Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Senin, 07 September 2020

TIGA WIRID PARA AULIYA


 Al Habib Ali Ibn Hasan Al Attas berkata :
Ada tiga macam wirid yang tidak pernah berpisah dengan para auliya'/sholihin, di keranakan manfaat dari wirid ini yang sangat besar dalam hidup, baik di Dunia maupun Akhirat :

1.Membaca 100x sebelum Solat Subuh :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم ،استغفرالله
(Subhanallah Wabihamdih Subhanallahil'adzim ,Astagfirullah )
Ini di-kenal dengan sebutan Istighfar para Malaikat.

2. Membaca 100x sesudah Solat Zuhur:
لاإله إلا الله الملك الحق المبين
( La Ilaha Illallah Al-Malikul Haqqul Mubin)
Rasulullah Sallallahu alaihi wa alaa aalihi wa sallam bersabda 'Siapa saja yang membaca kalimat ini, akan selamat (di-jauhkan) dari kemiskinan dan akan menenangkan serta menyenangkan di alam kubur dari rasa 
kesepian "

3. Dan membaca sebelum Tidur :
33 x سبحان الله(Subhanallah)
33 x الحمدلله(Alhhamdulillah)
34 x الله اكبر (Allahu Akbar)
Dan menutup dgn
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(la ilaha illallah wahdahu la sharika lahu lahul mulku wa lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai-in qadir)

Inilah kalimat yang di-ajarkan Rasulullah ﷺ kepada anaknya tercinta, Sayyidah Fatimah RA dan juga kepada Sayyidina Ali RA, para Ulama' mengatakan ada rahasia yang sangat besar
Share:

Rabu, 02 September 2020

11 ADAB MURID TERHADAP GURU


1) Apabila bertemu dengan guru, murid hendaklah mengucapkan salam

2) Murid hendaklah tidak banyak bicara di depan guru.

3) Murid tidak boleh berkata sesuatu yang tidak di izinkan gurunya.

4) Murid tidak boleh menanyakan sesuatu kepada gurunya melainkan setelah meminta izin dari gurunya. 

5) Murid tidak boleh menyangkal kata-kata gurunya seperti menyarankan bahwa kata-kata si fulan itu bertentangan dengan kata-kata gurunya atau sebagainya.

6) Murid tidak boleh memberi isyarat untuk menunjukkan kata-kata gurunya salah dan menganggap akan dirinya lebih betul atau lebih mengetahui daripada gurunya. Perbuatan seperti ini menunjukkan kekurangan adab murid kepada guru, di samping kurang berkatnya.

7) Murid tidak boleh berbisik dengan orang-orang yang disebelahnya berhadapan dengan guru.

8) Murid tidak boleh menoleh ke kiri atau ke kanan ketika berada di depan guru, sebaliknya ia hendaklah duduk dengan menunduk penuh adab sopan.

9) Murid tidak boleh bertanya kepada gurunya yang sedang capek.

10) Apabila guru berdiri atau baru tiba, murid hendaklah berdiri menghormatinya. Ketika guru bangkit dari duduknya, murid tidak boleh mengemukakan sebarang pertanyaan atau sesuatu masalah. Begitu juga ketika guru sedang berjalan hinggalah tiba di tempat duduknya. Pertanyaan boleh dilakukan hanya ketika darurat.

11) Murid tidak boleh berprasangka buruk terhadap gurunya.

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*



Share:

Senin, 31 Agustus 2020

ADAB BANGUNKAN ANAK DARI TIDUR



Cara atau adab membangunkan anak yang tidur, anak yang masih bayi, kanak - kanak , remaja atau dewasa.

1. Beri salam kepada anak yang sedang tidur

2. Sentuh ujung ibu jari kakinya dan goyangkannya perlahan -perlahan.

3. Panggil namanya dengan lembut dan teruskan menggoyang kakinya.

4. Kalau masih belum bangun, kuatkan sedikit suara dan goyang badannya.

5. Teruskan memanggil namanya dan panggillah sayang, manja atau anak.

6. Bangunkan sambil memujinya contoh: Bangun sayang, anak umi yang baik, anak umi yang soleh, anak umi yang rajin.

7. Setelah anak bangun, usap kepalanya sambil berucap dengan lembut agar ia mandi , sholat subuh dan bersegera ke sekolah untuk menjadi anak yang bijak pandai.

8. InsyaALLAH , anak anda akan bangun dengan badan yang segar dan otak yang cerdas karena dibangunkan dengan penuh kasih sayang.

Cara ini juga boleh dilakukan kepada suami isteri tersayang atau kesiapa saja.


Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

Sabtu, 29 Agustus 2020

PERINGATI 10 MUHARAM, IBU-IBU PENGAJIAN MASJID NURUL HIKMAH MEMBUAT BUBUR ASYURA DAN SANTUNI ANAK YATIM

Palangkaraya,-  Salah satu tradisi orang Banjar di 10 Muharam adalah membuat bubur Asyura. Bubur yang di masak hanya di hari Asyura ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kalimantan Selatan khususnya suku Banjar. Selain membuat bubur Asyura, pada tanggal 10 Muharam juga di kenal sebagai hari Raya anak yatim. Di mana mereka yang mampu memberikan santunan kepada anak yatim dengan niat mendapatkan barokahnya.

Tradisi ini masih di laksanakan oleh ibu-ibu Pengajian Masjid Nurul Hikmah yang berada di jalan Darmosugondo kompleks palangkasari. Sabtu (29/08/2020)

Ketua ibu-ibu Pengajian Masjid Nurul Hikmah Hj. Norsidah mengatakan pembuatan bubur Asyura dan memberikan santunan kepada anak yatim sudah menjadi tradisi yang di lakukan ibu-ibu Pengajian.

"Pembuatan bubur Asyura dan santunan anak yatim ini setiap tahunnya kita laksanakan pada tanggal 10 Muharam. Dan ini sudah menjadi tradisi khususnya warga komplek Palangkasari," tuturnya

Hj. Norsidah menjelaskan dana untuk pembuatan bubur Asyura ini dari sumbangan yang diberikan oleh warga. Dan pembuatan buburnya dimasak oleh ibu-ibu warga komplek Palangkasari.

"Untuk biaya pembuatan bubur Asyura kita mendapat sumbangan dari warga sekitar kompleks. Dan pembuatan buburnya di lakukan secara gotong royong oleh warga kompleks. Sedangkan untuk santunan kepada anak yatim di berikan langsung oleh warga yang mampu. Yang mana anak yatimnya dari anak-anak yatim yang ada di sekitar kompleks palangkasari," jelasnya

Ibu yang akrab disapa Hj.idak ini mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan relawan yang telah membantu kegiatan 10 Muharam ini.

"Kami dari ibu-ibu Pengajian Masjid Nurul Hikmah kompleks Palangkasari mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya dan kepada para relawan yang telah membantu hingga terlaksananya kegiatan ini," ucapnya (Anas)
Share:

SADAR PENTINGNYA ILMU AGAMA, BPK PINUS PERMAI BENTUK MAJELIS TA'LIM


Palangkaraya,-  Ilmu adalah kunci segala kebaikan dan pengetahuan. Ilmu merupakan sarana untuk menjalankan apa yang Allah perintahkan pada kita. Tak sempurna keimanan dan tak sempurna pula amal kecuali dengan ilmu. Dengan ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan, dan dengan ilmu pula agama-Nya disebarkan.

Sadar akan pentingnya ilmu agama BPK Pinus Permai berinisiatif membentuk Majelis Ta'lim yang jamaahnya dari anggota BPK Pinus Permai,warga sekitar dan masyarakat umum.

"Sebenarnya keinginan membentuk Majelis Ta'lim untuk anggota BPK sudah lama, cuma hari ini bisa terealisasikan. Ini keinginan anggota BPK, selain bisa beramal melalui kegiatan sosial yaitu membantu memadamkan api, anggota BPK juga mempunyai ilmu agama. Karena beramal tanpa ilmu sia-sia," tutur ketua BPK Pinus Permai Ahmad Sukamdani. Sabtu (29/08/2020)

Ahmad Sukamdani mengucapkan terima kasih kepada Al Habib Jakfar Al Haddad yang mau memimpin majelis taklim dan langsung memberi nama Majelis Darul Fatah.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang mulia Al Habib Jakfar Al Haddad yang telah mau membimbing anggota BPK Pinus Permai, dalam menuntut ilmu agama,dan langsung memberi nama majelisnya, Majelis Ta'lim Darul Fatah," ucapnya

Sementara itu Al Habib Jakfar Al Haddad berharap Majelis Darul Fatah bisa menjadi pembuka Rahmat, pembuka kebaikan dan pembuka Barokah bagi anggotanya dan masyarakat umum.

"Majelis ini dinamakan Darul Fatah yang artinya Pintu Pembuka. Mudahan Majelis ini menjadi wasilah dibukakannya pintu Rahmat, pintu kebaikan dan pintu Barokah khususnya bagi anggotanya dan bagi masyarakat pada umumnya," harapnya

Habib yang berdomisili di Kota Pasuruan Jawa Timur ini menambahkan semoga Majelis Darul Fatah selalu Istiqomah dalam menuntut ilmu.

"Mudahan para anggota BPK Pinus Permai selalu Istiqomah dalam menuntut ilmu agama, dan membantu sesama dalam kegiatan sosial. Karena manusia yang berguna itu manusia yang bermanfaat bagi orang lain," pungkasnya (Anas)
Share:

Kamis, 27 Agustus 2020

12 ADAB SUAMI TERHADAP ISTRI


Suami dan istri adalah dua insan yang 
saling mengikatkan diri. Ada hak dan kewajiban bagi  mereka termasuk yang berkaitan dengan adab.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan tentang adab seorang suami terhadap istri sebagai berikut: 

 آداب الرجل مع زوجته: حسن العشرة، ولطافة الكلمة، وإظهار المودة، والبسط في الخلوة، والتغافل عن الزلة وإقالة العثرة، وصيانة عرضها، وقلة مجادلتها، وبذل المؤونة بلا بخل لها، وإكرام أهلها، ودوام الوعد الجميل، وشدة الغيرة عليها 

Artinya: Adab suami terhadap Istri, yakni: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah, menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil, memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.  

Dari kutipan di atas, dapat diuraikan kedua belas adab suami terhadap istri  sebagai berikut: 

Pertama, bergaul dengan baik.  Seorang suami hendaknya berinteraksi dengan istri secara baik. Seorang suami adalah pelindung bagi istrinya. Tidak selayaknya ia mengambil jarak dari istrinya karena merasa memiliki kedudukan lebih tinggi dalam keluarga.  

Kedua, bertutur kata yang lembut. Seorang suami hendaknya berbicara kepada istrinya dengan bahasa yang lembut. Kata-kata kasar dan caci maki yang menyakitkan istri harus dihindari. Jika hubungan suami dan istri baik tentulah suasana rumah tangga sangat menyenangkan.  

Ketiga, menunjukkan cinta kasih. Seorang suami hendaknya selalu menunjukkan cinta dan kasih sayangnya kepada istri. Dalam suasana marah pun, seorang suami tetap dituntut dapat menunjukkan kasih dan sayangnya kepada istri.   

Keempat, bersikap lapang ketika sendiri. Seorang suami hendaknya tetap memiliki kemandirian sehingga jika suatu ketika harus sendirian di rumah, misalnya karena istri ada perlu di luar rumah yang tidak bisa dihindari, ia dapat melayani dirinya sendiri dengan baik tanpa banyak keluhan. Apalagi menyalahkan istri. 

Kelima, tidak terlalu mempersoalkan kesalahan istri. Setiap orang bisa berbuat salah meskipun mungkin telah berusaha bersikap hati-hati. Jika istri berbuat salah, seorang suami hendaknya  dapat menasihatinya dengan bijak. Tentu saja tidak setiap kesalahan harus dipersoalkan secara serius dan berlarut-larut sebab hal ini dapat memperburuk hubungan.  

Keenam, memaafkan jika istri berbuat salah. Dalam Islam memaafkan sangat dianjurkan. Oleh karena itu seorang suami, diminta atau tidak, hendaknya dapat memaafkan kesalahan istri. Memaafkan adalah sikap moral yang sangat terpuji dan menunjukkan jiwa besar.  

Ketujuh, menjaga harta istri. Harta istri seperti mahar dari suami atau hasil bekerja sendiri merupakan milik istri. Oleh karena itu seorang suami hendaknya menjaga harta itu dengan baik dan tidak mengklaim sebagai miliknya. Jika ia bermasud menggukan sebagian atau seluruh harta itu, maka harus meminta izin dari istrinya hingga  mendapatkan persetujuan.  

Kedelapan, tidak banyak mendebat. Perdebatan tidak selalu berdampak baik. Oleh karena itu seorang suami hendaknya dapat menghargai pendapat istri sekalipun mungkin kurang setuju. Tentu saja hal ini berlaku untuk masalah-masalah yang memang kurang prinsipil.    

Kesembilan, mengeluarkan biaya untuk mencukupi kebutuhan istri secara tidak bakhil. Sebuah parikan bahasa Jawa berbunyi: Lombok ijo lombok jeprit, karo bojo ojo medhit. Maksudnya,  suami-istri jangan pelit satu sama lain sebab hal ini akan berdampak kurang baik dalam keharmonisan keluarga.  Suami dan istri hendaknya bersikap longgar satu sama lain untuk saling membantu.     

Kesepuluh, memuliakan keluarga istri. Secara naluri seorang istri umumnya memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan keluarganya. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu seorang suami hendaknya bersikap baik terhadap keluarga istrinya dengan menghormati mereka.  Sikap sebaliknya akan melukai perasaan istri.   

Kesebelas, senantiasa memberi janji yang baik. Menjanjikan sesuatu yang baik kepada istri adalah baik terutama dalam rangka mendorong kebiasaan yang baik dalam keluarga. Sebaliknya, sangat sering memberi ancaman-ancaman tentu tidak bijaksana sebab akan menimbulkan ketakutan-ketakutan yang  berdampak kurang baik. 

Kedua belas, selalu bersemangat terhadap istri. Kegairahan hidup berumah tangga harus selalu dirawat dengan baik. Oleh karena itu seorang suami hendaknya menunjukkan semangatnya dalam berinteraksi dengan istri termasuk dalam memenuhi nafkah lahir dan batinnya.  

Demkianlah kedua belas adab suami terhadap istri sebagaimana nasihat Imam Al-Ghazali. Nasihat ini sekaligus menepis anggapan bahwa seorang suami boleh berbuat sesuka hati kepada istrinya. 

Tentu saja hal ini tidak benar sama sekali karena Islam sangat menekankan sikap adil. Jangankan kepada istri yang kita cintai, kepada pihak lain yang mungkin kita tidak suka, kita tetap dituntut bersikap adil.   

Ustadz Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.
Share:

Selasa, 25 Agustus 2020

ADAB KEPADA KEDUA ORANGTUA


Jika kamu masih memiliki kedua orangtua, maka adab kepada keduanya adalah:

1. Mendengarkan ucapan keduanya.

2. Berdiri ketika mereka berdiri.

3. Mematuhi perintah keduanya.

4. Tidak berjalan di depan keduanya.

5. Tidak mengangkat suara melebihi suara keduanya.

6. Menjawab panggilan keduanya.

7. Bersemangat untuk mendapatkan keridhoan keduanya.

8. Tawadhu' kepada keduanya.

9. Tidak mengungkit-ungkit kebaikan kepada keduanya, tidak pula mengungkit bahwa kita sudah mematuhi perintah keduanya.

10. Tidak melihat kepada keduanya dengan pandangan marah.

11. Tidak memasamkan wajah di depan mereka.

12. Tidak pergi kecuali setelah meminta izin kepada keduanya.

Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah

Share:

Support