![]() |
| K.H Muhammad Majedi |
Kedatangan K.H Muhammad Majedi ke Palangkaraya bagaikan
lampu yang hidup di tengah ruangan yang gelap gulita, bagaikan kunang-kunang
yang menerangi jalan di tengah hutan dan laksana bulan yang menerangi malam
ketika gelap menerpa. Mak disinilah awal perjuagan K.H. Muhammad Majedi dalam
membentuk masyarakat serta berdakwah di palangkaraya.
Dalam sebuah buku yang berjudul 100 tokoh Kalimantan, beliau
dating ke palangkaraya tahun 1957 dan dalam buku disebutkan bahwa beliau
termasuk urutan ke 43 dari sejumlah tokoh yang ada di kalimatan, demikina
menurut abu Nazla sebagai penulis buku tersebut. Dalam tulisanya dipaparkan bahwa
K.H Muhammad Majedi adalah seorang ulamayang terkenal sangat toleransi dalam
hidup dan kehidupan beragama berbangsa dan bernegara, maka tidaklah salah kalau
beliau sangat dicintai masyarakat sekitar Pahandut dan daerah lainya.
MEMBANGUN MESJID NURUL HIKMAH
Pada ssat itu siapa yang bisa menduga ketika K.H Muhammad
Majedi dating ke palangkaraya langsung mendapatkan sambutan yang luar biasa
dari masyarakat sekitar Palangkasari.
Masjid yang pertama kali berdiri di Pahandut adalah Mesjid
Wal-Fajri (sekarang langgar Wal-Fajri)yang terletak di jalan Kalimanatan. Pada saat
itu jumlah penduduk muslim di sekitar Pahandut masih belum terlalu banyak
sehingga mesjid tersebut masih mampu menampung jamaah sholat jum’at. Namun setelah
kaum muslimin bertambah khususnya para pendatang yang bertempat tinggal di
Palangkasari mulai banyak maka mesjid tersebut sudah tidak mampu lagi menampung
jamaah muslim. Ketika sholat jum’at Mesjid Nurul Hikmahyang pada awalnya hanya
berfungsi sebagi mushola atau langgar dirubah menjadi sebuah Mesjid, letaknya
di komplek Palangkasari di jalan Darmosugondo sekarang.
Dalam tanyangan televise yang berjudul Zamrud di tanah
Pahandut produksi TVRI Kalimantan Tengah tahun 2010, menceritakan sekulumit
tentang masuknya islam di Palangakaraya dan berdirinya Mesjid Nurul Hikmah di
komplek Palangkasari. Pada awalnya Mesjid Nurul Hikmah berbentuk mushallah
sederhana dengan berukuran 25x35 m mengunakan atap daun pelepah kelapa(kajang)
dan berdinding kayu serta berlantaikan papan dan tempat wudhupun sampai tahun
1970 masih berupa kolam biasa. Airnya diamabil dari sungai Kahayan di pelabuhan
ramabang oleh para pemuda dan masyarakat saat itu.
Jadi, anatar perkembangan islam di Palangkaraya dengan
kehadiran serta kiprah perjuagan beliau
tidak dapat di pisahkan, sehingga sungguh wajar sekali dimana kita sebagi penerus
perjuagan beliau untuk memajukan cita-cita dan harapan beliau untuk memajukan
islam di Kalimanta Tengah khususnya di kota Palangkaraya.
![]() |
| Madrasah Ibtidaiyah Islamaiyah ketika masih Di Palangkasari |
MEMBANGUN MADRSAH ISLAMIYAH
Cikal bakal Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah itu duldunya
adalah tempat belajar anak-anak sore yang mengaji dan mempelajari beberapa ilmu
pengatahuan Agama Islam seperti Tauhid, Fiqih, Tajwid dan Bahasa Arab. Yang beretmpat
di rumah salah seorang warga penduduk Palangakasari.
Pada seiktar tahun 1964/1965 Madrasah Islamiyah berpndah
tempat ke jalan Dr. Murjani karena sudah mendaptkan lahan tanah yang cukup luas
yang merupak tanah pemebrian dari gebenur bapak Cilik Riwut.
MENDIRIKAN PANTI ASUHAN
K.H Muhammad Mejedi bersama H. Imran Ysusf dan K.H Busro
Khalid mendirikan sebuah Panti Asuhan yang di beri nama “BUDI MULIA”terletak di
jalan RTA Milono Km.2,5 juga mendirikan Panti Asuhan yang di beri nama “BINA
SEJAHTERA” yang terletak di jalan cik ditiro.
![]() |
| Pembangunan Mesjid Nurul Islam |
MENDIRIKAN MESJID NURUL ISLAM
Pendiri sekaligus pengurus pertama pad Mesjid Nurul Islam adalah K.H. Busro Kholid, K.H
Muahammad Majedi, H. Kamsin Arifin, H. Salam, H. Omariyah, H. Fakran, H. Karim
dan Dirja Mambang serta Letkol Tabrani.
BERGABUNG DENGAN ORMAS NAHDATUL ULAMA
- Membangun Madrasah
NU
Beliau terpilihsebagi ketua Pengurus Syuriah Nahdatul Ulama
cabang Kota Palangkaraya Selma tiga periode berturut-turut sejak tahun
1962-1985.
Beliau membentuk lembaga pendidikan di bawah yayasan Maarif
NU cabang Kota Palangkaraya. Adapun lembaga-lembaga pendidikan yang terwujud
atas kerja keras beliau bersama teman dan para sahabat beliau anatar lain
dengan dibangunya Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama yang berdiritahun 1970
yang terletak di jalan Dr. Murjani. Selajutnya Sekolah Menengah Pertama
Nahdatul Ulama yang verdiri pada tanggal 17 Juni 1979 yang terletak di jalan
RTA Milono, Sekolah Menengah Atas NU berdiri sejak tahun 1983 di atas tanah
wakaf H. Djantarmin.. menyusul pendirian taman kanak-kanak NU yang berdiri
tanggal 1 Januari 1983 yang didirikan oleh hasil suadaya murni dari masyarakat dan
tokoh-tokoh Muslimat NU yang terletak di jalan Pilau komplek Penarung.
WAFAT
Pada hari Sabtu Tanggal 29 Juli 1995 bertepatan dengan 1
Rabi’ul awwal 1416 H, pukul 23,30 Wib Beliau menhebuskan nafas terkahir dengan
mengucapkan kalimat Dzikrullah . Jenazah di Sholatkan di Mesjid Nurul Hikmah
Komplek Palangakasari yang juga berdekatan dengan rumah duka. Setalah itu
jenazah di bawa ke komplek kuburan Muslimin Jalan cilik Riwut km. 2,5 untuk di
makamkan. (sumber : buku K.H. Muhammad Majedi ULAMA KHARISMATIK yang
mendidik di kota cantik Palangakaraya) (Abu Atoillah)









0 komentar:
Posting Komentar