Slide -1
Title.com.
11 ADAB MURID TERHADAP GURU
Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*
Selasa, 15 September 2020
KETUA MUI KALIMANTAN TENGAH, KH. ANWAR ISA TUTUP USIA
PERANGI COVID, KEMENAG PUSAT BANTU RP 200 JUTA UNTUK PESANTREN DI PALANGKA RAYA
Palangka Raya (Humas) Kementerian Agama terus berupaya mengurangi penyebaran virus korona, salah satunya dengan memberikan bantuan biaya operasional ke pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam.
Untuk wilayah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, sedikitnya ada lima pondok pesantren (Pontren) dan enam lembaga pendidikan Islam mendapat bantuan dengan nilai total Rp 200 juta.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Rahmat Fauzi, Jumat (11/9/2020) siang.
"Di Palangka ada lima pondok dan enam lembaga pendidikan keagamaan Islam yang dapat bantuan yaitu empat Taman Pendidikan Alquran atau TPQ dan dua Madrasah Diniyah Takmiliyah atau MDT" ucap Fauzi.
Dikatakan nilai bantuan lembaga berbeda-beda ada yang Rp40 juta dan 25 juta untuk pesantren dan untuk TPQ serta MDT masing-masing Rp10 juta.
"Untuk pondok sesuai Juknis nilai bantuannya tergantung jumlah santrinya. Ada yang 50 juta untuk pondok besar, 40 juta untuk pondok sedang dan pondok kecil Rp25 juta. Di kita satu pondok dapat Rp40 juta dan empat pondok dapat Rp25 juta serta enam lembaga pendidikan keagaman Islam masing-masing Rp10 juta sehingga total Rp200 juta," ucapnya.
Bantuan itu, lanjut Fauzi ditransfer langsung oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian RI ke rekening masing-masing lembaga melalui BNI.
Dijelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan biaya operasional pesantren dan lembaga keagamaan Islam. Selain itu juga untuk memutus atau mengurangi mata rantai penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam.
"Bantuan ini juga sebagai wujud keberpihakan pemerintah atau affirnative action bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam," ucapnya.
Untuk itu, lanjut Fauzi, sesuai petunjuk teknis yg dikeluarkan Dirjen Pendis Kemenag RI, bantuan itu harus dimanfaatkan untuk biaya kebutuhan penerapan protokol kesehatan seperti pembelian sabun, hand sanitizer, masker, thermal scenner, wastafel atau alat-alat penunjang penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19.
"Dana itu juga bisa dimanfaatkan untuk biaya operasional seperti pembayaran listrik, air ataupun untuk biaya keamanan," ucapnya.
Karena sumber dana tersebut dari negara, lanjut Fauzi, maka penggunaanya harus sesuai juknis dan harus dipertanggungjawabkan. Karena itu setiap lembaga yang mendapatkan bantuan tersebut harus membuat pertanggungjawaban dan diserahkan ke Kementerian Agama Kota Palangka Raya. (Eka)
Senin, 14 September 2020
PONTREN RADJA GELAR WISUDA TAHFIDZ KE-2
Palangka Raya (Humas) Meski sempat tertunda karena pandemi covid 19, akhirnya prosesi wisuda Tahfidz ke-2 santri putra dan putri Pontren Raudhatul Jannah (RadJa) Palangka Raya dapat diselenggarakan meskipun secara sederhana. pada tanggal 15 Muharram 1442 H di halaman utama Pontren Raudhatul Jannah. Kamis (13/9/2020)
Prosesi wisuda tersebut merupakan kegiatan wajib untuk kelas Tahfidz yang diselenggarakan setiap tahun di penanggalan 10 Muharram.
"Sebenarnya wisuda Tahfidz ini diselenggarakan setiap 10 Muharram seperti tahun yang lalu, karena pandemi Covid-19 akhirnya tahun ke-2 ini Alhamdulillah dapat kita laksanakan pada 15 Muharram 1442 H," ucap ustadz Yasin selaku ketua Yayasan pondok.
Menghafal Al Qur’an atau biasa dikenal dengan tahfidz memiliki dua kriteria yang harus dipenuhi, yakni hafal dalam ingatan dan bisa mengucapkannya kembali diluar kepala tanpa membaca Al Qur’an atau catatan lain.
Dalam kegiatan Wisuda Tahfidz ke-2 ini Pontren Raudhatul Jannah Palangka Raya berhasil mewisuda 30 Santri Putra dan Putri mulai dari umur 5 sd 16 tahun dengan rentang hapalan mulai dari 1 juz sd 30 juz.
Dalam rangkaian prosesi wisuda para santri putra dan putri terlebih dahulu diuji kemampuannya dalam menghapal Al-Qur`an, adapun tim penguji antara lain ustadz Marzuki, ustadz Ahmad Yasin, dan ustadz zainal.
"Anak yang terbiasa dalam menghafal Al Quran, secara tidak langsung dia akan lebih bisa berdisiplin dan mengatur waktu. Setiap santri yang mampu menghapal Al Qur`an 1 sd 30 Juz akan kita beri penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai. Uang tunai ini merupakan sumbangan dari komite dan donatur yang memang khusus mendukung program Tahfidz ini, "semoga ke depan akan lebih banyak dukungan dari para donatur sehingga mampu memotivasi santri untuk lebih bersemangat lagi menghapal, meskipun materi (uang) bukan lah tujuan utama para hafidz dan hafidzah ini," ungkap ustadz Yasin
Menurut tim Humas Kemenag Kota yang bertugas di Pontren RadJa, Nur Hidayah, bantuan uang tunai dari para donatur yang diamanahkan untuk para anak yatim pun telah disampaikan kepada yang berhak menerimanya.
Berikut daftar nama para hafidz-hafidzah yang diwisuda :
1. M. Hirzi Ramadhani - 1 Juz
2. Al Fatih Abigail R - 1 Juz
3. Nazril Nur Ilham - 1 Juz
4. M. Dzakirurrahman - 1 Juz
5. Alan Al Madani - 1 Juz
6. Hilal Nazmi - 1 Juz
7. M.Kahfi - 1 Juz
8. Nadi Setiawan - 1 Juz
9. Setiawan Bagus W - 1 Juz
10. Nabila Nur Syafitri - 1 Juz
11. Zahratunnisa - 1 Juz
12. Ahmad Rifani - 1 Juz
13. M. Ihsanul Hafidz Andi - 1 Juz
14. Tria Tama P. - 1 Juz
15. Multiya Faridah - 1 Juz
16. Andry Sevencho - 2 Juz
17. M. Rasya Aditya - 2 Juz
18. M. Mujib - 2 Juz
19. M. Hafizh - 2 Juz
20. Ronald Adi Syaputra - 2 Juz
21. Abraar Reyvaldi P - 3 Juz
22. Kelvin Avrliansyah - 4 Juz
23. Ahmad Khoirul Mujib - 4 Juz
24. Resky Mustakim - 4 Juz
25. Aula Ikrima - 4 Juz
26. M. Rudianor - 6 Juz
27. Shaulatiyah - 7 Juz
28. Ali Nor Irfansyah - 12 Juz
29. Rifky Ilham - 24 Juz
30. M.Dzikri Aulia - 30 Juz
(Nur Hidayah,**)
Sabtu, 12 September 2020
MENGHORMATI AHLUL BAIT DAN AHLI ILMU
Jumat, 11 September 2020
KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN HIDUP YANG SEJATI
Siapa yang dalam hidupnya tidak ingin bahagia? Laki-laki maupun perempuan. Besar maupun kecil. Tua maupun muda, bahkan yang kafir maupun yang mukmin. Pasti di dalam hidupnya berharap untuk menjadi orang yang berbahagia.
Hanyalah orang yang tidak berakal yang tidak ingin bahagia di dalam hidupnya. Akan tetapi bagaimana kita meraihnya?. Seseorang yang melakukan bermacam-macam aktifitas, dia lakukan bermacam-macam pekerjaan karena dia yakin di situlah letak kebahagiaan.
Tanpa ada harapan untuk mendapatkan kebahagiaan, maka dia tidak akan berani untuk beraktifitas dan melakukan bermacam-macam pekerjaan. Akan tetapi, bagaimana kita meraih kebahagiaan? Ketauhilah sesungguhnya, manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala bukan hanya dengan jasmani, bukan hanya dengan akal. Dalam diri manusia terdapat ruh, terdapat jiwa yang di situ juga sama mempunyai kebutuhan untuk senang dan bahagia.
Di saat jasmani kita akan merasa berbahagia dengan beristirahat, dengan makan, dengan tidur dan bermacam-macam aktifitas lainnya. Maka sesungguhnya akal kita akan menuntut, akal lebih berbahagia tatkala akan mendapatkan siraman ilmu pengetahuan.
Begitu pula ruh dan jiwa. Ruh akan kembali merasakan kebahagiaan tatkala kembali ke tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala, di mana Allah mengatakan di dalam Al-Quran:
……. وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى ….
“Dan aku (Allah) tiupkan di dalam Adam dan anak cucunya bagian dari ruh (ciptaan)-Ku”. Ruh akan menjadi seimbang, tatkala dia akan kembali kepada Tuhannya.
Bahagia bukan hanya dengan menumpuk harta, Bahagia bukan hanya di saat ia merasakan kekuasaan yang besar. Namun hakikat dari pada kebahagiaan (adalah) tatkala jiwa seseorang stabil, tenang, tentram (dan) kembali kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka Allah mengatakan di dalam Al-Quran :
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
(surat Ar-Rad ayat 28)
Orang-orang yang beriman tentram jiwanya, hatinya menjadai tenang tatkala mengingat kepada Tuhannya, karena saat itu kembalinya ruh kepada tempat asalnya yaitu Allah subhanahu wata’ala. Ketauhilah dengan mengingat Allah, di situlah letak kebahagiaan.
Sebaliknya, orang yang sama sekali lalai kepada Allah subhanahu wata’ala, tidak melaksanakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah, bahkan ia langgar (peraturan) Allah subhanahu wta’ala. Maka meskipun secara lahiriyyah dia adalah orang yang bergelimang dengan harta benda, berada di dalam puncak jabatan di depan manusia, maka pada hakikatnya Allah mengatakan :
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا …..
(surat Thaha Ayat 124)
Mereka yang berpaling dariku, tidak mau kepadaku, tidak mau kembali pada kasih sayangku, kata Allah subhanahu wata’ala. Maka dia berada di dalam kehidupan yang sempit. Meskipun seperti apa bentuknya, dia tidak merasakan hakikat dari pada kebahagiaan yang sesungguhnya.
Bukti bahwa manusia tidak bisa lepas dari pada bertuhan, adalah adanya agama-agama di muka bumi ini. Bahwa ruh dan jiwa mereka tidak bisa lepas dari yang namanya al-ilah atau yang Namanya al-ma’bud. Ini adalah bukti nyata, lihat, orang menyembah pahala, menyembah matahari, menyembah api, menyembah ini dan itu adalah bukti bentuk ekspresi mereka, kebutuhan ruh mereka terhadap yang Namanya sesembahan, di mana ruh akan menjadi tenang dan tentram tatkala di situ dia menemukan tempat asalnya sesembahan.
Nah, di sinilah pentingnya Allah mengutus para utusan. Ini loh makanan yang halal. Tidak setiap sesuatu yang bisa dikonsumsi itu halal. Begitu pula tidak setiap sesuatu yang bisa disembah, itu bisa disembah.
Maka di saat kembali kepada Tuhannya, di situlah kebahagiaan yang sesungguhnya.
Di tulis oleh : Al Habib Hamid Al Qadri
Sumber : https://mading.id/uncategorized/kunci-meraih-kebahagiaan-hidup-yang-sejati/







