Slide -1

Title.com.

11 ADAB MURID TERHADAP GURU

Sumber : Imam Al-Ghazali di dalam Bidayatul-Hidayah*

Selasa, 18 Agustus 2020

INI DOA RASULULLAH SAW DI AKHIR TAHUN

Tahun hijriah akan mengalami pergantian tahun ada baiknya  kalau kita mengakhiri tahun ini dengan pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah. Dan baik pula kalau kita memohon penerimaan amal baik kita yang serba kurang itu. Berikut ini doa yang dibaca Rasulullah SAW di akhir tahun. 

 Doa ini dicantumkan oleh Sayid Utsman bin Yahya dalam karyanya Maslakul Akhyar sebagai berikut. 

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ 
فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ 

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm. 

Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.  Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” 

Doa yang dibaca sebanyak tiga kali ini diharapkan menjadi akhir tahun yang baik. Semoga Allah menerima doa yang kita baca di akhir Dzulhijjah tahun ini. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)
Share:

KETIKA ALI BIN ABI THALIB DITANYA TENTANG KEUTAMAAN ILMU DAN HARTA


Dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata: bersabda Rasulullah SAW: 

 قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ أَعْمَالُ الْمَكْفِيِّيْنَ وَالصَّلاَةُ أَعْمَالُ الْأَعَاجِزِ وَٱلصَّوْمُ أَعْمَالُ الْفُقَرَاءِ وَالتَّسْبِيْحُ أَعْمَالُ النِّسَاءِ وَالصَّدَقَةُ أَعْمَالُ الْأَسْخِيَاءِ وَالتَّفَكُّرُ أَعْمَالُ الضُّعَفَاءِ أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَعْمَالُ الْأَبْطَالِ؛ قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ: وَمَا أَعْمَالُ الْأَبْطَالِ ؟ قَالَ: طَلَبُ 
الْعِلْمِ فَإِنَّهُ نُوْرُ الْمُؤْمِنِ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. (رواه الحاكم) 

Membaca Al-Qur’an itu adalah amal orang-orang yang dilindungi dan shalat itu adalah amal orang-orang yang tak berdaya dan puasa itu adalah amal orang-orang miskin dan tasbih itu amal orang-orang perempuan dan sedekah itu amal orang-orang yang murah hati sedang tafakur itu adalah amal orang-orang yang lemah. (amalkanlah itu semua!) Maukah kutunjukkan kepada kalian amal para pahlawan? Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah amal para pahlawan itu?” Beliau menjawab: “Menuntut ilmu, karena ia adalah cahaya orang mukmin di dunia dan akhirat”. (HR. Hakim). 
Bersabda Rasulullah SAW: 

أَنَا مَدِيْنَةُ الْعِلْمِ وَعَلِيٌّ بَابُهَا. 

 “Aku adalah kota ilmu sedang Ali adalah pintunya”. 

Tatkala kaum Khawarij mendengar hadits ini mereka mendengki kepada Ali ra dan berkumpullah sepuluh orang pemuka mereka: mereka berkata: Kita akan menanyakan satu masalah dan melihat bagaimana ia menjawab kita, seandainya ia menjawab masing-masing dari kita dengan jawaban lain, tahulah kita bahwa ia seorang yang alim sebagaimana dikatakan oleh Nabi SAW. 

Seorang di antara mereka datang kepada Ali bertanya: Hai Ali, mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Ilmu itu warisan para nabi dan harta itu warisan Qarun dan Syaddad dan Fir'aun serta lainnya. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya seperti yang pertama. Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Ilmu menjagamu sedang engkau menjaga harta. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya seperti pertanyaan orang pertama dan kedua. Maka Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta mempunyai banyak musuh dan pemilik ilmu mempunyai banyak teman. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Apabila engkau belanjakan hartamu ia akan berkurang dan jika engkau amalkan ilmumu ia akan bertambah. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta bisa dipanggil si pelit dan menjadi hina sedang pemilik ilmu dipanggil dengan sebutan agung dan mulia. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Manakah yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta akan di hisab pada hari kiamat sedangkan pemilik ilmu akan memberi syafaat pada hari kiamat. Kemudian pergilah orang itu.

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Harta itu makin lama di diamkan makin bertambah usang, sedang ilmu itu tidak bisa lapuk dan usang. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Harta itu bisa membuat hati menjadi keras, sedang ilmu itu menerangi hati. Kemudian pergilah orang itu. 

Datang lagi seorang yang lain lalu bertanya: Mana yang lebih baik, ilmu atau harta? Ali menjawab: Ilmu lebih baik daripada harta. Orang itu bertanya: Dengan dalil apa? Ali menjawab: Pemilik harta dikatakan sebagai pemilik dengan sebab harta, sedang orang yang berilmu mengaku sebagai hamba Allah. 

Andaikata mereka bertanya tentang ini niscaya akan kujawab dengan jawaban lain selama aku hidup. Kemudian datanglah mereka dan menyerah semuanya.  

 Diterjemahkan dari Mawaa'idul Usfuriah, hal.4
Share:

DAMPINGI MASYARAKAT REHABILITASI NARKOBA, PBM : KAMI SIAP JAGA KERAHASIAANNYA

Palangkaraya,- Dampak menghirup lem fox akan berdampak negatif pada kesehatan baik jangka pendek dan jangka panjang. 

Adapun dampak jangka pendek yaitu hanya dalam beberapa detik saja, pengguna mengalami kemabukan dan efek lainnya seperti yang diakibatkan alkohol, menghirup lem dampaknya dalam jangka pendek juga menyebabkan apati, daya pertimbangan yang terganggu, ketidaksadaran, sakit kepala berat dan bercak-bercak di sekitar hidung dan mulut.

Sedangkan dalam jangka panjang akan berakibat bagi pengguna yang menghirup lem yaitu kelemahan otot, disorientasi, kurangnya koordinasi, sifat lekas marah, depresi, Kerusakan yang kadang-kadang tidak dapat disembuhkan pada jantung, hati, ginjal, paru-paru dan otak.

Untuk itu perlu sosialisasi bahayanya menghirup lem fox. Apalagi sekarang sudah menjadi trend di kalangan anak-anak dan remaja untuk menghirup lem fox.

Seperti yang terjadi terhadap dua remaja saat mau melakukan rehabilitasi narkoba yang didampingi oleh Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM) Kelurahan Pahandut, Palangkaraya. Selasa (18/08/2020).


Meraka mengaku ketika dalam keadaan mabuk lem fox apapun mereka lakukan karena dalam keadaan separuh sadar, sehingga melakukan hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ketua PBM Kelurahan Pahandut Jayadi saat mendampingi masyarakat yang mau rehabilitasi mengatakan PBM siap memfasilitasi kepada para pengguna narkoba dan zat adiktif lainnya yang mau berubah dan melakukan rehabilitasi.

"Kami PBM siap memfasilitasi dan mengakomodasi bagi warga yang mau melakukan rehabilitasi narkoba dan zat adiktif lainnya. Tidak sampai di situ kami juga akan mendampingi juga setelah pasca rehab," ucapnya 

Jayadi juga menjelaskan bagi pasien yang mau rehabilitasi akan dijaga privasinya dan dijamin kerahasiaannya.

"Kami akan menjaga  privasi pengguna narkoba yang mau rehabilitasi dan kami jamin kerahasiaannya sehingga pengguna yang mau rehabilitasi tidak takut dan malu dengan masyarakat, karena privasinya terjaga dan ini semua gratis tanpa ada biaya," pungkasnya (Anas).
Share:

Senin, 17 Agustus 2020

LIMA MACAM PAHALA SEDEKAH


Al Imam As-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala sedekah itu ada 5 macam :

أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ
( كتاب بغية المسترشدين )

Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

1. Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2. Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3. Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4. Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5. Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.

Sumber : Kitab Bughyatul Musytarsyidin.



Share:

Minggu, 16 Agustus 2020

ILMU YANG LEBIH UTAMA

Malik bin Dinar Ra pernah berkata : 
"Barang siapa yang menuntut ilmu untuk dirinya sendiri, maka ilmu yang sedikit dapat mencukupi nya , dan barang siapa yang menuntut ilmu untuk kepentingan manusia, sesungguhnya kepentingan manusia banyak sekali

Oleh karena itu, hendaknya lah engkau mempelajari ilmu yang Allah SWT wajibkan bagimu untuk diketahui, sedangkan untuk lebih memperluas Ilmu bukan merupakan kewajiban mu, justru kewajiban mu adalah mempelajari ilmu aqidah, yang mana keimanan mu tidak akan sempurna tanpanya.

Dan hendaknya engkau juga mempelajari ilmu tentang bagaimana caranya agar engkau dapat menunaikan setiap apa yang Allah SWT wajibkan bagimu dalam melaksanakan ketaatan kepada Nya, dan bagaimana cara untuk menghindar dari perbuatan kemaksiatan yang dilarang Allah SWT, karena hal itu merupakan suatu kewajiban yang harus segera dikerjakan tanpa di tunda tunda lagi.

Di kutip dari kitab Risalatul mudzakarah karya Imam Abdullah al-Haddad

Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

RAHASIA DI DALAM WIRID

Adakan waktu khusus untuk melazimi wirid. Janganlah engkau menghabiskan seluruh waktumu hanya dengan satu aktifitas ibadah saja, meskipun itu termasuk aktifitas yang terbaik. Karena dengan demikian engkau akan kehilangan keberkahan berbagai macam wirid.

Janganlah engkau tinggalkan wirid. Karena setiap wirid memiliki bekas cahaya, keberkahan dalam hati dan kedudukan tersendiri di sisi AlIah swt yang tidak dimiliki oleh Iainnya. 

Selain itu, jika engkau berpindah-pindah dari satu wirid ke wirid yang lain engkau akan terhindar dari kebosanan dan kejenuhan.

Dalam hal ini, al lmam Ibnu ‘Athaillah Asyadzili‘ ra berkata: 
“Karena Allah swt mengetahui adanya kebosanan terhadap dirimu, maka Allah swt menjadikan berbagai macam aktivitas ibadah  untukmu.”

Ketahuilah sesungguhnya wirid-wirid memiliki peran yang besar dalam menyinari hati dan mengendalikan anggota tubuh.

Akan tetapi tidak akan nampak hasilnya atau tidak akan menguat, kecuali apabila dilakukan dengan tekun dan  melaksanakan setiap wirid di waktunya masing-masing.

Risalatul Muawanah karya Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad



Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

MALAM INI, ALLAH MENGUNDANGMU!

Pernahkah kau menonton film tentang 'cinta?'. Biasanya waktu favorit untuk bertemunya mereka adalah ketika malam hari. Berdua, bersama, itulah kenikmatan yang tak ada duanya. 

Baiklah, jika telah tertanam di otak kita, bahwa berduaan dengan dia adalah hal terindah. Tapi mengapa berduaan dengan 'dia' itu tidak kita ganti saja dengan berduaan dengan Allah?

Di pertengahan malam, di atas sajadah, dalam keadaan suci, Allah merindukan air matamu yang merengek padanya. 

نصتغر لعظمته و نقوم له في جوف الليل و ظلمته و نستغفره و نسعد بمناجته

"Merendahkan diri kita di hadapan keagungan Allah, berdiri menghadapnya di keheningan malam & memohon ampunan, serta bermunajat kepada-Nya."

Habib Umar bin Hafidz dalam kitabnya yang berjudul 'Khuluquna' menyantumkan, bahwa *bangun malam untuk beribadah adalah termasuk dari akhlak kita kepada Allah.*

Bahkan, Allah pernah menyeru kepada Nabi Dawud, "Ya Dawud! Bohong orang yang mengaku mencintaiKu, tetapi jika datang malam hari, ia tertidur. Bukankah seorang kekasih menyukai berduaan dengan orang yang dicintainya?"

Belum bisa dikatakan cinta jika kita tidur di pertengahan malam. Kalau kita cinta, pasti kita ingin berduaan dengan Allah. Dan waktu berduaan itu paling pas di malam hari.

Apalagi jika kita sedang menghadapi masalah dalam hidup kita, kemanakah pelarian kita? Curhat sana-sini ke teman-teman kita??? Lalu apa hasilnya? Mungkin hanya kelegaan sementara. kalaupun ia bisa memberimu solusi, itu semua hanya perantara dari Allah. Coba kita ganti kebiasaan itu. Kita luapkan segala keluh kesah kita bersama Allah di malam hari. Merengeklah bagaikan seorang bayi dengan ibunya. Ingat, Allah pasti mendengarmu! Allah melihatmu! Allah paling mengerti semua yang kau rasakan! Dan Allah Maha Kuasa. Tak ada yang tak mungkin di sisi-Nya. Ia bisa dengan hanya sekedipan mata untuk menyelesaikan segala problem kita. Dan melapangkan hati kita selapang-lapangnya. Masihkah meragukan-Nya?

Kenalkah kau dengan Rabiatul Adawiyyah? Seorang wanita waliyyah, yang tak hentinya menghabiskan malamnya dalam keadaan fana' kepada Allah.
Dikatakan, wajah beliau selalu terlihat seperti baru wudhu'. Tapi ternyata, bukan air wudhu yang terurai di wajahnya. Melainkan air mata deras yang mengalir dari kedua matanya.
Nah, bagaimana dengan kita??? Yang sama-sama berlabel 'kaum hawa'. Jangan jadikan kesibukan kita dengan dunia di siang hari, menjadi alasan kita malas bangun di malam hari.

Luangkanlah waktumu untuk berduaan dengan Allah. Allah Sang Pemilik segalanya. Pemilikmu & pemilikku. Allah yang Maha Pengasih. Allah tak akan mengecewakan hamba-hambaNya.

Kalau gak ke Allah, mau kemana lagi???

Dikutip dari Kajian Kitab Khuluquna, karya Habib Umar bin Hafidz



Sumber : https://t.me/akhwattarim

Share:

Support