Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Kamis, 17 September 2020

BANSER PALANGKARAYA TERTIBKAN PEMAKAMAN ROIS SYURIAH PW NU KALTENG


Palangkaraya,- Ribuan jamaah hadiri Sholat jenazah KH Anwar Isa di Masjid Raya Nurul Islam Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Banyaknya jamaah membuat situasi tidak lagi memenuhi protokol kesehatan covid-19. Melihat situasi seperti itu Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan cepat menertibkan para jamaah yang akan ikut melaksanakan sholat jenazah sampai proses pemakaman, sehingga semuanya berjalan dengan lancar.

"Pengamanan Dan Pengawalan Jenazah KH. Anwar Isa ini salah Satu bentuk pengabdian Kami Banser Kepada Ulama NU Yang juga Ketua MUI Provinsi Kalteng karena beliau merupakan ulama kharismatik pemersatu seluruh umat Kalteng khususnya Kota Palangka Raya ini," kata Kepala Satkorcab Kota Palangkaraya Ary Kholiq. Kamis (17/09/2020)

Ary menambahkan ini menjadi suatu kebanggaan bagi Banser Palangkaraya di beri amanah untuk berpartisipasi dalam proses pemakaman ulama kita.

"Suatu kebanggaan Banser Palangkaraya untuk turut berpartisipasi dalam prosesi Pemakaman ini. Harapannya akan ada lagi pengganti beliau sebagai sosok jadi panutan seluruh umat tapi dihati kami tidak tergantikan. kami mendoakan beliau Husnul Khotimah dan keluarga Yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.Amiin," harapnya

Hal senada juga di sampaikan oleh ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah Elly Saputra.

"Sosok KH Anwar Isa adalah panutan kami di NU karena beliau sekarang menjabat Rois Syuriah PW NU Kalteng saat ini. Kami begitu sangat kehilangan, karena beliau adalah ulama pemersatu umat yang bisa di jadikan Guru, Orang Tua, dan juga sahabat," tuturnya

Elly juga mendoakan ulama yang akrab disapa Abi ini mendapat Husnul khatimah dan di Ampuni segala dosanya, dan amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT.

Perlu diketahui KH Anwar Isa saat ini menjabat sebagai Rois Syuriah PW NU Kalteng dan juga Ketua MUI Kalimantan Tengah. beliau wafat pada Rabu (16/09/2020) dan di makamkan di kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai. Selain itu beliau juga menjadi Imam Besar Masjid Raya Nurul Islam. Karena itulah beliau bisa di terima dari kalangan Ulama, pejabat dan masyarakat umum.
Share:

BIOGRAFI SINGKAT KH ANWAR ISA

Ayahnda Drs.H. Anwar Isa, Lc, putera dari pasangan H.M. Isa dan Hj.Nuriah, beliau adalah saudara kandung Prof.DR. H. Ahmadi  Isa, MA. Pria yang akrab di sapa "Abi" ini  lahir  pada  tanggal  1  Mei  1946  di  Jarang Kuantan,  Amuntai Kalimantan Selatan.  Alamat tinggal di jalan Salak No. 8 (Belakang Masjid Nurul Islam) Palangka Raya. Kyai Anwar Isa menekuni bidang keagamaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Beliau sangat mahir berbahasa Arab dan karenanya urang Jarang  Kuantan ini sangat  menggemari membaca kitab-kitab  berbahasa  Arab.  Motto  hidupnya  adalah  berjuang untuk ummat Islam. Ia berpesan kepada generasi muda jadilah insan yang bermanfaat bagi ummat dan masyarakat. 

Pendidikannya  dimulai  dari  SR  6  tahun  (Amuntai)  tamat tahun  1959,  PGA  4  tahun  (Rantau)  tamat  tahun  1962,  MAAIN (Banjarmasin)  lulus  tahun  1965,  Pondok pesantren  Rasyidiyah Khalidiyah  (Amuntai)  lulus tahun 1965. Di pondok Rakha ini beliau belajar kepada Ulama besar di antaranya Syaikh Janawi, Syaikh Nafiah, Syaikh Zam Zam( beliau mendengarkan Hadits Arbain Nawawi dengan beliau).

Sarjana  Muda  IAIN  (Amuntai)  lulus  tahun  1972,  Sarjana Lengkap(Drs) diraihnya dari Sekolah Tinggi Islam Tarbiyah Rakha Kopertis IV Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1992.Sedangkan gelar Lc diperolehnya di Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus, Syiria pada tahun 1982.Beliau bermukim di sana kurang lebih 10 tahun. 

Beliau kuliah di sana dan mendapati Ulama- Ulama besar di antaranya :
1. Fadhilatu Syaikh Muhaddits Doktor Nuruddin 'Itr
2. Fadhilatu syaikh Al-Imam Asy-Syahid Doktor Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi.
3. Fadhilatu Syaikh Al-Faqih Doktor Wahbah Az-Zuhaili.
4. Serta Saudaranya Fadhilatu syaikh Musthafa Zuhaili.
5. Fadhilatu Syaikh Al-Habib Muhammad bin Alwi Al- Maliki Al-Hasani.
6. Fadhilatu Syaikh Abdul Karim Al-Banjary
Dan lain-lain.
Melakukan perjalan Haji kurang lebih 22 kali, melakukan perjalanan ke Lebanon, mesir.

Selain itu, beliau juga mengikuti penataran P4 Tingkat Nasional (1985), Tenaga Pengajar Bahasa  Arab LIPIA  (1988), Manasik haji (1992) dan  Pelatihan Pemahaman Al-Qur’an di Palangkaraya (2001). Berbagai kegiatan lain yang bertemakan agama (bidang Kemasjidan dan Tilawatil Qur’an) beliau ikuti secara berkesinambungan.

Sejak usia muda hingga sekarang beliau aktif diberbagai organisasi keagamaan, kemahasiswaan, kemesjidan  dan lain-lain. Putera H. Muhammad Isa yang ini juga aktif dibidang pendidikan. Hal  tersebut  dapat  dilihat  dari  aktifitasnya  sebagai  Pemimpin Ponpes Al-Anwar Amuntai (1988), Kepala Sekolah Ibtidaiyah NU Jl. Dr. Murjani Palangka Raya (1994-2000), Dosen Luar Biasa pada STAIN Palangka Raya (1999-2000), Dosen Pendidikan Agama Islam di Akademi Gizi Politeknik Kesehatan Palangka Raya (2000), selain mengajar di Perguruan Tinggi tersebut, juga berprofesi sebagai  Imam besar Mesjid Raya Nurul Islam  Palangkaraya (sejak 1994 – sekarang), Penatar/Pelatih Manasik Haji  Tingkat Provinsi  Kalteng (2004),  Penyeleksi  calon Petugas Haji Daerah Kalteng (2003-2005), Ketua KBIH Kiswah Palangka Raya (sejak 2002-sekarang) dan sebagai penceramah di berbagai Majelis Ta’lim. 

Jabatan lainnya yang pernah diemban adalah sebagai Ketua MUI Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua/ Rois Syuriah PWNU Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kalimantan Tengah.


Beliau berpulang kerahmatullah pada hari Rabu 16 September 2020 sekitar Pukul 11.20 WIB di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya. Dan di makamkan di Alkah Warga Amuntai Komp. Bengaris Kota Palangka Raya berdampingan dengan makam KH. Busra Khalid dan Prof. Dr. H Ahmadi Isa dengan usia 74 tahun.

Selamat jalan guruku
Semoga Allah melapangkan Kubur pian, selalu dapat curahan Rahmat dan maghfirah dariNya dan semoga yg ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran. Aamiin

#Catatan ini diambil dari berbagai sumber dengan sedikit penambahan dari penulis

Sumber: 
1) Judul Buku "Ulama Banjar dari Masa ke Masa" (edisi revisi) kerjasama LP2M UIN Antasari dgn MUI Provinsi Kalimantan Selatan thn 2018 hal 446 (Profil KH. Anwar Isa)
2) Catatan Sanad Masyaikhah Banjariyyah yg ditulis Guru H. Abdussalam AM ketika berkunjung kerumah alm abi tanggal 10 Juli 2020
Share:

Rabu, 16 September 2020

PEMAKAMAN KH. ANWAR ISA DIANTAR RIBUAN ORANG


Ulama adalah pewaris para Nabi (Al-'ulama warasatul Anbiya). Mereka yang disebut pewaris para Nabi adalah ulama yang lurus, punya ilmu dan adab yang tinggi, memiliki sifat khauf (rasa takut) kepada Allah 'Azza wa Jalla. Mereka laksana pelita yang menerangi bumi.

Kemaren Kalimantan Tengah berduka dengan wafatnya ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah KH. Anwar Isa. Beliau sosok Ulama yang menyejukkan umat. Beliau bisa juga sebagai Guru, Orang Tua, dan Sahabat. Selain menjabat sebagai Ketua MUI Kalteng, beliau juga aktif di Nahdatul Ulama Organisasi terbesar di Indonesia, beliau menjabat sebagai Rois Syuriah PWNU Kalteng dan menjadi Imam Besar Masjid Raya Nurul Islam. Oleh sebab itu beliau bisa di terima dari kalangan Ulama, pejabat dan masyarakat.

Itu terbukti saat proses pemakaman ribuan jamaah mengantarkan jenazah KH Anwar Isa ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai. Kamis (17/09/2020)

Jenazah KH. Anwar Isa di sholatkan di Masjid Raya Nurul Islam dengan imam sholat jenazah KH. Muksin di hadiri ribuan jamaah yang ikut sholat jenazah. Setelah itu jenazah dibawa kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai dengan di iringi ribuan pelayat.

Sedangkan proses pemakaman ketika pembacaan talqin dibacakan oleh Wakil Gubernur Habib Ismail Bin Yahya Balghoits, Ketua MUI Kota KH. Zainal Arifin, dan KH. Muksin.

Salah satu pelayat Supiani mengatakan baru pertama kali selama ia di Palangka Raya melihat iringan pelayat panjangnya lebih dari satu kilometer.

"KH Anwar Isa memang sosok ulama kharismatik bisa dekat dengan siapa saja, beliau contoh panutan bagi siapa saja," ucapnya.

Share:

Selasa, 15 September 2020

KETUA MUI KALIMANTAN TENGAH, KH. ANWAR ISA TUTUP USIA


Kabar duka menyelimuti Kota Palangkaraya khususnya, Kalimantan Tengah umumnya. Ketua MUI Kalimantan Tengah KH. Anwar Isa tutup usia. Rabu (16/9/2020) di Rumah Sakit Doris Sylvanus kota Palangkaraya.

Ulama besar Kalimantan Tengah ini menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.20 wib siang tadi. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit.

Sekarang almarhum di semayamkan di rumah duka jalan Salak, Kampung Baru, kelurahan Pahandut, kecamatan Pahandut.

Berdasarkan info di grup WhatsApp Almarhum di kebumikan di kompleks pemakaman Bengaris Alkah Amuntai.

Share:

PERANGI COVID, KEMENAG PUSAT BANTU RP 200 JUTA UNTUK PESANTREN DI PALANGKA RAYA


Palangka Raya (Humas) Kementerian Agama terus berupaya mengurangi penyebaran virus korona, salah satunya dengan memberikan bantuan biaya operasional ke pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam. 

Untuk wilayah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, sedikitnya ada lima pondok pesantren (Pontren) dan enam lembaga pendidikan Islam mendapat bantuan dengan nilai total Rp 200 juta. 

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Rahmat Fauzi, Jumat (11/9/2020) siang. 

"Di Palangka ada lima pondok dan enam lembaga pendidikan keagamaan Islam yang dapat bantuan yaitu empat Taman Pendidikan Alquran atau TPQ dan dua Madrasah Diniyah Takmiliyah atau MDT" ucap Fauzi. 

Dikatakan nilai bantuan lembaga berbeda-beda ada yang Rp40 juta dan 25 juta untuk pesantren dan untuk TPQ serta MDT masing-masing Rp10 juta.

"Untuk pondok sesuai Juknis nilai bantuannya tergantung jumlah santrinya. Ada yang 50 juta untuk pondok besar, 40 juta untuk pondok sedang dan pondok kecil Rp25 juta. Di kita satu pondok dapat Rp40 juta dan empat pondok dapat Rp25 juta serta enam lembaga pendidikan keagaman Islam masing-masing Rp10 juta sehingga total Rp200 juta," ucapnya. 

Bantuan itu, lanjut Fauzi ditransfer langsung oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian RI ke rekening masing-masing lembaga melalui BNI.

Dijelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan biaya operasional pesantren dan lembaga keagamaan Islam. Selain itu juga untuk memutus atau mengurangi mata rantai penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam. 

"Bantuan ini juga sebagai wujud keberpihakan pemerintah atau affirnative action bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam," ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Fauzi, sesuai petunjuk teknis yg dikeluarkan Dirjen Pendis Kemenag RI, bantuan itu harus dimanfaatkan untuk biaya kebutuhan penerapan protokol kesehatan seperti pembelian sabun, hand sanitizer, masker, thermal scenner, wastafel atau alat-alat penunjang penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Dana itu juga bisa dimanfaatkan untuk biaya operasional seperti pembayaran listrik, air ataupun untuk biaya keamanan," ucapnya. 

Karena sumber dana tersebut dari negara, lanjut Fauzi, maka penggunaanya harus sesuai juknis dan harus dipertanggungjawabkan. Karena itu setiap lembaga yang mendapatkan bantuan tersebut harus membuat pertanggungjawaban dan diserahkan ke Kementerian Agama Kota Palangka Raya. (Eka)


Sumber : https://kalteng.kemenag.go.id/palangkaraya/berita/505319/Perangi-Covid-Kemenag-Pusat-Bantu-Rp-200-Juta-untuk-Pesantren-di-Palangka-Raya

Share:

Senin, 14 September 2020

PONTREN RADJA GELAR WISUDA TAHFIDZ KE-2



Palangka Raya (Humas) Meski sempat tertunda karena pandemi covid 19, akhirnya prosesi wisuda Tahfidz ke-2 santri putra dan putri Pontren Raudhatul Jannah (RadJa) Palangka Raya dapat diselenggarakan meskipun secara sederhana. pada tanggal 15 Muharram 1442 H di halaman utama Pontren Raudhatul Jannah. Kamis (13/9/2020)

Prosesi wisuda tersebut merupakan kegiatan wajib untuk kelas Tahfidz yang diselenggarakan setiap tahun di penanggalan 10 Muharram.

"Sebenarnya wisuda Tahfidz ini diselenggarakan setiap 10 Muharram seperti tahun yang lalu, karena pandemi Covid-19 akhirnya tahun ke-2 ini Alhamdulillah dapat kita laksanakan pada 15 Muharram 1442 H," ucap ustadz Yasin selaku ketua Yayasan pondok.

Menghafal Al Qur’an atau biasa dikenal dengan tahfidz memiliki dua kriteria yang harus dipenuhi, yakni hafal dalam ingatan dan bisa mengucapkannya kembali diluar kepala tanpa membaca Al Qur’an atau catatan lain.

Dalam kegiatan Wisuda Tahfidz ke-2 ini Pontren Raudhatul Jannah Palangka Raya berhasil mewisuda 30 Santri Putra dan Putri mulai dari umur 5 sd 16 tahun dengan rentang hapalan mulai dari 1 juz sd  30 juz.

Dalam rangkaian prosesi wisuda para santri putra dan putri terlebih dahulu  diuji kemampuannya dalam menghapal Al-Qur`an, adapun tim penguji antara lain ustadz Marzuki, ustadz Ahmad Yasin, dan ustadz zainal.

"Anak yang terbiasa dalam menghafal Al Quran, secara tidak langsung dia akan lebih bisa berdisiplin dan mengatur waktu. Setiap santri yang mampu menghapal Al Qur`an 1 sd 30 Juz akan kita beri penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai. Uang tunai ini merupakan sumbangan dari komite dan donatur yang memang khusus mendukung program Tahfidz ini, "semoga ke depan akan lebih banyak dukungan dari para donatur sehingga mampu memotivasi santri untuk lebih bersemangat lagi menghapal, meskipun materi (uang) bukan lah tujuan utama para hafidz dan hafidzah ini," ungkap ustadz Yasin

Menurut tim Humas Kemenag Kota yang bertugas di Pontren RadJa, Nur Hidayah, bantuan uang tunai dari para donatur yang diamanahkan untuk para anak yatim pun telah disampaikan kepada yang berhak menerimanya.

Berikut daftar nama para hafidz-hafidzah yang diwisuda :

1. M. Hirzi Ramadhani - 1 Juz

2. Al Fatih Abigail R - 1 Juz

3. Nazril Nur Ilham - 1 Juz

4. M. Dzakirurrahman - 1 Juz

5. Alan Al Madani - 1 Juz

6. Hilal Nazmi - 1 Juz

7. M.Kahfi - 1 Juz

8. Nadi Setiawan - 1 Juz

9. Setiawan Bagus W - 1 Juz

10. Nabila Nur Syafitri - 1 Juz

11. Zahratunnisa - 1 Juz

12. Ahmad Rifani - 1 Juz

13. M. Ihsanul Hafidz Andi - 1 Juz

14. Tria Tama P. - 1 Juz

15. Multiya Faridah - 1 Juz

16. Andry Sevencho - 2 Juz

17. M. Rasya Aditya -  2 Juz

18. M. Mujib - 2 Juz

19. M. Hafizh - 2 Juz

20. Ronald Adi Syaputra - 2 Juz

21. Abraar Reyvaldi  P - 3 Juz

22. Kelvin Avrliansyah - 4 Juz

23. Ahmad Khoirul Mujib - 4 Juz

24. Resky Mustakim - 4 Juz

25. Aula Ikrima - 4 Juz

26. M. Rudianor - 6 Juz

27. Shaulatiyah - 7 Juz

28. Ali Nor Irfansyah - 12 Juz

29. Rifky Ilham - 24 Juz

30. M.Dzikri Aulia - 30 Juz 

(Nur Hidayah,**)

Share:

Sabtu, 12 September 2020

MENGHORMATI AHLUL BAIT DAN AHLI ILMU


Di zaman Sahabat, pernah terjadi pertikaian antara dua Ulama besar, dua sosok yang sama-sama disayangi baginda Nabi Saw. Dua tokoh itu adalah Zaid Bin Tsabit dan Abdullah Bin Abbas -Rodiyallahu anhuma-.

'Konflik' kedua sahabat Nabi itu sampai sekarang masyhur dengan masalah 'Mubahalah'. Santri yang pernah ngaji Faraidh pasti tahu masalah ini.

Cerita bermula ketika Abdullah Bin Abbas berbeda pendapat dengan Zaid Bin Tsabit dalam masalah 'Jadd wa Ikhwah'. Ibnu Abbas menyatakan bahwa 'kakek' bisa menggugurkan hak waris 'saudara-saudara' mayit sedangkan Zaid tetap kukuh bahwa mereka tetap memiliki hak waris meskipun kakek masih hidup.

Saking yakinnya Ibnu Abbas akan kebenaran pendapatnya, sampai-sampai beliau berkata :

" Tidak takutkan Zaid kepada Allah dalam masalah ini ?? Aku ingin ia dan orang-orang yang tidak sependapat denganku dalam masalah ini mendatangi Ka'bah dan marilah kita 'bermubahalah'. Siapa yang berdusta maka laknat Allah akan turun atas dirinya !! "

Beberapa waktu Kemudian mereka berdua bertemu dalam suatu acara. orang-orang sudah menanti apa yang akan dilakukan dua sahabat yang sedang berseteru itu. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan..

Kala itu, Ibnu Abbas melihat Zaid datang menaiki kuda. Segeralah ia mengambil tali kekang kudanya lantas menuntunnya sebagai bentuk penghormatan. Zaid yang tak nyaman dimuliakan seperti itu berkata :

" Jangan kau lakukan ini wahai sepupu Rasulullah"

" Seperti ini kami diajarkan untuk menghormati ulama kami", jawab Ibnu Abbas santai sambil tersenyum

Zaid tak mau kalah. Ia berkata kepada Ibnu Abbas :

" Bisa liat tanganmu sebentar" ??

Ibnu Abbas yang sama sekali tak curiga langsung memberikan tangannya. Ibnu Abbas 'tertipu'. Di detik itu juga Zaid dengan penuh Tadhim mencium tangannya.

" Seperti ini kami diajarkan untuk memuliakan keluarga Nabi kami.. " Zaid tersenyum bahagia.

Sumber : Kutipan Postingan dari Ustadz Muhammad Ismael Al Kholilie, salah satu keturunan dari Syaikhona KH. Kholil Bangkalan, Madura

http://www.rumah-muslimin.com/2019/11/menghormati-ahlul-bait-dan-ahli-ilmu.html?m=1#.X1ygQINgPAU.facebook
Share:

Support