Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Selasa, 16 Maret 2021

Bangsawan di Mata Rasulullah

Suatu hari Rasulullah SAW sedang berbincang-bincang dengan para sahabatnya. Tiba-tiba seorang lelaki berpakaian bagus dan nampak berwibawa melewati mereka. Rasulullah SAW pun kemudian bertanya kepada salah seorang sahabat yang berada di dekatnya mengenai orang yang baru saja lewat tersebut.

Seorang sahabat segera menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang bangsawan, demi Allah pantas saja jika ia meminang seorang gadis pasti diterima, dan apabila ia membantu memintakan sesuatu untuk orang lain pasti akan dikabulkan.” Rasulullah SAW hanya diam mendengar jawaban demikian.

Tak lama kemudian ada lagi orang lain yang melewati mereka dengan pakaian sederhana dan dalam tingkah yang biasa-biasa saja. 


Lalu Rasulullah SAW pun bertanya kembali kepada para sahabat di sekelilingnya. Bagaimanakah pendapat mereka tentang orang yang juga baru saja lewat. Seorang sahabat menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang rakyat jelata miskin yang sangat layak bila pinangannya pasti ditolak. Dan jika memintakan bantuan untuk orang lain, pantas pula ditolak. Orang-orang dapat saja dengan mudah tidak mempercayai ucapan-ucapannya.” 
Mendengar jawaban ini, Rasulullah SAW kemudian bersabda, ”Demi Allah, orang yang kedua ini lebih baik dari pada yang pertama, dengan seberat bulatan penuh bumi.” (HR Bukhari Muslim) 

Rasulullah SAW lalu menceritakan tentang perbincangan antara surga dan neraka yang kemudian diputusi oleh Allah. Neraka berkata, ”Aku disesaki oleh para pembesar, penguasa dan orang-orang yang sombong.” Kemudian surga menimpali, ”Aku dihuni oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata.” Allah pun berfirman kepada keduanya, ”Kau surga, tempat rahmat-Ku, terberkatilah mereka yang memasukimu, siapa pun yang Kukehendaki. Dan kau neraka, Aku menyiksa mereka yang memasukimu, siapapun yang Kukehendaki. Masing-msing dari kalian pasti akan Kupenuhi.” (HR Muslim) 

Hamba Allah tidak dinilai berdasarkan kedudukan duniawi. Seorang hamba akan dirahmati atau disiksa karena amal perbuatannya. Siapa pun ia, tanpa peduli jabatan dan status sosialnya. (Anam)

Share:

Senin, 15 Maret 2021

CELAKA BAGI ORANG ALIM YANG ILMUNYA TIDAK BERMANFAAT

Orang Yang Alim 1000x Lebih celaka daripada Orang Bodoh, Apabila Ilmunya Tidak Bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain

وعن قوله صلى الله عليه وسلم: (مررت ليلة أسرى بي بأقوام تقرض شفاههم بمقارض من نار، فقلت: من أنتم؟ قالوا: كنا نأمر بالخير ولا نأتيه وننهى عن الشر ونأتيه).

Sabda Nabi saw :

"Di malam aku melakukan Israk, aku melewati sekelompok kaum yang bibir mereka digunting dengan gunting api neraka. Lalu aku bertanya, 'Siapa kalian?' dan Mereka menjawab, 'Kami adalah orang-orang yang memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya, dan mencegah keburukan tapi kami sendiri mengerjakannya!'


فإياك يا مسكين أن تذعن لتزويره فيدليك بحبل غروره، فويل للجاهل حيث لم يتعلم مرة واحدة، وويل للعالم حيث لم يعمل بما عمل ألف مرة.

Oleh karena itu, jangan engkau serahkan dirimu untuk diperdaya oleh jerat tipuannya. Celaka sekali bagi orang bodoh, karena ia tidak belajar. Tapi celaka seribu bagi orang alim yang tak mengamalkan ilmunya


 Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah



Share:

Sabtu, 20 Februari 2021

PC NU Palangka Raya Ziarah Bersama Majelis Talim Ratib Athos Palangka Raya


Bagi warga NU, ziarah kubur memang menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Warga NU tidak hanya melakukan ziarah kubur ke makam orang tua atau nenek moyangnya yang sudah meninggal, tapi juga ziarah kubur ke makam para kiai, ulama dan waliyullah.

Untuk memelihara tradisi itu PC NU Kota Palangka Raya bersama rombongan Majelis Ta'lim Ratib Athos Palangka Raya yang di pimpin langsung oleh KH. Muhammad Rijani yang juga Wakil Rois Syuriah NU kota Palangka Raya. Rute ziarah kali ini kemakam Syeh H Abdul Hamid yang terletak di Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit. Sabtu (20/2/2021)

Ketua PC NU Kota Palangka Raya Ustadz M Syahrun mengatakan ini adalah agenda Majelis Ta'lim Ratib Athos Palangka Raya dan PC NU ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

"Sebenarnya ini adalah agenda rutin Majelis Ta'lim Ratib Athos Palangka Raya yang di pimpin oleh guru kita KH Muhammad Rijani dan PC NU Kota Palangka Raya ikut bersama rombongan dengan beberapa Masjid yang ada di Palangka Raya"ucapnya

Syahrun juga menambahkan ziarah ini adalah salah satu tradisi warga Nahdiyin selain itu juga menjadi syiar dakwah Islam khususnya bagi warga Nahdiyin.

"Tradisi ziarah ini akan kita tetap jaga, apalagi berziarah ke makam orang Sholeh itu sudah dilakukan oleh para kyai NU dari zaman dulu. Karena ziarah makam wali merupakan tradisi turun-temurun yang sudah berakar kuat di kalangan umat Islam di Palangka Raya khususnya di kalangan nahdliyin sebagai representasi dari masyarakat nusantara yang masih berpegang teguh pada tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang khususnya para wali atau penyebar agama Islam di tanah nusantara. Dan juga tradisi Ziarah makam wali memiliki peran dan posisi strategis untuk dijadikan sebagai media dakwah yang cukup efektif khususnya di kalangan nahdliyin sebagai mayoritas masyarakat di Palangka Raya," jelasnya

Syahrun Juga berharap nantinya tradisi ziarah ini akan di jadikan agenda tahunan yang nantinya akan kita rutinkan setiap tahunnya.

"Kami berharap ziarah ini bisa dilaksanakan bersama Badan Otonom (Banom) NU yang lainnya, dan nantinya bisa menjadi program kerja NU Palangka Raya. Semoga kita semua bisa Istiqomah dalam menjalankannya," harapnya. (Anastas Khumaini/Foto/PCNU Palangka Raya) 
Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

ADAB DALAM MAJLIS YANG SERING DIABAIKAN


Dalam suatu rauhah yang dihadiri oleh Al-Habib Abdul Bari’ bin Syeikh Alaydrus, seorang munsyid membacakan sebuah qosidah Al-Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad. 

Setelah qasidah itu selesai dilantunkan, berkata Al-Habib Abdul Bari’ bin Syeikh Al Aydrus :

"Jika ada seseorang yang asyik berbicara pada saat dilantunkan suatu qasidah yang digubah oleh Salaf, maka hal itu akan berarti dia merasa yakin bahwa dia punya percakapan lebih baik dari kalam Salaf. Atau bisa berarti dia menolak kalam tersebut. 

Begitu juga jika seseorang asyik berbicara pada saat yang lain lagi membacakan Fatihah atau berdoa, maka hal itu menunjukkan sesungguhnya dia tidak mau mendapatkan pahala dari Fatihah atau doa yang dibacakan itu."

Didalam hadits dikatakan :

"Jika ada seseorang asyik berbicara ketika yang lainnya sedang membaca Al-Qur’an, maka ALLAH menyuruh seorang Malaikat dan Malaikat tersebut akan berkata kepada yang lagi asyik berbicara, “Diamlah wahai musuh ALLAH”, sampai ia tidak bicara lagi.

Jika ia masih tetap berbicara, Malaikat tadi akan berkata kepadanya, “Diamlah wahai orang yang sungguh dibenci oleh ALLAH”, sampai ia berhenti berbicara. 

Jika ia masih juga tetap berbicara, Malaikat itu akan berkata kepadanya, “Diamlah wahai orang yang sungguh dilaknat oleh ALLAH.”

Kalam Rasulullah SAW bersesuaian dengan Al-Qur’an. Begitu juga dengan kalam Salaf bersesuaian mengikuti kalam Rasulullah SAW. Karena mereka tidaklah berbicara kecuali dengan izin Robbani. 

Begitulah ilmu tidak akan bisa didapatkan kecuali dengan adab. Maka beradablah kalian… Beradablah…

Sumber : Diambil dari kitab Bahjatun Nufus fi kalam Al-Habib Abdul Bari' bin Syeikh Alaydrus, disusun oleh Al-Habib Muhammad bin Saggaf bin Zain Al-Hadi, hal. 84-85


Share:

Senin, 21 September 2020

PC NU KOTA PALANGKA RAYA RESMI DILANTIK, INI HARAPAN GUBERNUR


Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengharap Nahdlatul Ulama (NU) mampu menunjukkan eksistensi Islam yang menebarkan kasih sayang bagi semesta.

Sugianto mengungkapkan hal itu saat memberikan sambutan pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NUKota Palangka Raya masa khidmat 2020-2025.

“Saya berharap NU terus menyampaikan dakwah bahwa Islamitu rahmatan lil-alamin, karena kita di dunia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa,” kata Sugianto dalam kegiatan yang digelar di Pondopo Rumah Dinas Wali Kota Palangka Raya, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Palangka Raya, Kalimatan Tengah, Minggu (20/9/2020).

Toleransi dan keharmonisan yang ada di Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah harus dijaga, kata Sugiyanto, sebab menurutnya Islam Indonesia mestinya bisa berdampingan secara damai dengan umat agama lain. Bahkan, calon petahana Gubernur Kalteng ini berharap, di masa mendatang ada tokoh agama yang tersohor berasal dari kader NU.

“Mudah-mudahan NU Kalteng bisa melahirkan ulama-ulama yang kharismatik dan termasuk wali Allah,” doanya.


Dalam kesempatan itu, Sugianto menepati janjinya membantu PWNUKalteng untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berupa satu unit mobil ambulans.

“Bantuan mobil ambulans untuk klink NU ini mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga NU dan umat Islam di Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Perlu diketahui, plantikan tersebut sempat tertunda selama hampir empat bulan. Menurut Ketua PCNU Kota Palangka Raya H Muhammad Syahrun, hal itu karena wabah Covid-19. Sehingga, pihaknya baru dapat merealisasikan saat era kenormalan baru ini dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Selalu cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak sebagai ikhtiar untuk melumpuhkan penyebaran Covid-19. Mari disiplin protokol kesehatan. Insyaallah kita akan aman dari virus yang menakutkan itu,” ajaknya.


Syahrun berharap kepada jajarannya yang telah dilantik agar mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi NU, “Jangan ada niat untuk memperbaiki NU karena NU itu sudah baik. Seharusnya kita yang bisa berubah lebih baik setelah masuk ke organisasi NU ini,” pesannya

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua PWNU Kalimantan Tengah Wahyudi F Dirun dan Ketua PW Muslimat NU Kalimantan Tengah Rahmaniar. Selain Gubernur Kalimantan Tengah, turut hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Bupati Pulang Pisau Edy Protowo, dan beberapa tokoh masyarakat.

Shalat hajat menjadi rangkaian pembuka acara dengan niat agar selalu diberikan kesehatan dan terhindar wabah, khususnya agar Covid-19 cepat berakhir. Acara dilanjut dengan penyerahan bantuan mobil ambulans dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran untuk klink NU dan serah terima berkas tanah wakaf dari Zuraidah Hatimah seluas 20.000 meter persegi untuk PCNU Kota Palangka Raya.

“Tanah wakaf ini akan kita bangun diatasnya perkampungan NU, pesantren NU dan Mualaf Center. Kita doakan mudahan cepat terealisasi, dan pengurus yang baru dilantik ini bisa mewujudkan. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Zuraidah Hatimah yang telah mewakafkan hartanya. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi beliau,” kata Rais PCNU Kota Palangka Raya KH. Zainal Arifin. (anas/arh)

Sumber :  https://sorotnusantara.com/

Share:

Jumat, 18 September 2020

SANAD KEILMUAN DAN GURU-GURU AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ


Sanad keilmuan Guru Mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz, disampaikan oleh beliau secara langsung di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 25 September 2019.

Diantara Guru-guru beliau yaitu :

1. Ayah beliau yaitu Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz
2. Habib Muhammad bin Alwi bin Abdullah bin Syihabuddin
3. Habib Abdillah bin Syekh bin Idrus Al Idrus
4. Habib Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Syaikh Abu Bakar
5. Habib Ahmad Waliy bin Ahmad Abu Bakar bin Syaikh Abu Bakar
6. Habib Muhammad bin Awud bin Syaikh Abu Bakar
7. Habib Syekh bin Ahmad bin Salim bin Syaikh Abu Bakar
8. Habib Abdul Qodir bin Muhammad Al Habsyi
9. Habib Ahmad bin Hasan Al Haddad
10. Habib Ja'far bin Salim Al Habsyi
11. Habib Ali bin Hasan bin Ahmad Al Attas
12. Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf
13. Habib Abubakar Attas bin Abdullah Al Habsyi
14. Habib Ahmad Masyhur bin Thoha Al Haddad
15. Habib Ibrahim bin Umar bin Agil bin Yahya
16. Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar
17. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki
18. Habib Haddar bin Muhammad Al Haddar
19. Habib Salim bin Abdullah Asy Syatiri
20. Syaikh Fadhil bin Abdurrahman BaFadhl
21. Syaikh Muhammad Yasin Al Fadani
22. Syaikh Ismail bin Zain Al Yamani
23. Habib Idrus bin Umar Al Habsyi
24. Habib Muhammad bin Salim As Sirri
25. Para Ulama dari Negeri Syam dan India
26. Para Ulama dari Negeri wilayah Barat dan Timur
27. Serta banyak Ulama lainnya

Ijazah Sanad ilmu dakwah :

1. Habib Ahmad bin Hasan Al Haddad
2. dari Ahmad bin Hasan Al Attas
3. dari Habib Abubakar bin Abdullah Al Attas
4. dari Habib Ahmad bin Umar bin Smith Quthb Da'i pada zamannya
5. dari Ayahnya dan dari pamannya Habib Muhammad bin Zain Al Habsyi
6. dari Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad
7. dari Imam Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas
8. dari Habib Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim
9. dari Ayahnya yaitu Syaikh Abu Bakar bin Salim
10. dari Imam Ahmad Syihabuddin bin Abdurrahman
11. dari Imam Al Habib Umar bin Muhammad Basyaiban
12. dari Imam Abdurrahman bin Syaikh Ali
13. dari Ayahnya dan Pamannya Imam Abdullah Alaydrus
14. dari Imam Abubakar As Sakran dan Imam Umar Muhdor
15. dari ayahnya Imam Abdurrahman Assegaf
16. dari Imam Muhammad Mauladdawilaih
17. dari ayahnya Imam Ali dan pamannya Imam Abdullah
18. dari ayahnya Imam Alwi bin Faqih Al Muqoddam
19. dari ayahnya Sayyidna Faqih Al Muqoddam
20. dari ayahnya Imam Ali
21. dari pamannya Alwi (kakek dari Walisongo di Indonesia)
23. dari Imam Muhammad bin Shahib Mirbath
24. dari ayahnya Imam Kholi' Qosam
25. dari ayahnya Imam Alwi
26. dari ayahnya Imam Muhammad
27. dari ayahnya Imam Alwi (awal dari marga Ahlul Bait yang disebut sebagai Alawiyyin)
28. dari ayahnya Imam Ubaidillah
29. dari ayahnya Imam Ahmad Muhajir bin Isa
30. dari ayahnya Imam Isa
31. dari ayahnya Imam Muhammad
32. dari Imam Ali Al Uraidhi
33. dari saudaranya Imam Musa Al Kadzim
34. dari ayahnya Imam Ja'far As Sodiq
35. dari ayahnya Imam Muhammad Al Bagir
36. dari ayahnya Imam Ali Zainal Abidin
37. dari ayahnya Sayyidina Husein bin Ali
38. dari ayahnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib
39. dari Ibunya Sayyidina Fatimah Az Zahra
40. dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Kemudian setelah menyebutkan guru-guru beliau, Habib Umar bin Hafidz mengijazahkan sanad ilmu dakwah kepada ribuan Ulama, Habaib Kiai, dan Ustadz yang hadir.

Sumber : dikutip melalui laman Facebook Ustadz Imron Rosyadi

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Share:

KOMUNITAS PENCINTA HABAIB DAN ULAMA PALANGKARAYA, SIAP MENGAWAL HABAIB DAN ULAMA


Ulama adalah orang-orang yang berjuang di jalan agama melalui ilmu. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ilmu-ilmu-Nya. Imam Hasan al-Basri ketika ditanya tentang amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan yang menyelamatkan pada hari akhir. "Cintailah para aulia atau ulama (orang yang dekat dengan Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya, di sana tertulis namamu.

Dengan mencintai Habaib dan Ulama maka pasti yang ditemukan adalah kebaikan dan keberkahan. Untuk mengambil keberkahannya sejumlah pemuda yang berlatar belakang dari beberapa Majelis yang ada di Kota Palangkaraya berinisiatif membuat suatu wadah komunitas yaitu Pencinta Habaib dan Ulama.


"Tujuan dibuatnya komunitas ini adalah untuk menambah kecintaan kita kepada Ahlul Bait Rasulullah (Dzuriat Nabi) dan para pewaris Nabi yaitu Para ulama," jelas ketua Komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya Haji Muhammad Khaidir," Jumat  (18/09/2020)

H. Khaidir menambahkan selain wadah tempat berkumpul dan sharing komunitas  Pencinta Habaib dan Ulama juga sering melakukan kegiatan yang sifatnya pengawalan terhadap Habaib dan Ulama yang ada di Kota Palangkaraya.


"Kami komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Palangkaraya sering di minta untuk mengawal para Habaib dan ulama yang lagi berdakwah di kota Palangkaraya, selain itu kami juga membantu warga atau majelis yang akan mengadakan hari besar Islam dalam hal materi, tenaga dan pikiran," ucapnya

Sementara itu sekretaris Komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya Haji Muhammad Azhar menuturkan komunitas ini untuk mempererat   tali silaturahmi antara sesama muslim.


"Komunitas ini sebagai wadah kita untuk mempererat tali silaturahmi sesama muslim khususnya jama'ah majelis yang ada di Kota Palangkaraya," ucapnya

Haji Azhar berpesan bagi warga masyarakat yang perlu bantuan dalam pengawalan kepada Habaib dan ulama maupun perayaan hari besar Islam, Komunitas Pencinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya siap membantu silahkan hubungi kami.

"Kami siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam hal Pengawalan terhadap Habaib dan Ulama maupun perayaan hari besar Islam kami siap membantu, silahkan hubungi saja kontak ini 081352732987 ( H. M. Khaidir) , 085230515533 (Haji Arief), 082251442016 ( H. A. Safawi)," pesannya.

Adapun susunan struktur komunitas Pecinta Habaib dan Ulama Kota Palangkaraya adalah
Pembina/Penasehat:
GURU H.M.ARSYAD, USTADZ H.M.ALGHIFARI, GURU AHMAD SAZALI
Ketua Umum:
 H.M.KHAIDIR(081352732987)
Ketua 1: H.ARIEF(085230515533) 
Ketua 2: H.A.SAFAWI(082251442016)
Sekretaris:
H.M.AZHAR
Bendahara:
LIKMA AHJAYADI
Bidang Humas:
USTADZ M.YUSUF, USTADZ A.KHAIRUN, IMRON NAZIBULLAH, H.AHYADIN
Bidang Dokumentasi: 
AHMAD SOFYAN(AMAT GADUX), OMAN, ANDI, YADI
Bidang Kesehatan: ARJAN
Bidang Sosial: H.M.RIFA'I,H.HANAFIAH,H.ZAINAL
Bidang Keamanan: H.A.BASUKI RAHMAT
Bidang Umum:
ZANI ALVARO, REZA, A.QUSYAIRI, ABI, A.TAUFIK, A.KHAIDIR, YUDI, FAJRIN, IYAN SETIAWAN, M.AINI DAN SELURUH ANGGOTA GRUP
Share:

Support