Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Senin, 08 Juli 2019

ULAMA KHARISMATIK PALANGKARAYA, yang mendidik di kota cantik


K.H Muhammad Majedi

Kedatangan K.H Muhammad Majedi ke Palangkaraya bagaikan lampu yang hidup di tengah ruangan yang gelap gulita, bagaikan kunang-kunang yang menerangi jalan di tengah hutan dan laksana bulan yang menerangi malam ketika gelap menerpa. Mak disinilah awal perjuagan K.H. Muhammad Majedi dalam membentuk masyarakat serta berdakwah di palangkaraya.

Dalam sebuah buku yang berjudul 100 tokoh Kalimantan, beliau dating ke palangkaraya tahun 1957 dan dalam buku disebutkan bahwa beliau termasuk urutan ke 43 dari sejumlah tokoh yang ada di kalimatan, demikina menurut abu Nazla sebagai penulis buku tersebut. Dalam tulisanya dipaparkan bahwa K.H Muhammad Majedi adalah seorang ulamayang terkenal sangat toleransi dalam hidup dan kehidupan beragama berbangsa dan bernegara, maka tidaklah salah kalau beliau sangat dicintai masyarakat sekitar Pahandut dan daerah lainya.

MEMBANGUN MESJID NURUL HIKMAH
Pada ssat itu siapa yang bisa menduga ketika K.H Muhammad Majedi dating ke palangkaraya langsung mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat sekitar Palangkasari.
Masjid yang pertama kali berdiri di Pahandut adalah Mesjid Wal-Fajri (sekarang langgar Wal-Fajri)yang terletak di jalan Kalimanatan. Pada saat itu jumlah penduduk muslim di sekitar Pahandut masih belum terlalu banyak sehingga mesjid tersebut masih mampu menampung jamaah sholat jum’at. Namun setelah kaum muslimin bertambah khususnya para pendatang yang bertempat tinggal di Palangkasari mulai banyak maka mesjid tersebut sudah tidak mampu lagi menampung jamaah muslim. Ketika sholat jum’at Mesjid Nurul Hikmahyang pada awalnya hanya berfungsi sebagi mushola atau langgar dirubah menjadi sebuah Mesjid, letaknya di komplek Palangkasari di jalan Darmosugondo sekarang.
Dalam tanyangan televise yang berjudul Zamrud di tanah Pahandut produksi TVRI Kalimantan Tengah tahun 2010, menceritakan sekulumit tentang masuknya islam di Palangakaraya dan berdirinya Mesjid Nurul Hikmah di komplek Palangkasari. Pada awalnya Mesjid Nurul Hikmah berbentuk mushallah sederhana dengan berukuran 25x35 m mengunakan atap daun pelepah kelapa(kajang) dan berdinding kayu serta berlantaikan papan dan tempat wudhupun sampai tahun 1970 masih berupa kolam biasa. Airnya diamabil dari sungai Kahayan di pelabuhan ramabang oleh para pemuda dan masyarakat saat itu.
Jadi, anatar perkembangan islam di Palangkaraya dengan kehadiran serta kiprah perjuagan  beliau tidak dapat di pisahkan, sehingga sungguh wajar sekali dimana kita sebagi penerus perjuagan beliau untuk memajukan cita-cita dan harapan beliau untuk memajukan islam di Kalimanta Tengah khususnya di kota Palangkaraya.


Madrasah Ibtidaiyah Islamaiyah ketika masih Di Palangkasari
MEMBANGUN MADRSAH ISLAMIYAH
Cikal bakal Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah itu duldunya adalah tempat belajar anak-anak sore yang mengaji dan mempelajari beberapa ilmu pengatahuan Agama Islam seperti Tauhid, Fiqih, Tajwid dan Bahasa Arab. Yang beretmpat di rumah salah seorang warga penduduk Palangakasari.
Pada seiktar tahun 1964/1965 Madrasah Islamiyah berpndah tempat ke jalan Dr. Murjani karena sudah mendaptkan lahan tanah yang cukup luas yang merupak tanah pemebrian dari gebenur bapak Cilik Riwut.

MENDIRIKAN PANTI ASUHAN
K.H Muhammad Mejedi bersama H. Imran Ysusf dan K.H Busro Khalid mendirikan sebuah Panti Asuhan yang di beri nama “BUDI MULIA”terletak di jalan RTA Milono Km.2,5 juga mendirikan Panti Asuhan yang di beri nama “BINA SEJAHTERA” yang terletak di jalan cik ditiro.

Pembangunan Mesjid Nurul Islam
MENDIRIKAN MESJID NURUL ISLAM
Pendiri sekaligus pengurus pertama pad Mesjid  Nurul Islam adalah K.H. Busro Kholid, K.H Muahammad Majedi, H. Kamsin Arifin, H. Salam, H. Omariyah, H. Fakran, H. Karim dan Dirja Mambang serta Letkol Tabrani.

BERGABUNG DENGAN ORMAS NAHDATUL ULAMA
-  Membangun Madrasah NU
Beliau terpilihsebagi ketua Pengurus Syuriah Nahdatul Ulama cabang Kota Palangkaraya Selma tiga periode berturut-turut sejak tahun 1962-1985.
Beliau membentuk lembaga pendidikan di bawah yayasan Maarif NU cabang Kota Palangkaraya. Adapun lembaga-lembaga pendidikan yang terwujud atas kerja keras beliau bersama teman dan para sahabat beliau anatar lain dengan dibangunya Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama yang berdiritahun 1970 yang terletak di jalan Dr. Murjani. Selajutnya Sekolah Menengah Pertama Nahdatul Ulama yang verdiri pada tanggal 17 Juni 1979 yang terletak di jalan RTA Milono, Sekolah Menengah Atas NU berdiri sejak tahun 1983 di atas tanah wakaf H. Djantarmin.. menyusul pendirian taman kanak-kanak NU yang berdiri tanggal 1 Januari 1983 yang didirikan  oleh hasil suadaya murni dari masyarakat dan tokoh-tokoh Muslimat NU yang terletak di jalan Pilau komplek Penarung.

WAFAT
Pada hari Sabtu Tanggal 29 Juli 1995 bertepatan dengan 1 Rabi’ul awwal 1416 H, pukul 23,30 Wib Beliau menhebuskan nafas terkahir dengan mengucapkan kalimat Dzikrullah . Jenazah di Sholatkan di Mesjid Nurul Hikmah Komplek Palangakasari yang juga berdekatan dengan rumah duka. Setalah itu jenazah di bawa ke komplek kuburan Muslimin Jalan cilik Riwut km. 2,5 untuk di makamkan. (sumber : buku K.H. Muhammad Majedi ULAMA KHARISMATIK yang mendidik di kota cantik Palangakaraya) (Abu Atoillah)
Share:

Minggu, 07 Juli 2019

Alhamdulillah, pengurus Darkah Madinah Palangkaraya terbentuk

Rapat koordinasi pembentukan pengurus Darkah Madinah Palangkaraya (DMP)
Berawal dari sekumpulan anak muda yang berniat menyebarkan dakwah dikalangan remaja, maka pada tanggal 28/07/2019 terbentuklah komunitas Darkah Madinah palangkaraya yang di pelopori oleh dai muda Habib Umar Assegaf Bahlega.

untuk menjalankan program suatu komunitas harus ada suatu pengurus, maka tadi malam (07/07) bertempat di warung kopi Papadaan jalan jati terpilih beberapa orang untuk menjadi pengurus yang menamakan dirinya DARKAH MADINAH PALANGKARAYA.

Adapun yang terpilih adalah
1. penasehat : - Habib Umar Assegaf Bahlega
-H. Yadi
2. Ketua : Anas
3. Sekretaris : nurhamid
4. Bendahara : H. Anang
- amin
5. Humas : - Fauzi
- Doni
-nino
6.seksi multimedia :  - Reza
- Yadi 56
- Yadi Zahra
7. Seksi dakwah : - ustadz Salim
- ustadz ian

Adapun komunitas Darkah Madinah Palangkaraya adalah suatu perkumpulan anak muda yang mempunyai niat memperkenalkan keindahan Islam melalui kegiatan-kegiatan anak-anak milenial atau zaman now

Sedangkan Fauzi menjelaskan darkah Madinah Palangkaraya adalah sebagai wadah anak muda yang mau hijrah dan mau mengenal Islam dengan keindahannya. Ujar seksi bagian humas ini

Lebih lanjut Fauzi mengatakan Adapun agenda kedepannya nanti pengurus akan mensosialisasikan komunitas ini dengan para tokoh,ulama dan komunitas yang ada di palangkaraya agar nanti bisa di terima di kota cantik ini jelasnya kepada tim AKWAB media. (Abu atoillah)
Share:

Jumat, 05 Juli 2019

Gratis....!!!!!!!! Majelis Darul Haddad Menerima santri/i baru Tahun Ajaran 2019/2020


Panplat Penerimaan Santri/i Baru Majelis Darul Haddad
Pendidikan agama harus di ajarkan sejak dini, apalagi dalam membaca Alquran, agar anak anak mengenal huruf Hijaiyah.

Dengan niat dakwah untuk generasi umat Islam maka Majelis Ta'lim Darul Haddad Palangka raya membuka Taman kanak-kanak Al Qur'an (TK Al Qur'an).

Majelis yang dipimpin oleh Guru Mashudi Maqsum ini membuka tahun ajaran 2019/2020 ini dengan penerimaan santri/santriwati baru.

Untuk pendaftaran Majelis tidak mengenakan biaya/gratis agar menarik minat santri/i untuk belajar di TK Al Qur'an Darul Haddad.

Adapun persyaratan nya cuma, anak waktu mendaftar harus di antara langsung oleh orang tuanya/walinya, dan sudah berumur minimal 5 tahun.

Sedangkan tempat pendaftaran dilakukan di majelis ta'lim Darul Haddad Palangka raya yang berada di jalan Dr. Murjani Gang hidayah ujung, setiap hari. (abu atoillah)
Share:

Peringati Haul imam Haddad, Majelis Darul Haddad baca manaqib Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad


Bertepatan dengan tanggal 7 dzulqaidah, Majelis Darul Haddad Palangkaraya memperingati Haul imam Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Acara yang di mulai ba'da isya, di awali dengan pembacaan maulid simathud duror oleh jamaah majelis Darul  Haddad.

Guru Mashudi membacakan Manaqib Imam Haddad
Setelah itu dilanjutkan pembacaan manaqib Al imam Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, yang di bacakan oleh guru Mashudi Maqsum,selaku pimpinan majelis, yang terletak di jl.Dr Murjani Gang hidayah ujung ini

Di dalam manaqib nya  Habib Abdullah Al Haddad dari kecil sudah senang beribadah, sholat sunahnya dhuhanya tiap hari seratus raka'at, dan beliau mendapat Maqom kewalian ketika masih remaja.

Setelah pembacaan manaqib dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil dan doa haul untuk Al imam Habib Abdullah Al Haddad. (Abu atoillah)
Share:

Kamis, 04 Juli 2019

Majelis Rotib Alawiyyin Al Khair wal barokah Peringati Haul imam Haddad, Di hadiri para Habaib


Pada Hari kamis 27 Ramadhan 1132 H / 1712 M, Imam Abdullah Bin Alwi Al Haddad sakit dan tidak ikut shalat ashar berjamaah di masjid dan pengajian sore. Beliau memerintahkan orang-orang untuk tetap melangsungkan pengajian seperti biasa dan ikut mendengarkan dari dalam rumah. Malam harinya, beliau sholat ‘isya berjamaah dan tarawih. Keesokan harinya beliau tidak bisa menghadiri sholat jum’at. Sejak hari itu, penyakit beliau semakin parah. Beliau sakit selama 40 hari sampai akhirnya pada malam selasa, 7 Dzulqaidah 1132 H / 1712 M beliau wafat di kota Tarim, disaksikan anak beliau, Hasan.
Beliau wafat dalam usia 89 tahun, meninggalkan banyak murid, karya dan nama harum di dunia. Beliau dimakamkan di pemakaman Zanbal, Tarim.
Meski secara fisik telah tiada, secara batin Habib Abdullah bin Alawy Al-Haddad tetap hadir di tengah-tengah kita, setiap kali nama dan karya-karyanya kita baca.

Maka pada hari Kamis (04/07/2019) Majelis Rotib Alawiyyin Al Khair wal barokah memperingati Haul Imam Haddad. Haul yang di mulai ba'da magrib ini di pimpin oleh pimpinan majelis Habib Akhmad Assegaf.

Majelis yang terletak di jl.uria mapas ini, setiap tahun memperingati haul imam Haddad. Dan untuk mengambil berkah nya setiap malam Jum'at di baca ratib Haddad yang di susun oleh beliau.

Acara yang berlangsung dengan pembacaan ratib Haddad ini dihadiri oleh Para Habaib yang ada di palangkaraya dan dari Jawa, diantaranya Habib syakir Al muhdor dan Habib Faisal ba'bud.
Share:

Haul Maulana Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari


Jum'at (21/06/2019), majelis Darul Haddad yang beralamat di jalan Dr. Murjani Gang hidayah ujung kompleks bengkel mengadakan haul Maulana syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan syech  kasful Anwar Al banjari, acara yang mulai setelah ba'da isya dengan di awali pembacaan maulid simthud durar.

Adapun acara intinya yaitu pembacaan manaqib Maulana syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di baca oleh pimpinan majelis Darul Haddad Guru Mashudi Maqsum, salah satu di dalam manaqib di sebut bahwa Maulana adalah seorang yang alim saat masih berumur 7 tahun maka dari itu Sultan mengajak Maulana untuk tinggal di istana untuk belajar. Guru menjelaskan Betapa pentingnya orang alim dalam suatu kampung karena hukum nya fardhu kifayah ujar guru Mashudi Maqsum pendiri majelis Darul Haddad Palangkaraya

Acara yang di adakan rutin setiap tahun ini di isi dengan dzikir nasyid, tahlil dan doa haul untuk Maulana Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan syekh kasful Anwar Al banjari.

Sebelum acara di tutup di isi dengan tausiyah oleh Al Habib Muhammad Ghazali Assegaf dari Lampung, dalam tausiyah beliau berpesan acara seperti ini sangat penting agar dapat menumbuhkan cinta kita kepada ulama.

-Abu Atoillah-
Share:

Tentang Niat


Majelis Rotib Alawiyyin bin Yahya pada hari Senin (24/06/2019) memulai majelis di bulan Syawal ini dengan pengajian rutin pembacaan kitab Hadits arbain an Nawawi oleh Habib Umar Bahlega Assegaf, yang nanti insyaallah akan di bacakan sebulan sekali.

Di dalam kitab Hadits arbain an Nawawi di sebutkan, Semua itu tergantung pada niat, Al Habib Umar Bahlega Assegaf menjelaskan jangan lah kita seperti salabah yang meminta kepada nabi supaya di doakan kaya, pertama ia berniat nanti kekayaan nya akan di gunakan di jalan Allah, tapi akhirnya ia tertipu dengan kekayaan nya dan meninggal dalam keadaan suul khotimah.

Majelis yang di pimpin oleh Habib Akhmad Assegaf ini selalu Istiqomah dalam dakwah nya, itu terbukti ketika bulan puasa kemaren Majelis ini tetap jalan.

Adapun amaliyah yang di baca di majelis setiap Senin, malam Selasa ini adalah pembacaan Rotib Haddad, Asmaul Husna dan di tutup dengan talqin dzikir.

Abu Atoillah Ar-rusli
Share:

Support