Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Selasa, 15 September 2020

KETUA MUI KALIMANTAN TENGAH, KH. ANWAR ISA TUTUP USIA


Kabar duka menyelimuti Kota Palangkaraya khususnya, Kalimantan Tengah umumnya. Ketua MUI Kalimantan Tengah KH. Anwar Isa tutup usia. Rabu (16/9/2020) di Rumah Sakit Doris Sylvanus kota Palangkaraya.

Ulama besar Kalimantan Tengah ini menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.20 wib siang tadi. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit.

Sekarang almarhum di semayamkan di rumah duka jalan Salak, Kampung Baru, kelurahan Pahandut, kecamatan Pahandut.

Berdasarkan info di grup WhatsApp Almarhum di kebumikan di kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai.

Share:

PERANGI COVID, KEMENAG PUSAT BANTU RP 200 JUTA UNTUK PESANTREN DI PALANGKA RAYA


Palangka Raya (Humas) Kementerian Agama terus berupaya mengurangi penyebaran virus korona, salah satunya dengan memberikan bantuan biaya operasional ke pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam. 

Untuk wilayah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, sedikitnya ada lima pondok pesantren (Pontren) dan enam lembaga pendidikan Islam mendapat bantuan dengan nilai total Rp 200 juta. 

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Rahmat Fauzi, Jumat (11/9/2020) siang. 

"Di Palangka ada lima pondok dan enam lembaga pendidikan keagamaan Islam yang dapat bantuan yaitu empat Taman Pendidikan Alquran atau TPQ dan dua Madrasah Diniyah Takmiliyah atau MDT" ucap Fauzi. 

Dikatakan nilai bantuan lembaga berbeda-beda ada yang Rp40 juta dan 25 juta untuk pesantren dan untuk TPQ serta MDT masing-masing Rp10 juta.

"Untuk pondok sesuai Juknis nilai bantuannya tergantung jumlah santrinya. Ada yang 50 juta untuk pondok besar, 40 juta untuk pondok sedang dan pondok kecil Rp25 juta. Di kita satu pondok dapat Rp40 juta dan empat pondok dapat Rp25 juta serta enam lembaga pendidikan keagaman Islam masing-masing Rp10 juta sehingga total Rp200 juta," ucapnya. 

Bantuan itu, lanjut Fauzi ditransfer langsung oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian RI ke rekening masing-masing lembaga melalui BNI.

Dijelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan biaya operasional pesantren dan lembaga keagamaan Islam. Selain itu juga untuk memutus atau mengurangi mata rantai penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam. 

"Bantuan ini juga sebagai wujud keberpihakan pemerintah atau affirnative action bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam," ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Fauzi, sesuai petunjuk teknis yg dikeluarkan Dirjen Pendis Kemenag RI, bantuan itu harus dimanfaatkan untuk biaya kebutuhan penerapan protokol kesehatan seperti pembelian sabun, hand sanitizer, masker, thermal scenner, wastafel atau alat-alat penunjang penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Dana itu juga bisa dimanfaatkan untuk biaya operasional seperti pembayaran listrik, air ataupun untuk biaya keamanan," ucapnya. 

Karena sumber dana tersebut dari negara, lanjut Fauzi, maka penggunaanya harus sesuai juknis dan harus dipertanggungjawabkan. Karena itu setiap lembaga yang mendapatkan bantuan tersebut harus membuat pertanggungjawaban dan diserahkan ke Kementerian Agama Kota Palangka Raya. (Eka)


Sumber : https://kalteng.kemenag.go.id/palangkaraya/berita/505319/Perangi-Covid-Kemenag-Pusat-Bantu-Rp-200-Juta-untuk-Pesantren-di-Palangka-Raya

Share:

Senin, 14 September 2020

PONTREN RADJA GELAR WISUDA TAHFIDZ KE-2



Palangka Raya (Humas) Meski sempat tertunda karena pandemi covid 19, akhirnya prosesi wisuda Tahfidz ke-2 santri putra dan putri Pontren Raudhatul Jannah (RadJa) Palangka Raya dapat diselenggarakan meskipun secara sederhana. pada tanggal 15 Muharram 1442 H di halaman utama Pontren Raudhatul Jannah. Kamis (13/9/2020)

Prosesi wisuda tersebut merupakan kegiatan wajib untuk kelas Tahfidz yang diselenggarakan setiap tahun di penanggalan 10 Muharram.

"Sebenarnya wisuda Tahfidz ini diselenggarakan setiap 10 Muharram seperti tahun yang lalu, karena pandemi Covid-19 akhirnya tahun ke-2 ini Alhamdulillah dapat kita laksanakan pada 15 Muharram 1442 H," ucap ustadz Yasin selaku ketua Yayasan pondok.

Menghafal Al Qur’an atau biasa dikenal dengan tahfidz memiliki dua kriteria yang harus dipenuhi, yakni hafal dalam ingatan dan bisa mengucapkannya kembali diluar kepala tanpa membaca Al Qur’an atau catatan lain.

Dalam kegiatan Wisuda Tahfidz ke-2 ini Pontren Raudhatul Jannah Palangka Raya berhasil mewisuda 30 Santri Putra dan Putri mulai dari umur 5 sd 16 tahun dengan rentang hapalan mulai dari 1 juz sd  30 juz.

Dalam rangkaian prosesi wisuda para santri putra dan putri terlebih dahulu  diuji kemampuannya dalam menghapal Al-Qur`an, adapun tim penguji antara lain ustadz Marzuki, ustadz Ahmad Yasin, dan ustadz zainal.

"Anak yang terbiasa dalam menghafal Al Quran, secara tidak langsung dia akan lebih bisa berdisiplin dan mengatur waktu. Setiap santri yang mampu menghapal Al Qur`an 1 sd 30 Juz akan kita beri penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai. Uang tunai ini merupakan sumbangan dari komite dan donatur yang memang khusus mendukung program Tahfidz ini, "semoga ke depan akan lebih banyak dukungan dari para donatur sehingga mampu memotivasi santri untuk lebih bersemangat lagi menghapal, meskipun materi (uang) bukan lah tujuan utama para hafidz dan hafidzah ini," ungkap ustadz Yasin

Menurut tim Humas Kemenag Kota yang bertugas di Pontren RadJa, Nur Hidayah, bantuan uang tunai dari para donatur yang diamanahkan untuk para anak yatim pun telah disampaikan kepada yang berhak menerimanya.

Berikut daftar nama para hafidz-hafidzah yang diwisuda :

1. M. Hirzi Ramadhani - 1 Juz

2. Al Fatih Abigail R - 1 Juz

3. Nazril Nur Ilham - 1 Juz

4. M. Dzakirurrahman - 1 Juz

5. Alan Al Madani - 1 Juz

6. Hilal Nazmi - 1 Juz

7. M.Kahfi - 1 Juz

8. Nadi Setiawan - 1 Juz

9. Setiawan Bagus W - 1 Juz

10. Nabila Nur Syafitri - 1 Juz

11. Zahratunnisa - 1 Juz

12. Ahmad Rifani - 1 Juz

13. M. Ihsanul Hafidz Andi - 1 Juz

14. Tria Tama P. - 1 Juz

15. Multiya Faridah - 1 Juz

16. Andry Sevencho - 2 Juz

17. M. Rasya Aditya -  2 Juz

18. M. Mujib - 2 Juz

19. M. Hafizh - 2 Juz

20. Ronald Adi Syaputra - 2 Juz

21. Abraar Reyvaldi  P - 3 Juz

22. Kelvin Avrliansyah - 4 Juz

23. Ahmad Khoirul Mujib - 4 Juz

24. Resky Mustakim - 4 Juz

25. Aula Ikrima - 4 Juz

26. M. Rudianor - 6 Juz

27. Shaulatiyah - 7 Juz

28. Ali Nor Irfansyah - 12 Juz

29. Rifky Ilham - 24 Juz

30. M.Dzikri Aulia - 30 Juz 

(Nur Hidayah,**)

Share:

Sabtu, 12 September 2020

MENGHORMATI AHLUL BAIT DAN AHLI ILMU


Di zaman Sahabat, pernah terjadi pertikaian antara dua Ulama besar, dua sosok yang sama-sama disayangi baginda Nabi Saw. Dua tokoh itu adalah Zaid Bin Tsabit dan Abdullah Bin Abbas -Rodiyallahu anhuma-.

'Konflik' kedua sahabat Nabi itu sampai sekarang masyhur dengan masalah 'Mubahalah'. Santri yang pernah ngaji Faraidh pasti tahu masalah ini.

Cerita bermula ketika Abdullah Bin Abbas berbeda pendapat dengan Zaid Bin Tsabit dalam masalah 'Jadd wa Ikhwah'. Ibnu Abbas menyatakan bahwa 'kakek' bisa menggugurkan hak waris 'saudara-saudara' mayit sedangkan Zaid tetap kukuh bahwa mereka tetap memiliki hak waris meskipun kakek masih hidup.

Saking yakinnya Ibnu Abbas akan kebenaran pendapatnya, sampai-sampai beliau berkata :

" Tidak takutkan Zaid kepada Allah dalam masalah ini ?? Aku ingin ia dan orang-orang yang tidak sependapat denganku dalam masalah ini mendatangi Ka'bah dan marilah kita 'bermubahalah'. Siapa yang berdusta maka laknat Allah akan turun atas dirinya !! "

Beberapa waktu Kemudian mereka berdua bertemu dalam suatu acara. orang-orang sudah menanti apa yang akan dilakukan dua sahabat yang sedang berseteru itu. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan..

Kala itu, Ibnu Abbas melihat Zaid datang menaiki kuda. Segeralah ia mengambil tali kekang kudanya lantas menuntunnya sebagai bentuk penghormatan. Zaid yang tak nyaman dimuliakan seperti itu berkata :

" Jangan kau lakukan ini wahai sepupu Rasulullah"

" Seperti ini kami diajarkan untuk menghormati ulama kami", jawab Ibnu Abbas santai sambil tersenyum

Zaid tak mau kalah. Ia berkata kepada Ibnu Abbas :

" Bisa liat tanganmu sebentar" ??

Ibnu Abbas yang sama sekali tak curiga langsung memberikan tangannya. Ibnu Abbas 'tertipu'. Di detik itu juga Zaid dengan penuh Tadhim mencium tangannya.

" Seperti ini kami diajarkan untuk memuliakan keluarga Nabi kami.. " Zaid tersenyum bahagia.

Sumber : Kutipan Postingan dari Ustadz Muhammad Ismael Al Kholilie, salah satu keturunan dari Syaikhona KH. Kholil Bangkalan, Madura

http://www.rumah-muslimin.com/2019/11/menghormati-ahlul-bait-dan-ahli-ilmu.html?m=1#.X1ygQINgPAU.facebook
Share:

Jumat, 11 September 2020

KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN HIDUP YANG SEJATI


Siapa yang dalam hidupnya tidak ingin bahagia? Laki-laki maupun perempuan. Besar maupun kecil. Tua maupun muda, bahkan yang kafir maupun yang mukmin. Pasti di dalam hidupnya berharap untuk menjadi orang yang berbahagia.

Hanyalah orang yang tidak berakal yang tidak ingin bahagia di dalam hidupnya. Akan tetapi bagaimana kita meraihnya?. Seseorang yang melakukan bermacam-macam aktifitas, dia lakukan bermacam-macam pekerjaan karena dia yakin di situlah letak kebahagiaan.

Tanpa ada harapan untuk mendapatkan kebahagiaan, maka dia tidak akan berani untuk beraktifitas dan melakukan bermacam-macam pekerjaan. Akan tetapi, bagaimana kita meraih kebahagiaan? Ketauhilah sesungguhnya, manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala bukan hanya dengan jasmani, bukan hanya dengan akal. Dalam diri manusia terdapat ruh, terdapat jiwa yang di situ juga sama mempunyai kebutuhan untuk senang dan bahagia.

Di saat jasmani kita akan merasa berbahagia dengan beristirahat, dengan makan, dengan tidur dan bermacam-macam aktifitas lainnya. Maka sesungguhnya akal kita akan menuntut, akal lebih berbahagia tatkala akan mendapatkan siraman ilmu pengetahuan.

Begitu pula ruh dan jiwa. Ruh akan kembali merasakan kebahagiaan tatkala kembali ke tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala, di mana Allah mengatakan di dalam Al-Quran:

……. وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى ….

Dan aku (Allah) tiupkan di dalam Adam dan anak cucunya bagian dari ruh (ciptaan)-Ku”. Ruh akan menjadi seimbang, tatkala dia akan kembali kepada Tuhannya.

Bahagia bukan hanya dengan menumpuk harta, Bahagia bukan hanya di saat ia merasakan kekuasaan yang besar. Namun hakikat dari pada kebahagiaan (adalah) tatkala jiwa seseorang stabil, tenang, tentram (dan) kembali kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka Allah mengatakan di dalam Al-Quran :

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(surat Ar-Rad ayat 28)

Orang-orang yang beriman tentram jiwanya, hatinya menjadai tenang tatkala mengingat kepada Tuhannya, karena saat itu kembalinya ruh kepada tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala. Ketauhilah dengan mengingat Allah, di situlah letak kebahagiaan.

Sebaliknya, orang yang sama sekali lalai kepada Allah subhanahu wata’ala, tidak melaksanakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah, bahkan ia langgar (peraturan) Allah subhanahu wta’ala. Maka meskipun secara lahiriyyah dia adalah orang yang bergelimang dengan harta benda, berada di dalam puncak jabatan di depan manusia, maka pada hakikatnya Allah mengatakan :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا …..

(surat Thaha Ayat 124)

Mereka yang berpaling dariku, tidak mau kepadaku, tidak mau kembali pada kasih sayangku, kata Allah subhanahu wata’ala. Maka dia berada di dalam kehidupan yang sempit. Meskipun seperti apa bentuknya, dia tidak merasakan hakikat dari pada kebahagiaan yang sesungguhnya.

Bukti bahwa manusia tidak bisa lepas dari pada bertuhan, adalah adanya agama-agama di muka bumi ini. Bahwa ruh dan jiwa mereka tidak bisa lepas dari yang namanya  al-ilah atau yang Namanya al-ma’bud. Ini adalah bukti nyata, lihat, orang menyembah pahala, menyembah matahari, menyembah api, menyembah ini dan itu adalah bukti bentuk ekspresi mereka, kebutuhan ruh mereka terhadap yang Namanya sesembahan, di mana ruh akan menjadi tenang dan tentram tatkala di situ dia menemukan tempat asalnya sesembahan.

Nah, di sinilah pentingnya Allah mengutus para utusan. Ini loh makanan yang halal. Tidak setiap sesuatu yang bisa dikonsumsi itu halal. Begitu pula tidak setiap sesuatu yang bisa disembah, itu bisa disembah.

Maka di saat kembali kepada Tuhannya, di situlah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Di tulis oleh : Al Habib Hamid Al Qadri

Sumber : https://mading.id/uncategorized/kunci-meraih-kebahagiaan-hidup-yang-sejati/

Share:

SILATURAHMI KE GP ANSOR PALANGKARAYA, HABIB HAMID AL QADRI : UTAMAKAN ILMU DAN AKHLAK


PALANGKARAYA,- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Palangkaraya mengadakan silaturahmi bersama Habaib di sekretariat PC GP Ansor Palangkaraya jalan G. Obos X no 50, Menteng Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya. Rabu (9/9/2020)

Hadir pada kesempatan itu Habib Hamid Bin Ja'far Al Qadri dari Jakarta, ketua PC GP Ansor Palangkaraya Achmad Noor Slamet, beberapa pengurus PC GP Ansor  dan Banser Palangkaraya. 

"Kami mengucapkan terima kasih dan ahalan wa Sahlan kepada Al Habib Hamid Bin Ja'far Al Qadri yang telah mau menyempatkan diri bersilaturahmi dengan PC GP Ansor Palangkaraya di sekretariat yang baru," ucap ketua PC GP Ansor Palangkaraya Achmad Noor Slamet

Slamet mengatakan silaturahmi ini bentuk ikhtiar kita dalam menjaga para Habaib ulama kita dan mengharapkan keberkahan dari para Habaib dan ulama.

"Silaturahmi ini adalah sebagai wujud kami menjaga para Habaib dan ulama, karena salah satu tugas GP Ansor itu sendiri menjaga para Habaib dan Ulama. Kami juga mengharapkan keberkahan dan nasehat dalam menghadapi isu-isu yang beredar di media sosial saat ini," tuturnya

Sementara itu Habib Hamid Al Qadri berpesan kepada GP Ansor selalu mengedepankan akhlak dan ilmu dalam menghadapi isu-isu yang beredar.

"Dalam kondisi saat ini, kita harus selalu mengedepankan ilmu dan akhlak. Dan selalu menjalin silaturahmi kepada para tokoh masyarakat, Ulama dan Habaib yang ada, agar selalu terjalin ikatan antara Ulama, Habaib dan Ansor Banser," pesannya

Untuk mengambil berkahnya acara silaturahmi ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Hamid Al Qadri yang juga salah satu Pengurus Pusat Rijalul Ansor. 
Share:

Kamis, 10 September 2020

TAHUN INI HABIB UMAR BIN HAFIDZ TIDAK BERKUNJUNG KE INDONESIA


 Al Habib Umar bin hafidz, merupakan seorang Dai yang namanya telah tersohor diseluruh penjuru dunia. Lembutnya sifat dan akhlak beliau serta sifat tawadhunya menjadikan dirinya sesosok ulama yang dikagumi oleh banyak orang dibelahan dunia, termasuk negeri Indonesia.

Setiap tahun, kehadiran Guru Mulia Al Habib Umar bin hafidz sangat dinanti-nantikan oleh para pecintanya, namun pada tahun kali ini kandas sudah harapan para pecintanya untuk melihat tausiyah nan wajah indahnya. 

Biasanya, Guru Mulia Al Habib Umar bin hafidz hadir di acara Haul Syeikh Abu Bakar bin Salim yang diadakan oleh Majelis Rasulullah SAW, hari setelahnya, barulah Tabligh Akbar bersama Guru Mulia Al Habib Umar bin hafiz dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas) - Jakarta Pusat.

Al Habib Nabiel Al Musawa, melalui video yang diunggahnya mengatakan, bahwa tahun ini guru mulia tidak bisa hadir, namun insya allah beliau akan memberikan tausiyah melalui video yang nanti akan disiarkan melalui live streaming haul syeikh abu bakar bin salim pada hari sabtu (12/09/2020) besok.

Nabawi TV serta Majelis Rasulullah SAW akan menyiarkan acara tersebut secara live, Namun kapan waktunya belum dapat dipastikan, nanti akan diberitahu melalui media sosial official Majelis Rasulullah SAW melalui postingannya.

Ketidakhadiran Guru Mulia, memberikan goresan kekecewaan di hati para pecintanya, namun itulah keputusannya, demi kebaikan diri kita wa bil khusus guru kita, Sayyidil Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Mari berdo'a untuk kebaikan bangsa ini, serta pulihnya negeri ini dan belahan dunia lainnya dari wabah virus corona.

Bagi yang ingin melihat guru mulia, pantau terus media sosial Majelis Rasulullah SAW untuk melihat jadwal live streamingnya, Besok hari sabtu, 12 September 2020 (acaranya).

Source : Habib Nabiel Al Musawa

Ditulis Oleh : Admin rumah-muslimin.com

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
Share:

Support