Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Jumat, 21 Agustus 2020

JUMAT BERKAH, KOMUNITAS GENERASI PEDULI BAGIKAN NASI BUNGKUS


Palangkaraya,- 
 Pendemi Covid-19 sampai saat ini belum berakhir. Ini berdampak kepada beberapa sektor, salah satunya sektor ekonomi. Bagi ekonominya menengah kebawah dampak pandemi ini begitu sulit terhadap ekonomi keluarga mereka.

Peduli dengan mereka, komunitas Generasi Peduli membentuk gerakan Jumat berkah, yang salah satu kegiatannya memberikan nasi bungkus kepada masyarakat  yang membutuhkan khususnya di Kota Palangkaraya.

"Aksi Jumat berkah ini rutin setiap Jumat kita laksanakan dengan tujuan meringankan beban saudara-saudara kita yang ekonominya terdampak pandemi ini, salah satunya dengan membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, buruh, tukang parkir dan anak yatim-piatu serta masyarakat yang membutuhkan," tutur Sujatmi sebagai koordinator aksi. Jumat (21/08/2020)


Sujatmi juga menambahkan hari ini ada 100 nasi bungkus yang di bagikan sekitaran pasar besar.

"Ada 100 nasi bungkus yang kita bagikan hari ini, untuk wilayah pasar besar dan sekitarnya, karena di pasar besar ini banyak tukang becak dan buruh harian yang mencari nafkah di pasar. Untuk itu nasi bungkus kami bagikan langsung kepada mereka dengan cara mendatangi mereka langsung," jelasnya


Sujatmi menjelaskan, kegiatan amal ini, awalnya muncul dalam obrolan WhatsApp, sehingga melalui rapat resmi, komunitas tersebut mencetuskan kegiatan Jumat berkah.

Ibu yang akrab di sapa bunda mimi ini berharap "aksinya ini mendapat respon positif dan bisa menggerakkan hati teman-teman yang lain agar bisa berbagi, karena berbagi itu indah," harapnya (Anas)

Share:

Kamis, 20 Agustus 2020

SEDANG MEMBANGUN RUMAH MARBOT, MASJID AL HIDAYAH PALANGKARAYA BUTUH BANTUAN DONATOR


Palangkaraya,-  Dalam peradaban Islam, masjid merupakan sentra dan jantung kegiatan masyarakat Muslimin. Tidak mungkin adab dan akhlak kolektif umat Islam terbina tanpa fasilitas tersebut.

Masjid disebut pula sebagai rumah ibadah. Sebab, di sanalah tempat pelaksanaan ibadah rutin secara berjamaah. Dengan sering hadir dalam jamaah, seorang Muslim tidak akan terasing dari sesamanya. Imannya pun akan kian kuat. 

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah masjid juga memiliki fungsi sosial terhadap masyarakat.


Seperti Masjid Al Hidayah Palangkaraya Yang terletak di jalan Tjilik Riwut km. 11,5 selain sebagai tempat ibadah Masjid ini juga sering dijadikan tempat peristirahatan bagi mereka yang mau beristirahat untuk melepas penat.

Karena letaknya yang berada di jalan lintas antar kabupaten yang menghubungkan kota Palangkaraya dan kabupaten Katingan, sudah sewajarnya masjid Al Hidayah Palangkaraya menjadi rest area bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh.

Masjid yang melaksanakan pengajian rutin setiap malam Jumat ini sedang berbenah untuk memenuhi fasilitas wudhu dan toilet, agar masyarakat yang mau melakukan ibadah atau beristirahat merasa nyaman.


Untuk pembangunan itu semua sekarang sudah berjalan 65 %. Selain fasilitas umum pengurus saat ini juga sedang membangun rumah untuk marbot.

Pengurus Masjid Al Hidayah Palangkaraya menghimbau bagi masyarakat yang mau menyumbangkan hartanya dan berdonasi untuk pembangunan rumah marbot, fasilitas wudhu dan toilet bisa datang langsung ke Masjid Al Hidayah yang terletak di jalan Tjilik Riwut Km 11,5, kota Palangkaraya. (Anas)
Share:

Rabu, 19 Agustus 2020

HABIB ABDULLAH BIN ALWI AL HADDAD : ULAMA PRODUKTIF YANG KARYANYA DIBACA DUNIA


Al-Imam al-Habib Abdullah bin Alawiy bin Muhammad al-Haddad RA, lahir di desa Sabir, kota Tarim, Hadramaut Yaman, pada hari Kamis 5 Safar 1044 H. Tumbuh berkembang dan dididik di Tarim. Habib Abdullah al-Haddad ditakdirkan sejak kecil matanya buta. Akan tetapi Allah memberinya nur al-bashirah (cahaya mata bathin), tajam dalam melihat dan menganalisa keadaan, dimudahkan dalam menghapal dan memahami pelajaran dan bersemangat serta sungguh-sungguh dalam belajar.

Semasa kecil dan remaja Habib Abdullah al-Haddad di Tarim, Hadramaut, belajar kepada al-Habib Umar bin Abdurrahman al-’Athas, al-Habib al-’Allamah ‘Aqil bin Abdurrahman al-Saqqaf, al-Habib al-’Allamah Abdurrahman bin Syekh ‘Aidid, al-Habib al-’Allamah Sahl bin Ahmad Bahasan al-Hadiliy Ba’alwiy, dan ketika ada kesempatan ke Makah al-Mukarramah belajar pada as-Sayyid Muhammad bin Alawiy al-Saqqaf.

Semasa hidupnya, Habib Abdullah al-Haddad mendedikasikan diri untuk gerakan dakwah, mengajar, menyebar hikmah, memberi nasihat yang baik, dan menulis kitab dengan cara ucapanannya diketik dan dituliskan oleh para muridnya, lantaran ada keterbatasan penglihatan. Dakwah, nasihat, dan kitab karyanya mendapatkan respon dan penerimaan yang baik oleh semua kalangan, dari masyarakat umum sampai pemerintah pada masanya.

Kitab-kitab karyanya sampai sekarang dibaca, dikaji, dan sebagai materi pengajian di dunia Islam, khususnya di Yaman. Sedangkan di Indonesia, kitab-kitabnya banyak dikaji dan dijadikan bahan ajar pengajian para kiyai dan santri kalangan Nahdhiyyin dan tentu saja di kalangan habaib sendiri. Bahkan dikenal dipenjuru dunia. Sebagian karyanya telah diterjemah ke bahasa asing, yaitu Inggris, Perancis, dan Indonesia.

Di antara kitab karyanya yang terkenal yaitu al-Nashaih al-Diniyah, al-Da’wah al-Tammah, dan Risalah al-Mu’awanah. Kitab-kitab ini dibaca di kalangan para kiyai dan santri Nahdhatul Ulama. Beliau sangat mencintai dan gandrung pada kitab-kitab karya Imam al-Ghazali, khususnya kitab Ihya ‘Ulumuddin. Sehingga beliau sangat terpengaruh oleh Imam al-Ghazali. Pengaruh Imam al-Ghazali sangat terasa di kitab-kitab karyanya. Seperti di kitab Nashaih al-Diniyah, beliau mengadopsi istilah-istilah yang dipopularkan Imam al-Ghazali, yaitu al-muhlikat (hal-hal yang merusak jiwa manusia) dan al-munjiyat (hal-hal yang menyucikan/menyelamatkan jiwa manusia).

Dilihat dari madzhab dan akidahnya, Habib Abdullah al-Haddad serupa dengan NU, yaitu seorang Ahlissunnah Wal Jamaah (Sunni), bermadzhab al-Syafi’i, dan sufi pengagum sufisme Imam al-Ghazali.

Di antara murid-muridnya yang kemudian hari menjadi ulama besar yaitu putranya sendiri yang bernama Al-Habib Hasan bin Abdullah al-Haddad, al-Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi, al-Habib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih, Habib Muhammad dan Habib ‘Umar yang keduanya adalah putra dari Zein bin Semith, al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Bar, al-Habib Ali bin Abdullah bin Abdurrahman al-Saqqaf, al-Habib Muhammad bin Umar bin Thaha al-Shafi al-Saqqaf. Dan masih banyak lagi ulama besar dan berpengaruh yang termasuk sebagai muridnya.

Pada tahun 1079, beliau pergi ke Mekah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji, ziarah ke makam kakek moyangnya, yaitu Rasulullah SAW, dan berkumpul bersama para ulama yang ada di Mekah dan Madinah.

Wafat dan berpulang ke Haribaan Allah SWT pada hari Selasa, 7 Dzu al-Qa’dah 1132 H. Dikubur di Kuburan Zanbal, kota Tarim, Yaman.

Kebanyakan karyanya ditulis dengan dengan bahasa yang enak dibaca. di antaranya yaitu Kitab Nashaih al-Diniyah ditulis dengan bahasa yang enak dibaca, mudah dipahami baik oleh terpelajar maupun orang umum.

Di dalamnya membahas beberapa tema yaitu; Mabhats at-taqwa (pembahasan tentang takwa); Mabhats al-’ilmi (pembahasan tentang ilmu); Mabhats al-shalat (pembahasan tentang shalat); Mabhats al-zakat (pembahasan tentang zakat); Mabhats al-shaum, (pembahasan tentang puasa); Mabhats al-haj (pembahasan tentang haji); Mabhats Tilawat al-Quran wa al-Dzikr (pembahasan tentang membaca al-Quran dan berdzikir); Mabhats al-Amr bi al-Ma’ruf wa al-Nahyi ‘an al-Munkar (pembahasan tentang perintah yang makruf dan larangan yang munkar); Mabhats al-Jihad; Mabhats al-Wilayah wa al-Huquq (pembahasan tentang perwaliyan dan hak-hak kewajiban); Mabhats al-Muhlikat (pembahasan tentang hal-hal yang merusak jiwa manusia); Mabhats al-Munjiyat (pembahasan tentang hal-hal yang menyucikan/menyelamatkan jiwa manusia); Khatimah al-Kitab fi ‘Aqidah Ahlissunnah wa al-Jamaah; Khatimah al-khathimah yang menjelaskan tujuh hadis keutamaan berdakwah.

Seluruh karya Habib Abdullah al-Haddad tersimpan rapih di perpustakaan Alawiyyin Jakarta, sebuah lembaga yang dirintis oleh para habaib Indonesia untuk mengoleksi karya-karya habaib Nusantara dan dunia Islam. Menurut penjelasan dari ketua kajiannya, KH. Habib Sayyid Yusuf Aidid, bahwa karya habaib yang berhasil dikumpulkan sampai hari ini mencapai 3000 judul. Ini sebuah kekayaan khazanah tersendiri yang layak diteliti dan dikaji.


Sumber : https://islami.co/habib-abdullah-bin-alwi-al-haddad-ulama-produktif-yang-karyanya-dibaca-dunia/

Share:

AMALAN UTAMA DI BULAN MUHARAM

Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Saking mulianya, ia dijuluki dengan syahrullah (bulan Allah). Muharram dikatakan mulia karena di dalamnya terdapat amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya. Amalan sunah yang dimaksud ialah puasa. Kesunahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada hadits riwayat Abu Hurairah:

  جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام 
أفضل بعد شهر رمضان؟ قال:  شهر الله الذي تدعونه المحرم 

Artinya, "Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (HR Ibnu Majah). 

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan sebagai berikut.
 
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

 Artinya, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharram.” 

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi mengatakan, hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa Muharram. Sementara hadits lain yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW lebih banyak berpuasa di bulan Sya’ban, bukan Muharram, dapat dipahami melalui dua tafsiran: pertama, ada kemungkinan Rasulullah SAW baru mengetahui keutamaan puasa Muharram di akhir hayatnya; kedua, Rasulullah SAW mungkin sudah memahami keutamaannya, namun beliau tidak memperbanyak puasa di bulan Muharram dikarenakan udzur, seperti sakit, sedang di perjalanan, dan lain-lain. Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Shahih Muslim menjelaskan: 
 إنما كان صوم المحرم أفضل الصيام من أجل أنه أول السنة المستأنفة فكان استفتاحها بالصوم الذي هو أفضل الأعمال 

Artinya, “Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.” Memperbanyak puasa di bulan Muharram disunahkan karena ia merupakan pembuka tahun baru. Seyogianya tahun baru dihiasi dengan amal saleh dan puasa termasuk amalan yang paling utama. 

Tentu harapannya, di bulan selanjutnya, menjalankan ibadah puasa sunah ini tetap dilakukan dan tidak berhenti sampai akhir bulan Muharram. Selain awal tahun, dalam banyak hadits juga disebutkan bahwa tanggal 10 Muharram dianjurkan untuk berpuasa. 

Sebab itu, Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in mengatakan, “Bulan utama untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah asyhurul hurum (bulan-bulan mulia). Sementara di antara asyhurul hurum itu bulan Muharram adalah yang paling utama, kemudian Rajab, Dzulhijah, Dzulqa’dah, Sya’ban, dan puasa ‘Arafah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/71648/amalan-utama-di-bulan-muharram
Share:

Selasa, 18 Agustus 2020

INI DOA RASULULLAH SAW DI AKHIR TAHUN

Tahun hijriah akan mengalami pergantian tahun ada baiknya  kalau kita mengakhiri tahun ini dengan pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah. Dan baik pula kalau kita memohon penerimaan amal baik kita yang serba kurang itu. Berikut ini doa yang dibaca Rasulullah SAW di akhir tahun. 

 Doa ini dicantumkan oleh Sayid Utsman bin Yahya dalam karyanya Maslakul Akhyar sebagai berikut. 

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ 
فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ 

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm. 

Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.  Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” 

Doa yang dibaca sebanyak tiga kali ini diharapkan menjadi akhir tahun yang baik. Semoga Allah menerima doa yang kita baca di akhir Dzulhijjah tahun ini. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)
Share:

KETIKA ALI BIN ABI THALIB DITANYA TENTANG KEUTAMAAN ILMU DAN HARTA


Dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata: bersabda Rasulullah SAW: 

 قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ أَعْمَالُ الْمَكْفِيِّيْنَ وَالصَّلاَةُ أَعْمَالُ الْأَعَاجِزِ وَٱلصَّوْمُ أَعْمَالُ الْفُقَرَاءِ وَالتَّسْبِيْحُ أَعْمَالُ النِّسَاءِ وَالصَّدَقَةُ أَعْمَالُ الْأَسْخِيَاءِ وَالتَّفَكُّرُ أَعْمَالُ الضُّعَفَاءِ أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَعْمَالُ الْأَبْطَالِ؛ قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ: وَمَا أَعْمَالُ الْأَبْطَالِ ؟ قَالَ: طَلَبُ 
الْعِلْمِ فَإِنَّهُ نُوْرُ الْمُؤْمِنِ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. (رواه الحاكم) 

Membaca Al-Qur’an itu adalah amal orang-orang yang dilindungi dan shalat itu adalah amal orang-orang yang tak berdaya dan puasa itu adalah amal orang-orang miskin dan tasbih itu amal orang-orang perempuan dan sedekah itu amal orang-orang yang murah hati sedang tafakur itu adalah amal orang-orang yang lemah. (amalkanlah itu semua!) Maukah kutunjukkan kepada kalian amal para pahlawan? Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah amal para pahlawan itu?” Beliau menjawab: “Menuntut ilmu, karena ia adalah cahaya orang mukmin di dunia dan akhirat”. (HR. Hakim). 
Bersabda Rasulullah SAW: 

أَنَا مَدِيْنَةُ الْعِلْمِ وَعَلِيٌّ بَابُهَا. 

 “Aku adalah kota ilmu sedang Ali adalah pintunya”. 

Tatkala kaum Khawarij mendengar hadits ini mereka mendengki kepada Ali ra dan berkumpullah sepuluh orang pemuka mereka: mereka berkata: Kita akan menanyakan satu masalah dan melihat bagaimana ia menjawab kita, seandainya ia menjawab masing-masing dari kita dengan jawaban lain, tahulah kita bahwa ia seorang yang alim sebagaimana dikatakan oleh Nabi SAW. 

Seorang di antara mereka datang kepada Ali bertanya: Hai Ali, mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Ilmu itu warisan para nabi dan harta itu warisan Qarun dan Syaddad dan Fir'aun serta lainnya. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya seperti yang pertama. Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Ilmu menjagamu sedang engkau menjaga harta. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya seperti pertanyaan orang pertama dan kedua. Maka Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta mempunyai banyak musuh dan pemilik ilmu mempunyai banyak teman. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Apabila engkau belanjakan hartamu ia akan berkurang dan jika engkau amalkan ilmumu ia akan bertambah. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta bisa dipanggil si pelit dan menjadi hina sedang pemilik ilmu dipanggil dengan sebutan agung dan mulia. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Manakah yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta akan di hisab pada hari kiamat sedangkan pemilik ilmu akan memberi syafaat pada hari kiamat. Kemudian pergilah orang itu.

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Harta itu makin lama di diamkan makin bertambah usang, sedang ilmu itu tidak bisa lapuk dan usang. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Harta itu bisa membuat hati menjadi keras, sedang ilmu itu menerangi hati. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta dikatakan sebagai pemilik dengan sebab harta, sedang orang yang berilmu mengaku sebagai hamba Allah. 

Andaikata mereka bertanya tentang ini niscaya akan kujawab dengan jawaban lain selama aku hidup. Kemudian datanglah mereka dan menyerah semuanya.  

 Diterjemahkan dari Mawaa'idul Usfuriah, hal.4
Share:

DAMPINGI MASYARAKAT REHABILITASI NARKOBA, PBM : KAMI SIAP JAGA KERAHASIAANNYA

Palangkaraya,- Dampak menghirup lem fox akan berdampak negatif pada kesehatan baik jangka pendek dan jangka panjang. 

Adapun dampak jangka pendek yaitu hanya dalam beberapa detik saja, pengguna mengalami kemabukan dan efek lainnya seperti yang diakibatkan alkohol, menghirup lem dampaknya dalam jangka pendek juga menyebabkan apati, daya pertimbangan yang terganggu, ketidaksadaran, sakit kepala berat dan bercak-bercak di sekitar hidung dan mulut.

Sedangkan dalam jangka panjang akan berakibat bagi pengguna yang menghirup lem yaitu kelemahan otot, disorientasi, kurangnya koordinasi, sifat lekas marah, depresi, Kerusakan yang kadang-kadang tidak dapat disembuhkan pada jantung, hati, ginjal, paru-paru dan otak.

Untuk itu perlu sosialisasi bahayanya menghirup lem fox. Apalagi sekarang sudah menjadi trend di kalangan anak-anak dan remaja untuk menghirup lem fox.

Seperti yang terjadi terhadap dua remaja saat mau melakukan rehabilitasi narkoba yang didampingi oleh Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM) Kelurahan Pahandut, Palangkaraya. Selasa (18/08/2020).


Meraka mengaku ketika dalam keadaan mabuk lem fox apapun mereka lakukan karena dalam keadaan separuh sadar, sehingga melakukan hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ketua PBM Kelurahan Pahandut Jayadi saat mendampingi masyarakat yang mau rehabilitasi mengatakan PBM siap memfasilitasi kepada para pengguna narkoba dan zat adiktif lainnya yang mau berubah dan melakukan rehabilitasi.

"Kami PBM siap memfasilitasi dan mengakomodasi bagi warga yang mau melakukan rehabilitasi narkoba dan zat adiktif lainnya. Tidak sampai di situ kami juga akan mendampingi juga setelah pasca rehab," ucapnya 

Jayadi juga menjelaskan bagi pasien yang mau rehabilitasi akan dijaga privasinya dan dijamin kerahasiaannya.

"Kami akan menjaga  privasi pengguna narkoba yang mau rehabilitasi dan kami jamin kerahasiaannya sehingga pengguna yang mau rehabilitasi tidak takut dan malu dengan masyarakat, karena privasinya terjaga dan ini semua gratis tanpa ada biaya," pungkasnya (Anas).
Share:

Support