Jumat, 19 Juli 2019

Perkembangan awal Islam di kota Cantik


Kalobarasi kekuatan islam antara muslim Palangkaraya dan Pendatang sangat terbukti dengan adanya perkembangn yang  sangat pesat dari segi jumlah dan peranan islam dalam memajukan Pahandut pada waktu itu. Terlebih setelah tahun 1940, H. Abdullah Inin yang merupakan tokoh Dayak setempat, Ngabe Soekah, kembali dari perantauannya ke Pahandut sehinggag menimbulkan energy dan sinergi yang positif dalam mengembangkan Islam di Kota Palangkaraya.


Islam di Palangkaraya disinyalir sudah ada sejak tahun 1900 yang di bawa oleh pedagang dari kallimantan selatan, Ilam juga dating dari berbagai pelosok bumi Tambun Bungai yang lainnya seperti daerah Kota Waringin, Barito dan Kapuas.

Namun Islam baru bisa eksis di tengah masyarakatnya sejak tahun 1950 an, sebab menurut keterangan Bapak H. fahrul Dirun seorang pensiunan sekaligus mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah II Kota Madya Palangkaraya tahun 1969, pada tahun 1950 an Mesjid Wal Fajri sudah berdiri tegak disebuah lahan tanah yang berukuran 5x6 di jalan kalimatn yang tanahnya tersebut merupakan wakf atau hibah dari para penduduk setempat. Menurut H.F. Dirun pendiri Mesjid tersebut ada 4 orang tokoh yang ada pada saat itu yaitu Bapak H. Abdullah Inin, Bapak Bukhari , Bapak Basran Ismail (Pagundum), beliau seorang pendatang dari Amuntai (manatan pejuang), dan Matsam. Ini membuktikan bahwa Islam mulai berkembang di kampong Pahandut (Palangkaraya) sejak tahun 1950 an. 
(Sumber : K.H Muhammad Madjedi Ualama Kharismatik yang mendidik di kota cantik palangkaraya)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Support