Salafunas sholeh rahimahullah berkata,
“Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar.”
Cobalah renungkan
Orang yang cinta kedudukan
Dia lelah untuk meraihnya
Menghadapi rintangan yang amat berat
Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya
Orang yang cinta harta
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang
Tak kenal waktu
Bahkan sering ia sakit karenanya
Orang yang cinta syahwat
Ia lelah hatinya
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan
Di saat jauh
Ia tersiksa oleh kerinduan
Di saat dekat
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya
Ternyata memang meraih yang dicintai butuh pengorbanan
Semakin cinta
Semakin kuat perjuangan meraihnya
Semakin kurang cintanya
Semakin lemah pengorbanan
Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya. Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu?
Salafus Sholeh juga berkata,
“Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya.”
Terkadang kita mampu melakukan suatu ibadah
Namun kemalasan menghentikan langkah
Tak ada perjuangan untuk melawannya
Itulah kelemahan cinta
Walaupun pelakunya mengaku ia cinta sejuta rasa
Wallahu Musta’an
Barakallah fikum
Sumber : https://t.me/akhwattarim







