Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Senin, 17 Agustus 2020

LIMA MACAM PAHALA SEDEKAH


Al Imam As-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala sedekah itu ada 5 macam :

أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ
( كتاب بغية المسترشدين )

Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

1. Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2. Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3. Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4. Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5. Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.

Sumber : Kitab Bughyatul Musytarsyidin.



Share:

Minggu, 16 Agustus 2020

ILMU YANG LEBIH UTAMA

Malik bin Dinar Ra pernah berkata : 
"Barang siapa yang menuntut ilmu untuk dirinya sendiri, maka ilmu yang sedikit dapat mencukupi nya , dan barang siapa yang menuntut ilmu untuk kepentingan manusia, sesungguhnya kepentingan manusia banyak sekali

Oleh karena itu, hendaknya lah engkau mempelajari ilmu yang Allah SWT wajibkan bagimu untuk diketahui, sedangkan untuk lebih memperluas Ilmu bukan merupakan kewajiban mu, justru kewajiban mu adalah mempelajari ilmu aqidah, yang mana keimanan mu tidak akan sempurna tanpanya.

Dan hendaknya engkau juga mempelajari ilmu tentang bagaimana caranya agar engkau dapat menunaikan setiap apa yang Allah SWT wajibkan bagimu dalam melaksanakan ketaatan kepada Nya, dan bagaimana cara untuk menghindar dari perbuatan kemaksiatan yang dilarang Allah SWT, karena hal itu merupakan suatu kewajiban yang harus segera dikerjakan tanpa di tunda tunda lagi.

Di kutip dari kitab Risalatul mudzakarah karya Imam Abdullah al-Haddad

Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

RAHASIA DI DALAM WIRID

Adakan waktu khusus untuk melazimi wirid. Janganlah engkau menghabiskan seluruh waktumu hanya dengan satu aktifitas ibadah saja, meskipun itu termasuk aktifitas yang terbaik. Karena dengan demikian engkau akan kehilangan keberkahan berbagai macam wirid.

Janganlah engkau tinggalkan wirid. Karena setiap wirid memiliki bekas cahaya, keberkahan dalam hati dan kedudukan tersendiri di sisi AlIah swt yang tidak dimiliki oleh Iainnya. 

Selain itu, jika engkau berpindah-pindah dari satu wirid ke wirid yang lain engkau akan terhindar dari kebosanan dan kejenuhan.

Dalam hal ini, al lmam Ibnu ‘Athaillah Asyadzili‘ ra berkata: 
“Karena Allah swt mengetahui adanya kebosanan terhadap dirimu, maka Allah swt menjadikan berbagai macam aktivitas ibadah  untukmu.”

Ketahuilah sesungguhnya wirid-wirid memiliki peran yang besar dalam menyinari hati dan mengendalikan anggota tubuh.

Akan tetapi tidak akan nampak hasilnya atau tidak akan menguat, kecuali apabila dilakukan dengan tekun dan  melaksanakan setiap wirid di waktunya masing-masing.

Risalatul Muawanah karya Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad



Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

MALAM INI, ALLAH MENGUNDANGMU!

Pernahkah kau menonton film tentang 'cinta?'. Biasanya waktu favorit untuk bertemunya mereka adalah ketika malam hari. Berdua, bersama, itulah kenikmatan yang tak ada duanya. 

Baiklah, jika telah tertanam di otak kita, bahwa berduaan dengan dia adalah hal terindah. Tapi mengapa berduaan dengan 'dia' itu tidak kita ganti saja dengan berduaan dengan Allah?

Di pertengahan malam, di atas sajadah, dalam keadaan suci, Allah merindukan air matamu yang merengek padanya. 

نصتغر لعظمته و نقوم له في جوف الليل و ظلمته و نستغفره و نسعد بمناجته

"Merendahkan diri kita di hadapan keagungan Allah, berdiri menghadapnya di keheningan malam & memohon ampunan, serta bermunajat kepada-Nya."

Habib Umar bin Hafidz dalam kitabnya yang berjudul 'Khuluquna' menyantumkan, bahwa *bangun malam untuk beribadah adalah termasuk dari akhlak kita kepada Allah.*

Bahkan, Allah pernah menyeru kepada Nabi Dawud, "Ya Dawud! Bohong orang yang mengaku mencintaiKu, tetapi jika datang malam hari, ia tertidur. Bukankah seorang kekasih menyukai berduaan dengan orang yang dicintainya?"

Belum bisa dikatakan cinta jika kita tidur di pertengahan malam. Kalau kita cinta, pasti kita ingin berduaan dengan Allah. Dan waktu berduaan itu paling pas di malam hari.

Apalagi jika kita sedang menghadapi masalah dalam hidup kita, kemanakah pelarian kita? Curhat sana-sini ke teman-teman kita??? Lalu apa hasilnya? Mungkin hanya kelegaan sementara. kalaupun ia bisa memberimu solusi, itu semua hanya perantara dari Allah. Coba kita ganti kebiasaan itu. Kita luapkan segala keluh kesah kita bersama Allah di malam hari. Merengeklah bagaikan seorang bayi dengan ibunya. Ingat, Allah pasti mendengarmu! Allah melihatmu! Allah paling mengerti semua yang kau rasakan! Dan Allah Maha Kuasa. Tak ada yang tak mungkin di sisi-Nya. Ia bisa dengan hanya sekedipan mata untuk menyelesaikan segala problem kita. Dan melapangkan hati kita selapang-lapangnya. Masihkah meragukan-Nya?

Kenalkah kau dengan Rabiatul Adawiyyah? Seorang wanita waliyyah, yang tak hentinya menghabiskan malamnya dalam keadaan fana' kepada Allah.
Dikatakan, wajah beliau selalu terlihat seperti baru wudhu'. Tapi ternyata, bukan air wudhu yang terurai di wajahnya. Melainkan air mata deras yang mengalir dari kedua matanya.
Nah, bagaimana dengan kita??? Yang sama-sama berlabel 'kaum hawa'. Jangan jadikan kesibukan kita dengan dunia di siang hari, menjadi alasan kita malas bangun di malam hari.

Luangkanlah waktumu untuk berduaan dengan Allah. Allah Sang Pemilik segalanya. Pemilikmu & pemilikku. Allah yang Maha Pengasih. Allah tak akan mengecewakan hamba-hambaNya.

Kalau gak ke Allah, mau kemana lagi???

Dikutip dari Kajian Kitab Khuluquna, karya Habib Umar bin Hafidz



Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

Sabtu, 15 Agustus 2020

DOA PAGARI ANAK-ANAK DARI BAHAYA PANDANGAN JAHAT (PENYAKIT AIN)


Pandangan mata mengandung hakikat. Pandangan mata dapat berdampak buruk pada kesehatan seseorang terutama anak-anak. Karenanya Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husein ketika masih kanak-kanak dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat dan hasut. Di samping pandangan jahat penuh kedengkian, pandangan takjub dan senang meluap-luap tanpa dibarengi dzikrullah juga dapat membawa pengaruh negatif terhadap objeknya. 

Pernah dikisahkan sebanyak 70.000 penduduk meninggal dunia seketika setelah salah seorang nabi di masa dahulu yang melewati negeri mereka memandang takjub akan padat penduduk dan makmurnya mereka. 

Untuk itu Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai berikut untuk melindungi anak-anak dari semua pengaruh tersebut. 

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ 

U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah. 
Artinya, “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”

Doa ini diangkat oleh Imam Nawawi dalam karyany Al-Adzkar. Di dalam karyanya itu, ia menyebutkan sejumlah hadits yang berkenaan dengan sejumlah gangguan yang dapat menyebabkan mudarat pada anak-anak. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa memandang takjub pada anak-anak sebaiknya dibarengi dengan doa keberkahan untuk mereka. 

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/72933/doa-pagari-anak-anak-dari-bahaya-pandangan-jahat-penyakit-ain
Share:

BAGAIMANA AGAR TIDAK MENJADI PRIBADI YANG MUDAH MARAH ?


1. Biasakan Memberi Uzur

Berilah kesempatan orang lain untuk menjelaskan segala perkara, dan tahan emosi sebisa mungkin. Karena biasanya, orang yang mudah marah itu orang yang tidak mau mendengar penjelasan orang lain. Maka, ikutilah nasihat Nabi Saw, berilah uzur kepada saudaramu sebanyak 70 kali.

 2. Perbanyak Zikir

Dengan berzikir, kita akan terhindar dari gangguan setan dan hal-hal buruk lainnya. Karena sesungguhnya, marah itu datangnya dari setan. Zikir juga mampu melembutkan hati. Sebab, Zikir laksana air bagi ikan. Bagaimana keadaan ikan jika tanpa air? Tentu akan mati. Begitu juga hati kita.

 3. Selalu Menjaga Wudhu

Dengan menjaga wudhu, maka kita akan dijaga oleh malaikat. Karena, malaikat menyukai orang-orang yang menjaga kesuciannya. Dan, para malaikat pun mendoakan manusia yang senantiasa menjaga wudhunya.

 "Sejatinya, orang yang paling kuat imannya adalah orang yang bisa mengendalikan perasaannya di setiap peristiwa."

Dikutip dari Buku Jangan Jadi Akhwat Nyebelin


Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

Kamis, 13 Agustus 2020

SEBUAH RENUNGAN TENTANG CINTA


Salafunas sholeh rahimahullah berkata,
“Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar.”

Cobalah renungkan

Orang yang cinta kedudukan
Dia lelah untuk meraihnya
Menghadapi rintangan yang amat berat
Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya

Orang yang cinta harta
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang
Tak kenal waktu
Bahkan sering ia sakit karenanya

Orang yang cinta syahwat
Ia lelah hatinya
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan

Di saat jauh
Ia tersiksa oleh kerinduan
Di saat dekat
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya

Ternyata memang meraih yang dicintai butuh pengorbanan
Semakin cinta
Semakin kuat perjuangan meraihnya
Semakin kurang cintanya
Semakin lemah pengorbanan

Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya. Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu?

Salafus Sholeh juga berkata,
“Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya.”

Terkadang kita mampu melakukan suatu ibadah
Namun kemalasan menghentikan langkah
Tak ada perjuangan untuk melawannya
Itulah kelemahan cinta
Walaupun pelakunya mengaku ia cinta sejuta rasa

Wallahu Musta’an
Barakallah fikum 


Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

Support