Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Kamis, 14 Mei 2020

BAGARAK SAHUR, MAJELIS DARUL HADDAD BAGIKAN MAKANAN


Palangkaraya,- Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan juga penuh ampunan, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Majah “Ramadhan itulah bulan yang Allah memfardlukan atas kamu berpuasa didalamnya dan aku telah mensyari’atkan untukmu ibadah malamnya maka barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dan beribadah di malam harinya karena iman dan mengharap akan Allah, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti seorang bayi yang dikeluarkan dari rahim ibunya”. Memanfaatkan momen di Bulan Ramadhan, Majelis Ta'lim Darul Haddad mengadakan berbagai kegiatan selama Bulan suci Ramadhan.

Adapun kegiatannya begarakan sahur dan membagikan makanan di lingkungan Majelis Darul Haddad jalan Dr. Murjani Gang Hidayah setiap jam 2 pagi.

Koordinator lapangan Majelis Darul Haddad Uhan mengatakan kegiatan Rutin ini kita lakukan setiap hari di sepuluh terakhir bulan Ramadhan ini. 

"Kegiatan bagarak sahur ini bukan sekedar membangunkan orang sahur, tapi kita langsung membagikan makan kepada masyarakat dengan sistem door to door. Karena sekarang masa pandemi covid-19 maka kita mengikuti imbauan pemerintah untuk physical distensing untuk jaga jarak, maka kita bagikan dari rumah ke rumah," tuturnya. Jumat (15/5/2020)

Yang di bagikan adalah berupa lauk pauk kepada masyarakat di lingkungan komplek bengkel yang terkenal padat penduduk.

"Beberapa hari ini kita membagikan 4 panci sayur dan SOP ayam yang kita bagikan kemasyarakat. Dengan memakai gerobak kita berkeliling gang," jelasnya

Sementara itu ketua Majelis Darul Haddad K.H Mashudi Maqsum mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbang untuk kegiatan ini. “sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan(ganjarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang mulia.” (Qs. Al Hadid: 18).

"Semoga kegiatan yang telah dilakukan ini menjadi berkah dan semoga menjadi amal ibadah kita," ucapnya. (ans)
Share:

Jumat, 17 April 2020

Majelis Rotib Al Alawiyyin salurkan bantuan sembako

Palangkaraya – Merebaknya Corona Virus Disease atau yang dikenal Covid-19 berdampak pada banyak sektor penting. Kebijakan social distancingdan phisical distancing menutup ruang publik maupun tempat ibadahuntuk sementara waktu.

Persoalan baru juga muncul yang mana banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Otomatis itu berimbas dalam perekonomian keluarga.

Melemahnya daya beli masyarakat menjadi perhatian banyak pihak, salah satunya Majelis Rotib Al Alawiyyin Palangkaraya Kalimantan Tengah.

“Sasaran kegiatan bagi sembako ini adalah mereka yang benar-benar nyata sangat memerlukan,” kata Pimpinan Majelis Rotib Al Alawiyyin Palangakraya, Habib Akhmad Bin Syech Assegaf usai kegiatan, Jumat (17/04/2020)

Habib Akhmad Assegaf menambahkan " ada 100 Paket bantuan sembako yang sudah di distribusikan kepada warga yang saat ini membutuhkan," tambahnya.

"Sedangkan dana untuk kegiatan ini, menggunakan dana kas Majelis Rotib Al Alawiyyin Palangkaraya dan para donatur yang peduli terhadap warga yang sangat membutuhkan. Jelas Habib yang juga Alumunus Pondok pesantren Daarun Nasyiien, Lawang.



Share:

Sabtu, 08 Februari 2020

Majelis Al Hasyimiah Palangkaraya menghidupkan kembali Amaliah salaf sa'adah Ba Alawi

Palangkaraya,- (08/02) Majelis Al Hasyimiah Palangkaraya, kembali mengadakan kajian. Majelis yang terletak di jalan Pilau ini di pimpin oleh Al Habib Umar bin Hasan bahasyiem dari Martapura selalu mengadakan kajian setiap Sabtu atau malam Ahad setelah Ba'da isya.

Majelis yang di adakan setiap 1 bulan sekali ini diawali dengan membaca Yasin dan Rotib-Rotib para sa'adah Ba Alawi di antaranya Rotib Haddad.

Setelah itu di lanjutkan dengan pembacaan kitab-kitab salaf sa'adah Ba Alawi yang di bacakan oleh Habib Umar bin Hasan bahasyiem Alumni Daarul Mustafa Tarim, pimpinan Al Habib Umar bin Hafidz, Yaitu kitab Kitab Al-Manhaj As Sawi 
, Kitab Tarikhul Hawadist Wal Ahwal An Nabiwiyah, Kitab Risalah Mu'awanah.

Dengan membaca kitab-kitab salaf sa'adah Ba Alawi ini menghidupkan kembali Amaliah salaf dulu dan Sunnah Rasulullah. Habib Umar bin Hasan bahasyiem sangat menekankan pentingnya Sunnah Rasulullah jangan pernah meninggalkan walaupun sekecil mungkin.

Majelis Al Hasyimiah Palangkaraya yang selalu di hadiri oleh para Habaib, mengajak umat Islam kota Palangkaraya untuk berhadir di majelis setiap malam Ahad ini. (Abu Atoillah)
Share:

Selasa, 28 Januari 2020

Rizqi kita sulit, mungkin ini hikmahnya


Saudaraku dalam hidup yang kita jalani ada kemudahan yang ALLAH berikan dan ada kesulitan dalam mencari rizqi, namun didalam setiap kesulitan berperasangka baiklah kepada ALLAH dan renungi satu hadits ini:
.
عن ابن عباس رضي الله عنه، قال رسول الله صلى الله عليه و سلّم: "إنّ من الذنوب ذنوبا لا يكفّرها الصّلاة ولا الصّيام ، ولا الحجّ ولا العمرة ،  لكن يكفّرها الهموم في طلب المعيشة" [رواه ابن عساكر]
.
Dari Sayyidina Abdullah ibnu Abbas R.A, bersabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya diantara dosa-dosa ada dosa yang tidak bisa diampuni lantaran sholat, puasa, ibadah haji dan umroh, namun bisa diampuni lantaran banyak kesusahan yang dihadapi dalam mencari rizqi". [H.R Ibnu Asakir].
.
Renungan: Saudaraku bisa jadi kesulitan yang kita hadapi lantaran dosa yang pernah kita lakukan, dan ALLAH ingin Mengampuni dan Menghapus setiap dosa-dosa dalam diri kita.
.
Carilah rizqi yang halal agar tidak menambah dosa-dosa, dan bantu dengan memperbanyak istighfar agar rizqi kita tidak terhalang oleh dosa-dosa dan ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala memudahkan juga meluaskan rizqi kita...aamiin.
Share:

Minggu, 26 Januari 2020

Ijazah Zikir Dan Doa

IJAZAH -- Berikut ijazah yang bermanfaat bagi siapa saja yang tengah dalam belenggu kemaksiatan dan dosa. Syarat awalnya adalah jangan sekali-kali lelah/lemah untuk bertaubat kepada Allah, meski dalam seharinya anda melakukan maksiat 100 kali banyaknya. Maka, tiap kali anda bermaksiat, tiap kali pula anda kembali kepada-Nya (baca: bertaubat).

Kedua, jauhilah tempat, kawan serta alat yang mendekatkan anda pada maksiat. Jauhkan dirimu dari bahaya itu !! Apabila sudah bisa lakukan hal itu, jagalah hubungan kita dengan Allah swt., jangan lemah untuk bertaubat tiap kali terjerumus dalam dosa. Berkawanlah kepada orang-orang yang baik (menghadiri majelis ilmu/khair), dan banyak berzikir, itu akan memberikan pengaruh kepada dirimu.

Setelah itu bacalah ijazah zikir di atas, rutinkanlah selalu semoga Allah merahmati kita semua dalam ketaatan kepada-Nya. Katakan, "Qabilnal Ijazah." #penerbitlayar
Share:

TERAPI HATI

.
"Seseorang bertanya kepada Habib Umar, "Ya Habib, Apa saja yang dapat menyebabkan hati menjadi teguh dalam meninggalkan maksiat?.
.
Jawab Habib Umar, "Hati seseorang mukmin dapat menjadi teguh dan kokoh untuk meninggalkan maksiat dengan cara menetap di tempat pelarian yang benar!".
(Fafirruu ila Allah, Berlarilah menuju Allah).
.
Untuk dapat menggapainya, Tempuhlah cara-cara berikut.
1). Renungkanlah akibat buruk dari dosa, Bahayanya, Dampak negatifnya, Tempat kembalinya menjijikkan, Dan berakhir dengan buruk.
.
2). Menjauh dari pelaku dosa dan jangan dengarkan perkataannya.
.
3). Bersedang-sedang dalam makan, Minum dan berpakaian. Sederhanalah, Jauhi kenyang dan berlebih-lebihan.
Para ulama' menyebutkan, Bahwa menjaga diri dari maksiat, Bisa dilakukan dengan cara menjaga 4 hal dari 4 hal yang lain.
.
1). Menjaga perut dari kekenyangan.
2). Menjaga mata dari memandang (menjaga pandangan dari maksiat).
3). Menjaga lisan dari bicara (hal yang tidak bermanfaat).
4). Menjaga hati dari berpikir (hindari pikiran negatif!)".
.
(Nasihat Hikmah, Guru Mulia Al Imam Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz).
Share:

FANATIK TERHADAP GURU

Pernah mungkin ada dalam benak kita bahwa guru yang kita jadikan panutan adalah guru yg terbaik, namun sadarkah kita bahwa perkataan tersebut adalah bentuk sebuah kesombongan?. Boleh kita mencintai guru kita, namun jangan sampai kecintaan kita terhadap guru kita membutakan kemuliaan guru-guru yang lain. Karena hal itulah muncul kefanatikan dalam hati kita dan membuat diri kita meremehkan yang lain. 
Boleh kita mencintai guru kita, yang mendidik ruhani kita, yang mengenalkan kita kepada Allah dan rasulNya, namun jangan memaksa orang lain untuk mempunyai perasaan yang sama seperti kita, sebab perasaan cinta itu bukan karena sebuah keterpaksaan.


Jangan sampai kita memaksakan pendapat guru kita kepada orang lain karena itu dapat menimbulkan permusuhan diantara saudara kita yang lain. 
Pendapat guru kita adalah milik pribadi kita dengan tanpa menafikan pendapat yg lain, hargai pendapat guru-guru yg lainnya.

Seorang guru ruhani adalah milik pribadi kita, apa yg dinasehatkannya kepada kita adalah untuk kita, karena belum tentu cocok untuk orang lain.

Cintai guru kita tanpa ada fanatik dan merendahkan yang lain.
*Sedikit Kutipan dari nasehat Guru Mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz
.
اللهم صل وسلم علی سيدنا محمد وعلی آل سيدنا محمد .

Share:

Support