Senin, 08 Juli 2019

ULAMA KHARISMATIK PALANGKARAYA, yang mendidik di kota cantik


K.H Muhammad Majedi

Kedatangan K.H Muhammad Majedi ke Palangkaraya bagaikan lampu yang hidup di tengah ruangan yang gelap gulita, bagaikan kunang-kunang yang menerangi jalan di tengah hutan dan laksana bulan yang menerangi malam ketika gelap menerpa. Mak disinilah awal perjuagan K.H. Muhammad Majedi dalam membentuk masyarakat serta berdakwah di palangkaraya.

Dalam sebuah buku yang berjudul 100 tokoh Kalimantan, beliau dating ke palangkaraya tahun 1957 dan dalam buku disebutkan bahwa beliau termasuk urutan ke 43 dari sejumlah tokoh yang ada di kalimatan, demikina menurut abu Nazla sebagai penulis buku tersebut. Dalam tulisanya dipaparkan bahwa K.H Muhammad Majedi adalah seorang ulamayang terkenal sangat toleransi dalam hidup dan kehidupan beragama berbangsa dan bernegara, maka tidaklah salah kalau beliau sangat dicintai masyarakat sekitar Pahandut dan daerah lainya.

MEMBANGUN MESJID NURUL HIKMAH
Pada ssat itu siapa yang bisa menduga ketika K.H Muhammad Majedi dating ke palangkaraya langsung mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat sekitar Palangkasari.
Masjid yang pertama kali berdiri di Pahandut adalah Mesjid Wal-Fajri (sekarang langgar Wal-Fajri)yang terletak di jalan Kalimanatan. Pada saat itu jumlah penduduk muslim di sekitar Pahandut masih belum terlalu banyak sehingga mesjid tersebut masih mampu menampung jamaah sholat jum’at. Namun setelah kaum muslimin bertambah khususnya para pendatang yang bertempat tinggal di Palangkasari mulai banyak maka mesjid tersebut sudah tidak mampu lagi menampung jamaah muslim. Ketika sholat jum’at Mesjid Nurul Hikmahyang pada awalnya hanya berfungsi sebagi mushola atau langgar dirubah menjadi sebuah Mesjid, letaknya di komplek Palangkasari di jalan Darmosugondo sekarang.
Dalam tanyangan televise yang berjudul Zamrud di tanah Pahandut produksi TVRI Kalimantan Tengah tahun 2010, menceritakan sekulumit tentang masuknya islam di Palangakaraya dan berdirinya Mesjid Nurul Hikmah di komplek Palangkasari. Pada awalnya Mesjid Nurul Hikmah berbentuk mushallah sederhana dengan berukuran 25x35 m mengunakan atap daun pelepah kelapa(kajang) dan berdinding kayu serta berlantaikan papan dan tempat wudhupun sampai tahun 1970 masih berupa kolam biasa. Airnya diamabil dari sungai Kahayan di pelabuhan ramabang oleh para pemuda dan masyarakat saat itu.
Jadi, anatar perkembangan islam di Palangkaraya dengan kehadiran serta kiprah perjuagan  beliau tidak dapat di pisahkan, sehingga sungguh wajar sekali dimana kita sebagi penerus perjuagan beliau untuk memajukan cita-cita dan harapan beliau untuk memajukan islam di Kalimanta Tengah khususnya di kota Palangkaraya.


Madrasah Ibtidaiyah Islamaiyah ketika masih Di Palangkasari
MEMBANGUN MADRSAH ISLAMIYAH
Cikal bakal Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah itu duldunya adalah tempat belajar anak-anak sore yang mengaji dan mempelajari beberapa ilmu pengatahuan Agama Islam seperti Tauhid, Fiqih, Tajwid dan Bahasa Arab. Yang beretmpat di rumah salah seorang warga penduduk Palangakasari.
Pada seiktar tahun 1964/1965 Madrasah Islamiyah berpndah tempat ke jalan Dr. Murjani karena sudah mendaptkan lahan tanah yang cukup luas yang merupak tanah pemebrian dari gebenur bapak Cilik Riwut.

MENDIRIKAN PANTI ASUHAN
K.H Muhammad Mejedi bersama H. Imran Ysusf dan K.H Busro Khalid mendirikan sebuah Panti Asuhan yang di beri nama “BUDI MULIA”terletak di jalan RTA Milono Km.2,5 juga mendirikan Panti Asuhan yang di beri nama “BINA SEJAHTERA” yang terletak di jalan cik ditiro.

Pembangunan Mesjid Nurul Islam
MENDIRIKAN MESJID NURUL ISLAM
Pendiri sekaligus pengurus pertama pad Mesjid  Nurul Islam adalah K.H. Busro Kholid, K.H Muahammad Majedi, H. Kamsin Arifin, H. Salam, H. Omariyah, H. Fakran, H. Karim dan Dirja Mambang serta Letkol Tabrani.

BERGABUNG DENGAN ORMAS NAHDATUL ULAMA
-  Membangun Madrasah NU
Beliau terpilihsebagi ketua Pengurus Syuriah Nahdatul Ulama cabang Kota Palangkaraya Selma tiga periode berturut-turut sejak tahun 1962-1985.
Beliau membentuk lembaga pendidikan di bawah yayasan Maarif NU cabang Kota Palangkaraya. Adapun lembaga-lembaga pendidikan yang terwujud atas kerja keras beliau bersama teman dan para sahabat beliau anatar lain dengan dibangunya Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama yang berdiritahun 1970 yang terletak di jalan Dr. Murjani. Selajutnya Sekolah Menengah Pertama Nahdatul Ulama yang verdiri pada tanggal 17 Juni 1979 yang terletak di jalan RTA Milono, Sekolah Menengah Atas NU berdiri sejak tahun 1983 di atas tanah wakaf H. Djantarmin.. menyusul pendirian taman kanak-kanak NU yang berdiri tanggal 1 Januari 1983 yang didirikan  oleh hasil suadaya murni dari masyarakat dan tokoh-tokoh Muslimat NU yang terletak di jalan Pilau komplek Penarung.

WAFAT
Pada hari Sabtu Tanggal 29 Juli 1995 bertepatan dengan 1 Rabi’ul awwal 1416 H, pukul 23,30 Wib Beliau menhebuskan nafas terkahir dengan mengucapkan kalimat Dzikrullah . Jenazah di Sholatkan di Mesjid Nurul Hikmah Komplek Palangakasari yang juga berdekatan dengan rumah duka. Setalah itu jenazah di bawa ke komplek kuburan Muslimin Jalan cilik Riwut km. 2,5 untuk di makamkan. (sumber : buku K.H. Muhammad Majedi ULAMA KHARISMATIK yang mendidik di kota cantik Palangakaraya) (Abu Atoillah)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Support