Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Sabtu, 20 Juli 2019

Sharing night, dihadiri ratusan anak muda Palangkaraya


Palangkaraya,(20/07). Komunitas anak masjid berkerjasama dengan komunitas Darkah Madinah palangkaraya Sabtu (20/07)  mengadakan kegiatan sharing night, dengan mengangkat Tema Aku lelah.

Kegiatan yang bertempat di masjid Aqidah jl. A. Yani, di mulai setelah sholat isya. Sedangkan permaterinya Habib Umar Assegaf Bahlega dari Pasuruan.

Dalam penyampaian materinya Habib Umar Assegaf Bahlega mengingatkan anak zaman now, jangan mudah lelah dalam berhijrah, karena sesuatu kebaikan pasti akan ada ujian nya, dan Allah SWT tidak akan memberi ujian kepada hambanya di luar batas kemampuan hambanya.

Respon positif disambut baik oleh anak muda di palangkaraya, itu terbukti dari ratusan anak muda hadir pada kegiatan sharing night ini. ( Abu atoillah)
Share:

Jumat, 19 Juli 2019

Perkembangan awal Islam di kota Cantik


Kalobarasi kekuatan islam antara muslim Palangkaraya dan Pendatang sangat terbukti dengan adanya perkembangn yang  sangat pesat dari segi jumlah dan peranan islam dalam memajukan Pahandut pada waktu itu. Terlebih setelah tahun 1940, H. Abdullah Inin yang merupakan tokoh Dayak setempat, Ngabe Soekah, kembali dari perantauannya ke Pahandut sehinggag menimbulkan energy dan sinergi yang positif dalam mengembangkan Islam di Kota Palangkaraya.


Islam di Palangkaraya disinyalir sudah ada sejak tahun 1900 yang di bawa oleh pedagang dari kallimantan selatan, Ilam juga dating dari berbagai pelosok bumi Tambun Bungai yang lainnya seperti daerah Kota Waringin, Barito dan Kapuas.

Namun Islam baru bisa eksis di tengah masyarakatnya sejak tahun 1950 an, sebab menurut keterangan Bapak H. fahrul Dirun seorang pensiunan sekaligus mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah II Kota Madya Palangkaraya tahun 1969, pada tahun 1950 an Mesjid Wal Fajri sudah berdiri tegak disebuah lahan tanah yang berukuran 5x6 di jalan kalimatn yang tanahnya tersebut merupakan wakf atau hibah dari para penduduk setempat. Menurut H.F. Dirun pendiri Mesjid tersebut ada 4 orang tokoh yang ada pada saat itu yaitu Bapak H. Abdullah Inin, Bapak Bukhari , Bapak Basran Ismail (Pagundum), beliau seorang pendatang dari Amuntai (manatan pejuang), dan Matsam. Ini membuktikan bahwa Islam mulai berkembang di kampong Pahandut (Palangkaraya) sejak tahun 1950 an. 
(Sumber : K.H Muhammad Madjedi Ualama Kharismatik yang mendidik di kota cantik palangkaraya)

Share:

Selasa, 16 Juli 2019

MPR PKY kembali mengadakan pengajian rutin

Undangan pengajian rutin MPR PKY
Palangkaraya,(16/07) - MPR (Majelis Pencinta Rasul) Palangkaraya kembali mengadakan pengajian Rutin. Majelis yang terletak di jalan anggrek I no. 38 belakang UMP ini.  Pengajian ini insyaallah dilaksanakan pada hari Rabu (17/07/2019) pukul 19.30 wib.

Adapun materi yang di sampaikan oleh ustadz Mulkani dari Kapuas ini kembali membahas materi tentang syi'ar annabawiyah bagian 2, setelah sebelumnya bulan kemarin membahas materi bagian 1.

Majelis yang di bawah asuhan Habib Ismail bin Yahya ini mengundang dan mengajak warga palangkaraya, agar bisa berhadir dalam pengajian besok, karena pengajian bersifat umum. (Abu atoillah)
Share:

Minggu, 14 Juli 2019

DMP CUP ajang silaturahmi komunitas anak futsal dengan komunitas Darkah Madinah Palangakaraya



Ngopi bareng tim darkaD Madinah palangkaraya berdiskusi tentang agenda DMP CUP
Palangkaraya,(15/07).- komunitas anak-anak futsal di kota Palangkaraya saat ini sangatlah banyak mereka rata-rata anak muda.Darkah Madinah Palangkaraya mencoba bersilaturahmi dengan komunitas ini mengadakan DMP CUP.

Bertempat di warkop papadaan jalan jati, Nino bagian humas menjelaskan, diskusi ini tentang pelakasanaan kegiatan yang sudah di agendakan komunitas ini yaitu DMP CUP. Diskusi yang di hadiri seluruh pengurus DMP ini, menghasilakan beberapa poin jelasnya.

Ketika di Tanya tim AKWAB Media apa saja poinnya, pemuda yang masih kuliah di IAIN ini menuturkan poinya adalah.
1. pelaksaanaan DMP CUP insyaAllah dilaksanakan pada tanggal 22/07/19. Bertempat di gedung futsal rajawali jalan setadji, adapun wktunya dari pukul 21.00 -23.00 wib.
2. untuk peserta, karena ini baru pertama kali bagi komunitas ini, maka peserta di batasi, untuk 4 tim saja.
3. peserta tidak di pumgut biaya.

Nino menambahkan tujuan di adakan futsal ini untuk menjalin silaturahmi dengan komunitas anak futsal, nanti di sela-sela kegiatan akan kita berikan kajian-kajian islami. Terangnya kepada tim AKWAB Media. (Abu Atoillah)
Share:

Jumat, 12 Juli 2019

Komunitas Darkah Madinah palangkaraya (DMP) melakukan kajian islami dengan tema anak muda


Brosur kegiatan komunitas Darkah Madinah palangkaraya (DMP)
Palangkaraya(13/07) - Sebagai sebuah komunitas, Darkah Madinah palangkaraya rencananya akan mengadakan kopdar sekaligus kajian Islam ilmiah.kegiatan insyaallah akan di laksanakan pada Minggu (21/07) pukul 20.00 wib ini di adakan di warkop Papadaan jalan jati.

Fauzi bagian humas ketika di temui tim AKWAB Media menjelaskan, kegiatan ini rencananya akan menjadi rutin setiap bulannya, karena masuk agenda yang dijalankan komunitas ini setiap  bulannya jelasnya.

Ia juga menuturkan kedepannya kegiatan seperti ini juga akan berkerjasama dengan komunitas-komunitas yang ada di palangkaraya, khususnya anak muda, terangnya.

Fauzi juga menambahkan ada beberapa agenda yang nanti akan di jalankan di bulan ini, antara lain : silaturahmi kepada tokoh ulama yang ada di palangkaraya dan futsal cup Darkah Madinah palangkaraya (DMP CUP), kata pemuda yang memakai kacamata ini kepada tim AKWAB MEDIA.(Abu Atoillah)
Share:

Selasa, 09 Juli 2019

Luar Biasa......!!! Pandaftaran penerimaan santri/i baru Darul Haddad memenuhi kuato dalam beberapa hari


Majelis Ta'lim Darul Haddad


Palangkaraya,(10/07) – Majelis Ta’lim Darul Haddad tahun ini membuka pendaftaran baru untuk TK Al Quran santri/ santriwati tahun ajaran 2019-2020.

pendaftaran sudah dibuka sejak 1 Juli 2019 kemaren. Pendaftaran tidak di pungut biaya, Cuma harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh panitia ujar Guru Mashudi sebagai Pimpinan Majelis Ta’lim Darul Haddad yang berada di jalan Dr. Murjani gang hidayah ujung ini, terletak di tengah pemukiman padat penduduk

Guru mashudi  mengatakan, syaratnya adalah waktu pendaftaran anak harus di bawa langsung oleh orang tua/walinya, dan minimal berumur 5 tahun jelasnya.

Guru Mashudi juga menuturkan bahwa untuk saat ini Majelis Ta’lim Darul Haddad untuk tahun ajaran pertama ini  menargetkan jumlah 100 untuk santri/i baru,

Alhamdulillah setelah di buka pendaftaran antusias masyarakat sangat luar biasa, itu terbukti belum beberapa hari kuato yang di targerkan panitia terpenuhi,Jelasnya kepada tim AKWAB Media.(Abu Atoillah)
Share:

Senin, 08 Juli 2019

ULAMA KHARISMATIK PALANGKARAYA, yang mendidik di kota cantik


K.H Muhammad Majedi

Kedatangan K.H Muhammad Majedi ke Palangkaraya bagaikan lampu yang hidup di tengah ruangan yang gelap gulita, bagaikan kunang-kunang yang menerangi jalan di tengah hutan dan laksana bulan yang menerangi malam ketika gelap menerpa. Mak disinilah awal perjuagan K.H. Muhammad Majedi dalam membentuk masyarakat serta berdakwah di palangkaraya.

Dalam sebuah buku yang berjudul 100 tokoh Kalimantan, beliau dating ke palangkaraya tahun 1957 dan dalam buku disebutkan bahwa beliau termasuk urutan ke 43 dari sejumlah tokoh yang ada di kalimatan, demikina menurut abu Nazla sebagai penulis buku tersebut. Dalam tulisanya dipaparkan bahwa K.H Muhammad Majedi adalah seorang ulamayang terkenal sangat toleransi dalam hidup dan kehidupan beragama berbangsa dan bernegara, maka tidaklah salah kalau beliau sangat dicintai masyarakat sekitar Pahandut dan daerah lainya.

MEMBANGUN MESJID NURUL HIKMAH
Pada ssat itu siapa yang bisa menduga ketika K.H Muhammad Majedi dating ke palangkaraya langsung mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat sekitar Palangkasari.
Masjid yang pertama kali berdiri di Pahandut adalah Mesjid Wal-Fajri (sekarang langgar Wal-Fajri)yang terletak di jalan Kalimanatan. Pada saat itu jumlah penduduk muslim di sekitar Pahandut masih belum terlalu banyak sehingga mesjid tersebut masih mampu menampung jamaah sholat jum’at. Namun setelah kaum muslimin bertambah khususnya para pendatang yang bertempat tinggal di Palangkasari mulai banyak maka mesjid tersebut sudah tidak mampu lagi menampung jamaah muslim. Ketika sholat jum’at Mesjid Nurul Hikmahyang pada awalnya hanya berfungsi sebagi mushola atau langgar dirubah menjadi sebuah Mesjid, letaknya di komplek Palangkasari di jalan Darmosugondo sekarang.
Dalam tanyangan televise yang berjudul Zamrud di tanah Pahandut produksi TVRI Kalimantan Tengah tahun 2010, menceritakan sekulumit tentang masuknya islam di Palangakaraya dan berdirinya Mesjid Nurul Hikmah di komplek Palangkasari. Pada awalnya Mesjid Nurul Hikmah berbentuk mushallah sederhana dengan berukuran 25x35 m mengunakan atap daun pelepah kelapa(kajang) dan berdinding kayu serta berlantaikan papan dan tempat wudhupun sampai tahun 1970 masih berupa kolam biasa. Airnya diamabil dari sungai Kahayan di pelabuhan ramabang oleh para pemuda dan masyarakat saat itu.
Jadi, anatar perkembangan islam di Palangkaraya dengan kehadiran serta kiprah perjuagan  beliau tidak dapat di pisahkan, sehingga sungguh wajar sekali dimana kita sebagi penerus perjuagan beliau untuk memajukan cita-cita dan harapan beliau untuk memajukan islam di Kalimanta Tengah khususnya di kota Palangkaraya.


Madrasah Ibtidaiyah Islamaiyah ketika masih Di Palangkasari
MEMBANGUN MADRSAH ISLAMIYAH
Cikal bakal Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah itu duldunya adalah tempat belajar anak-anak sore yang mengaji dan mempelajari beberapa ilmu pengatahuan Agama Islam seperti Tauhid, Fiqih, Tajwid dan Bahasa Arab. Yang beretmpat di rumah salah seorang warga penduduk Palangakasari.
Pada seiktar tahun 1964/1965 Madrasah Islamiyah berpndah tempat ke jalan Dr. Murjani karena sudah mendaptkan lahan tanah yang cukup luas yang merupak tanah pemebrian dari gebenur bapak Cilik Riwut.

MENDIRIKAN PANTI ASUHAN
K.H Muhammad Mejedi bersama H. Imran Ysusf dan K.H Busro Khalid mendirikan sebuah Panti Asuhan yang di beri nama “BUDI MULIA”terletak di jalan RTA Milono Km.2,5 juga mendirikan Panti Asuhan yang di beri nama “BINA SEJAHTERA” yang terletak di jalan cik ditiro.

Pembangunan Mesjid Nurul Islam
MENDIRIKAN MESJID NURUL ISLAM
Pendiri sekaligus pengurus pertama pad Mesjid  Nurul Islam adalah K.H. Busro Kholid, K.H Muahammad Majedi, H. Kamsin Arifin, H. Salam, H. Omariyah, H. Fakran, H. Karim dan Dirja Mambang serta Letkol Tabrani.

BERGABUNG DENGAN ORMAS NAHDATUL ULAMA
-  Membangun Madrasah NU
Beliau terpilihsebagi ketua Pengurus Syuriah Nahdatul Ulama cabang Kota Palangkaraya Selma tiga periode berturut-turut sejak tahun 1962-1985.
Beliau membentuk lembaga pendidikan di bawah yayasan Maarif NU cabang Kota Palangkaraya. Adapun lembaga-lembaga pendidikan yang terwujud atas kerja keras beliau bersama teman dan para sahabat beliau anatar lain dengan dibangunya Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama yang berdiritahun 1970 yang terletak di jalan Dr. Murjani. Selajutnya Sekolah Menengah Pertama Nahdatul Ulama yang verdiri pada tanggal 17 Juni 1979 yang terletak di jalan RTA Milono, Sekolah Menengah Atas NU berdiri sejak tahun 1983 di atas tanah wakaf H. Djantarmin.. menyusul pendirian taman kanak-kanak NU yang berdiri tanggal 1 Januari 1983 yang didirikan  oleh hasil suadaya murni dari masyarakat dan tokoh-tokoh Muslimat NU yang terletak di jalan Pilau komplek Penarung.

WAFAT
Pada hari Sabtu Tanggal 29 Juli 1995 bertepatan dengan 1 Rabi’ul awwal 1416 H, pukul 23,30 Wib Beliau menhebuskan nafas terkahir dengan mengucapkan kalimat Dzikrullah . Jenazah di Sholatkan di Mesjid Nurul Hikmah Komplek Palangakasari yang juga berdekatan dengan rumah duka. Setalah itu jenazah di bawa ke komplek kuburan Muslimin Jalan cilik Riwut km. 2,5 untuk di makamkan. (sumber : buku K.H. Muhammad Majedi ULAMA KHARISMATIK yang mendidik di kota cantik Palangakaraya) (Abu Atoillah)
Share:

Support