Pertanyaan :
Assalamualaikum wr.wb.. ummi saya ingin bertanya, apakah orang yang masih sendiri banyak godaannya? Sedangkan mantan terus saja menggoda dan saya ingin mencoba melupaknnya karena dia sudah memiliki istri dan anak. Mohon doa selalu ummi.. agar dimudahkan jodoh saya dan juga bisa melupakan mantan saya. Terimakasih dan mohon penjelasannya ummi
Jawaban :
(sebelum kami menjawab) pertanyaan ini harus jelas terlebih dahulu yang disebut mantan ini mantan pacar ataukah mantan suami?
Kalau yang dimaksud adalah mantan pacar dan jika anda adalah orang yang beriman tentu akan sangat mudah bagi anda untuk melupakannya.
Ketika anda sudah berkeinginan untuk menikah maka seharusnya anda menyadari bahwa anda telah bertujuan untuk membuka pintu halal dan menutup pintu harom.
Begitu pun kisah masa lalu anda, ketika anda masih pacaran itu pun termasuk dosa yang harus sangat anda sesali. Karena sebenarnya saat anda berpacaran, saat itu anda telah memasuki muqoddimah pintu zina. Sampai akhirnya Allah menyelamatkan anda sehingga anda bisa putus dengan pacar anda. Maka dari itu seharusnya anda banyak bersyukur karena Allah telah memberikan hidayah kepada anda sehingga anda bisa terlepas dari hal yang namanya ‘pacaran’.
Kalau anda memahami makna ini maka akan sangat mudah bagi anda untuk melupakan mantan anda. Karena menganggap bahwa mantan anda adalah salah satu sebab anda memasuki muqoddimah zina.
Dan jika yang anda maksud adalah mantan suami anda, maka yang harus anda pahami adalah bahwasanya Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan anda.
Terkadang ketika Allah menguji seorang hamba yaitu dengan mengambil sesuatu yang dicintai oleh hambanya, maka bisa saja itu menjadi cara Allah untuk memberikan yang lebih baik lagi untuk anda.
Tidak ada orang yang berharap tidak bahagia dalam pernikahannya lalu berpisah, akan tetapi jika hal tersebut menimpa seorang hamba maka yang harus dihadirkan dalam hati anda adalah berhusnudzon kepada Allah SWT.
Kisah perceraian pernah terjadi pada dua orang mulia yaitu Sayyidah Zainab binti Jahasy yang masih merupakan sepupu bagi Nabi Muhammad SAW dan Sayyid Zaid bin Haritsah seorang sahabat yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad, bahkan Nabi sampai pernah mengangkat beliau menjadi anak angkatnya sebelum adanya pelarangan tabbani (adopsi) dalam islam.
Mereka menikah karena dijodohkan oleh Rasulullah SAW akan tetapi pun ternyata pernikahan kedua orang ini mulai tidak berjalan dengan baik sehingga menjadikan mereka harus berpisah.
Akan tetapi perpisahan mereka berdua bukanlah suatu yang tidak baik melainkan dari perpisahan tersebutlah Allah mengganti pasangan yang lebih baik lagi untuk mereka.
Sayyidah Zainab ternyata dipilih oleh Allah untuk menjadi istri baginda Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Sayyidina Zaid bin Haritsah menikah kembali dengan seorang wanita yang bernama Ummu Aiman yang diisyaratkan oleh Rasulullah sebagai wanita ahli Surga.
Belajarlah dari kisah tersebut untuk berprasangka baik kepada Allah, bahwa perceraian yang terjadi dalam rumah tangga anda semoga menjadi sebab Allah bukakan pintu kebaikan yang lain. Jangan sampai ada dendam dan benci terhadap mantan suami anda. Walaupun mungkin anda pernah tersakiti akan sikapnya ketika dia menjadi suami anda. Hilangkan rasa sakit hati tersebut dengan banyak mendoakan mantan suami anda agar senantiasa diberkahi dengan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Jika ternyata mantan suami anda telah menikah kembali maka doakan agar rumah tangganya sakinah, mawaddah warrahmah. Tetap menjalin hubungan baik pada keluarga suami yaitu mertua anda karena biarpun anda berpisah dengan anaknya namun tetap hubungan anda dengan mertua anda tidak akan pernah terputus selamanya.
Semoga dengan kelapangan hati anda dengan mendoakan mantan suami anda dan jika anda terus menyambung silaturahmi dengan mertua anda akan menjadi sebab Allah bukakan pintu kebaikan untuk anda. Sehingga anda akan dipertemukan dengan laki-laki yang baik yang bisa menjadi pasangan anda dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinnah, mawaddah warrahmah.
Wallahu a’lam biishowaab..
Oleh Ummi Fairuz Ar-Rahbini
Sumber : https://t.me/akhwattarim






0 komentar:
Posting Komentar