yang sangat layak bila pinangannya pasti ditolak. Dan jika memintakan bantuan untuk orang lain, pantas pula ditolak. Orang-orang dapat saja dengan mudah tidak mempercayai ucapan-ucapannya.” 
Mendengar jawaban ini, Rasulullah SAW kemudian bersabda, ”Demi Allah, orang yang kedua ini lebih baik dari pada yang pertama, dengan seberat bulatan penuh bumi.” (HR Bukhari Muslim) 

Rasulullah SAW lalu menceritakan tentang perbincangan antara surga dan neraka yang kemudian diputusi oleh Allah. Neraka berkata, ”Aku disesaki oleh para pembesar, penguasa dan orang-orang yang sombong.” Kemudian surga menimpali, ”Aku dihuni oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata.” Allah pun berfirman kepada keduanya, ”Kau surga, tempat rahmat-Ku, terberkatilah mereka yang memasukimu, siapa pun yang Kukehendaki. Dan kau neraka, Aku menyiksa mereka yang memasukimu, siapapun yang Kukehendaki. Masing-msing dari kalian pasti akan Kupenuhi.” (HR Muslim) 

Hamba Allah tidak dinilai berdasarkan kedudukan duniawi. Seorang hamba akan dirahmati atau disiksa karena amal perbuatannya. Siapa pun ia, tanpa peduli jabatan dan status sosialnya. (Anam)

Share:

Senin, 15 Maret 2021

CELAKA BAGI ORANG ALIM YANG ILMUNYA TIDAK BERMANFAAT

Orang Yang Alim 1000x Lebih celaka daripada Orang Bodoh, Apabila Ilmunya Tidak Bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain

وعن قوله صلى الله عليه وسلم: (مررت ليلة أسرى بي بأقوام تقرض شفاههم بمقارض من نار، فقلت: من أنتم؟ قالوا: كنا نأمر بالخير ولا نأتيه وننهى عن الشر ونأتيه).

Sabda Nabi saw :

"Di malam aku melakukan Israk, aku melewati sekelompok kaum yang bibir mereka digunting dengan gunting api neraka. Lalu aku bertanya, 'Siapa kalian?' dan Mereka menjawab, 'Kami adalah orang-orang yang memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya, dan mencegah keburukan tapi kami sendiri mengerjakannya!'


فإياك يا مسكين أن تذعن لتزويره فيدليك بحبل غروره، فويل للجاهل حيث لم يتعلم مرة واحدة، وويل للعالم حيث لم يعمل بما عمل ألف مرة.

Oleh karena itu, jangan engkau serahkan dirimu untuk diperdaya oleh jerat tipuannya. Celaka sekali bagi orang bodoh, karena ia tidak belajar. Tapi celaka seribu bagi orang alim yang tak mengamalkan ilmunya


 Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah



Share:

Sabtu, 20 Februari 2021

PC NU Palangka Raya Ziarah Bersama Majelis Talim Ratib Athos Palangka Raya


Bagi warga NU, ziarah kubur memang menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Warga NU tidak hanya melakukan ziarah kubur ke makam orang tua atau nenek moyangnya yang sudah meninggal, tapi juga ziarah kubur ke makam para kiai, ulama dan waliyullah.

Untuk memelihara tradisi itu PC NU Kota Palangka Raya bersama rombongan Majelis Ta'lim Ratib Athos Palangka Raya yang di pimpin langsung oleh KH. Muhammad Rijani yang juga Wakil Rois Syuriah NU kota Palangka Raya. Rute ziarah kali ini kemakam Syeh H Abdul Hamid yang terletak di Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit. Sabtu (20/2/2021)

Ketua PC NU Kota Palangka Raya Ustadz M Syahrun mengatakan ini adalah agenda Majelis Ta'lim Ratib Athos Palangka Raya dan PC NU ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

"Sebenarnya ini adalah agenda rutin Majelis Ta'lim Ratib Athos Palangka Raya yang di pimpin oleh guru kita KH Muhammad Rijani dan PC NU Kota Palangka Raya ikut bersama rombongan dengan beberapa Masjid yang ada di Palangka Raya"ucapnya

Syahrun juga menambahkan ziarah ini adalah salah satu tradisi warga Nahdiyin selain itu juga menjadi syiar dakwah Islam khususnya bagi warga Nahdiyin.

"Tradisi ziarah ini akan kita tetap jaga, apalagi berziarah ke makam orang Sholeh itu sudah dilakukan oleh para kyai NU dari zaman dulu. Karena ziarah makam wali merupakan tradisi turun-temurun yang sudah berakar kuat di kalangan umat Islam di Palangka Raya khususnya di kalangan nahdliyin sebagai representasi dari masyarakat nusantara yang masih berpegang teguh pada tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang khususnya para wali atau penyebar agama Islam di tanah nusantara. Dan juga tradisi Ziarah makam wali memiliki peran dan posisi strategis untuk dijadikan sebagai media dakwah yang cukup efektif khususnya di kalangan nahdliyin sebagai mayoritas masyarakat di Palangka Raya," jelasnya

Syahrun Juga berharap nantinya tradisi ziarah ini akan di jadikan agenda tahunan yang nantinya akan kita rutinkan setiap tahunnya.

"Kami berharap ziarah ini bisa dilaksanakan bersama Badan Otonom (Banom) NU yang lainnya, dan nantinya bisa menjadi program kerja NU Palangka Raya. Semoga kita semua bisa Istiqomah dalam menjalankannya," harapnya. (Anastas Khumaini/Foto/PCNU Palangka Raya) 
Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

ADAB DALAM MAJLIS YANG SERING DIABAIKAN


Dalam suatu rauhah yang dihadiri oleh Al-Habib Abdul Bari’ bin Syeikh Alaydrus, seorang munsyid membacakan sebuah qosidah Al-Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad. 

Setelah qasidah itu selesai dilantunkan, berkata Al-Habib Abdul Bari’ bin Syeikh Al Aydrus :

"Jika ada seseorang yang asyik berbicara pada saat dilantunkan suatu qasidah yang digubah oleh Salaf, maka hal itu akan berarti dia merasa yakin bahwa dia punya percakapan lebih baik dari kalam Salaf. Atau bisa berarti dia menolak kalam tersebut. 

Begitu juga jika seseorang asyik berbicara pada saat yang lain lagi membacakan Fatihah atau berdoa, maka hal itu menunjukkan sesungguhnya dia tidak mau mendapatkan pahala dari Fatihah atau doa yang dibacakan itu."

Didalam hadits dikatakan :

"Jika ada seseorang asyik berbicara ketika yang lainnya sedang membaca Al-Qur’an, maka ALLAH menyuruh seorang Malaikat dan Malaikat tersebut akan berkata kepada yang lagi asyik berbicara, “Diamlah wahai musuh ALLAH”, sampai ia tidak bicara lagi.

Jika ia masih tetap berbicara, Malaikat tadi akan berkata kepadanya, “Diamlah wahai orang yang sungguh dibenci oleh ALLAH”, sampai ia berhenti berbicara. 

Jika ia masih juga tetap berbicara, Malaikat itu akan berkata kepadanya, “Diamlah wahai orang yang sungguh dilaknat oleh ALLAH.”

Kalam Rasulullah SAW bersesuaian dengan Al-Qur’an. Begitu juga dengan kalam Salaf bersesuaian mengikuti kalam Rasulullah SAW. Karena mereka tidaklah berbicara kecuali dengan izin Robbani. 

Begitulah ilmu tidak akan bisa didapatkan kecuali dengan adab. Maka beradablah kalian… Beradablah…

Sumber : Diambil dari kitab Bahjatun Nufus fi kalam Al-Habib Abdul Bari' bin Syeikh Alaydrus, disusun oleh Al-Habib Muhammad bin Saggaf bin Zain Al-Hadi, hal. 84-85


Share:

Senin, 21 September 2020

PC NU KOTA PALANGKA RAYA RESMI DILANTIK, INI HARAPAN GUBERNUR


Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengharap Nahdlatul Ulama (NU) mampu menunjukkan eksistensi Islam yang menebarkan kasih sayang bagi semesta.

Sugianto mengungkapkan hal itu saat memberikan sambutan pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NUKota Palangka Raya masa khidmat 2020-2025.

“Saya berharap NU terus menyampaikan dakwah bahwa Islamitu rahmatan lil-alamin, karena kita di dunia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa,” kata Sugianto dalam kegiatan yang digelar di Pondopo Rumah Dinas Wali Kota Palangka Raya, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Palangka Raya, Kalimatan Tengah, Minggu (20/9/2020).

Toleransi dan keharmonisan yang ada di Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah harus dijaga, kata Sugiyanto, sebab menurutnya Islam Indonesia mestinya bisa berdampingan secara damai dengan umat agama lain. Bahkan, calon petahana Gubernur Kalteng ini berharap, di masa mendatang ada tokoh agama yang tersohor berasal dari kader NU.

“Mudah-mudahan NU Kalteng bisa melahirkan ulama-ulama yang kharismatik dan termasuk wali Allah,” doanya.


Dalam kesempatan itu, Sugianto menepati janjinya membantu PWNUKalteng untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berupa satu unit mobil ambulans.

“Bantuan mobil ambulans untuk klink NU ini mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga NU dan umat Islam di Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Perlu diketahui, plantikan tersebut sempat tertunda selama hampir empat bulan. Menurut Ketua PCNU Kota Palangka Raya H Muhammad Syahrun, hal itu karena wabah Covid-19. Sehingga, pihaknya baru dapat merealisasikan saat era kenormalan baru ini dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Selalu cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak sebagai ikhtiar untuk melumpuhkan penyebaran Covid-19. Mari disiplin protokol kesehatan. Insyaallah kita akan aman dari virus yang menakutkan itu,” ajaknya.


Syahrun berharap kepada jajarannya yang telah dilantik agar mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi NU, “Jangan ada niat untuk memperbaiki NU karena NU itu sudah baik. Seharusnya kita yang bisa berubah lebih baik setelah masuk ke organisasi NU ini,” pesannya

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua PWNU Kalimantan Tengah Wahyudi F Dirun dan Ketua PW Muslimat NU Kalimantan Tengah Rahmaniar. Selain Gubernur Kalimantan Tengah, turut hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Bupati Pulang Pisau Edy Protowo, dan beberapa tokoh masyarakat.

Shalat hajat menjadi rangkaian pembuka acara dengan niat agar selalu diberikan kesehatan dan terhindar wabah, khususnya agar Covid-19 cepat berakhir. Acara dilanjut dengan penyerahan bantuan mobil ambulans dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran untuk klink NU dan serah terima berkas tanah wakaf dari Zuraidah Hatimah seluas 20.000 meter persegi untuk PCNU Kota Palangka Raya.

“Tanah wakaf ini akan kita bangun diatasnya perkampungan NU, pesantren NU dan Mualaf Center. Kita doakan mudahan cepat terealisasi, dan pengurus yang baru dilantik ini bisa mewujudkan. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Zuraidah Hatimah yang telah mewakafkan hartanya. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi beliau,” kata Rais PCNU Kota Palangka Raya KH. Zainal Arifin. (anas/arh)

Sumber :  https://sorotnusantara.com/

Share:

Support